Laman

clock

Kamis, 26 Desember 2024

 dia yang paling memahamiku, 

justru dia yang pergi dari hidupku. 

dia yang paling menyayangiku.

justru dia yang pergi dari hidupku.

dia yang selalu memenuhi semua inginku,

justru dia yang pergi dari hidupku. 

dia yang selalu mennjadi tempatku mengadu, 

justru dia yang pergi dari hidupku.

dia yang menjadi sandaranku. 

kenapa justru dia, 

kenapa harus dia, 


bangun pagi ini,  aku merasa sakit disekujur tubuhku pagi ini. 

pinggang, kaki terasa sangat tidak nyaman, seolah berada di posisi yang tidak pas dalam beberapa waktu yang lama. 

lama ku berpikir, baru kusadari bahwa ini pertanda aku mau menstruasi. 

wkwkwkwkw, jangan ditanya kacaunya hatiku. moodku turun dengan sangat drastis. 

aku tepekur dalam beberapa hari ini. ibu dari temanku meninggal. aku bisa melihat sosoknya yang lemah dan rapuh namun direngkuh dengan kuat. 

aku membandingkan diriku. 

diriku yang rasanya sangat kekurangan, yang rasanya sungguh menyedihkan. 

aku merasa diriku sangat menyedihkan. Tak seorangpun memelukku. tak seorangpun. 

sangat jelas diingatanku, aku yang tak boleh menangis. seakan tak boleh menumpahkan perasaan dan perihnya hati ini. masih terbayang jelas, orang orang yang kuharapkan mau memelukku, mendengarkan tangis dan sakitku, ternyata menolakku. tak ada pelukan, dan tangisanku tertahan. 

lalu hidup berjalan, dan penuh dengan tuntutan. kenapa aku harus sesuai ekspektasi mereka. kenapa tak bisa aku menjadi lemah dan tak bedaya, kenapa tak bisa aku menjadi pemalas dan menepi dari semua kegiatan. kenapa aku harus terus membantu, kenapa aku harus selalu terlihat sibuk. 

kenapa aku tak boleh bermain dan santai, kenapa.............

dan kenapa, aku haarus kehilangan orang yang mampu memahami dan mendukungku. kenapa. 

Jumat, 20 Desember 2024

 hai kamu, 

iya kamu, yang kemarin membuat pikiranku terbang ke seribu pulau dalam waktu satu jam. 

aku mulai menerima dan mencoba untuk berproses melepaskanmu. 

karena kamu yang kutunggu tak kunjung jua hadir dan menyapa. 

sepuluh hari terakhir adalah hari yang berat untukku. 

hingga akhirnya 4 hari terakhir aku memutuskan untuk mengistirahatkan diri dan menjadi aku yang aku rindukan. 

aku terbaring santai sehari penuh tidur. 

mengurangi semua aktifitas dan menolak bepergian.

rasanya bodoh, naif, gila dan luar biasanya meskipun aku tidur seharian tapi aku tetap bisa tidur di malam hari. 

sebelum tidur bahkan aku memanggil tukang pijat. wkwkwkwkk 

menyenangkan sekali rasanya. 

saat ini aku sedang berusaha untuk mengupayakan kesehatan lahir dan batin ini sendiri, menjaga pola makan dan berolahraga. 

meski terkadang saat suntuk aku malah jadi ingin makan tapi aku akan berusaha lagi untuk hidup lebih sehat.


Selasa, 10 Desember 2024

 aku gelisah, 

aku resah. Apakah tuhan akhirnya benar mengirimkan jodoh untukku, 

aku senang, aku malu aku merasa setiap sudut hatiku penuh dengan bunga.

aku marah, aku sedih, aku takut, ku pikir setiap garis di otakku penuh dengan titian. 

relung hatiku berharap, ini jodoh yang mampu menerimaku, menemani dan memahamiku menghadapi segala trauma masalalu. 

ku harap, ini jodoh yang mau dan mampu memberikanku kenyamanan dan kebutuhan seperti yang kurasakan dulu.

ku harap, ini jodoh yang mau menerima semua rasa takutku, mampu menenangkan rasa takutku. 

berpikir ini jodoh, 

perutku terasa berputar putar. ada rasa debar menunggu hari jumpa itu. 

ada rasa pesimis, semuanya tak berjalan lancar sesuai harapan. 

tapi, ada harapan yang terus berkembang dan menggantungkan semuanya atas kuasa tuhan. 

kuharap ini benar jodoh Allah untukku

Minggu, 08 Desember 2024

 tiba tiba. 

aku menjadi seperti gadis remaja. 

seseorang mengatakan memberi sinyal untuk mempertemukanku dengan seseorang. 

rasanya tidak stabil, emosi dan hati. 

malu, apa yang harus ku jawab. 

tak tau, langkah bagaimana yang harus kutempuh. 

aku mau melangkah, mencoba berkenalan. 

tapi, ada banyak hal yang ku takutkan. aku mau senang atau harus khwatir, aku tidak tau. 

apakah aku sanggup, dengan semua pikiran negatif yang ku miliki. 

aku khwatir


Kamis, 05 Desember 2024

 ketika aku terlalu yakin ada seseorang yang merindukanku,

disaat itupula aku tersadar, bahwa itu hanya lukaku

 Hai, malam ini aku kesepian. 

rasanya suntuk dan ingin jalan2 dengan seseorang yang tersayang. 

siapa, kemana, dimana

aku kesepian. 

Rabu, 27 November 2024

 hai, apa kabarmu

semoga kamu disana juga merindu seperti aku merindumu. 

ada banyak sapaan yang aku telan dalam hatiku.

ada banyak pikiran yang ingin aku tukar padamu, tapi aku terlalu takut disalahkan, 

aku lelah ketika semuanya dipandang salah

aku marah ketika kebutuhanku di cerca 

hingga aku memilih untuk diam dan melarikan diri. 

ini luka, tapi aku berharap kita masih bisa berteman sebagaimana dulu

 AKU MARAH. 

aku kesal aku kecewa dengan sikap orangtuaku pada orang yang membantu mereka. 

orangtuaku baik, tapi kau tidak tahan dengan kata2 mereka yang bagiku terasa sangat cerewet sekali. 

jujur aku bingung dengan gaya kerja ibuku. hasilnya bagus, tapi luar biasa berantakan dan tanpa perencanaan. 

berkapar dimana2, aku bereskan, apakah besok akan tetap rapi, 

TIDAK. jawabannya adalah TIDAK. 

semua itu takkan bertahan. lelah jengah melihat hal yang sama. ntah kenapa. 

aku sendiri saja lelah, apaalagi mereka. 

Minggu, 10 November 2024

30 TAHUN

2 hari yang lalu genap usiaku 30 tahun. 

aku tak bisa mengurai kata dan rasa di bulan ini. 

semuanya terasa perih dijalani sendiri, 

bahkan aku tadi mengatakan "kapan kamu kembali bi". 

aku sedih, aku lelah, aku berduka 

serasa aku tak istirahat, padahal apakah dunia memang begini.

apa yang terpendam di dalam hati dan pikiran ini. 

apakah karena aku sendiri

apakah karena rindu tak bertepi

kenapa

apa yang kusepikan, apakah karena aku seorang diri ataukah karena aku terlalu banyak keinginan yang ingin kupenuhi. 

apa yang kucari, aku tak tau lagi. 

mencari bayangmu selalu, mungkin. 

atau mencari sosok yang sudi mendampingi diri ini. 

Rabu, 04 September 2024

 Anak mu itu loh bi 

masyallah cerewetnya bi.. kata orang itu menandakan anaknya pinter. bismillah bi, 

aku emak2 yang mencoba untuk selalu berpikir positif dan mendoakan buah hati. 

walau kadang rasanya kesel dan emosi udah di ubun2 denger keriwehan dari anakmu bi. 

Alhamdulillah anakmu sudah bisa mandi sendiiri, cebok sendiri. tapi ya allah bi.,,,,, mau cebok mau ambil sabun panggil terus, 

bangun oagi mau buat susu panggil terus

umi kerja, panggil dan tanya2 terus.. umi coba nerapin ilmu psikologi, yah tapi umi juga manusia biasa yang lelah letih juga menanggapinya. 

kadang umi mikir, ya allah enak ya klo masih ada abi.... bisa abi aja yg ladenin anak sholeh ini. bisa pagi2 abi yg buat susunya, atau malam hari sebelum tidur kalo umi mager, bisa abi aja yg buatin susunya. 

semager itu ya bi,..

kadangan tuh mikir, kalau sudah nemu sosok baru yg hadir dan menemani hidup kami. 

kira2 dia mau gak ya bantu umi ajak anak sholeh main, 

mau gak dia disaat lelah dan magernya bantu buatin susu anakmu ntah jam berapa itu, 

mau gak dia disaat lelah dan letihnya bantu ambil sabun anakmu, 

disaat ngantuknya mau gak bantu umi ngurus anakmu. 

karena anakmu bukan anaknya kan gitu konsepnya. 

apakah ada  yg bisa bener2 jadi seorang ayah untuk anakmu bi. 

memposisikan diri sebagai orangtua yang hadir untuk anakmu. 




Sabtu, 24 Agustus 2024

Ceritakan padakuBagaimana tempat tinggalmu yang baru
Adakah sungai-sungai itu benar-benarDilintasi dengan air susu?Juga badanmu tak sakit-sakit lagiKau dan orang-orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan, temukan jawabanHati yang gembira, sering kau tertawa
Kan kuceritakan padamuBagaimana hidupku tanpamu
Kangennya masih ada di setiap waktuKadang aku menangis bila aku perluTapi aku sekarang sudah lebih lucuJadilah menyenangkan s'perti katamuJalani hidup dengan penuh sukacitaDan percaya kau ada di hatiku s'lamanya, oh-oh
lirik ini bergema terus menerus di pikiranku selama bulan ini. 
membuatku tidak fokus akan berbagai hal dan banyak hal di dunia ini.
aku, bersuha melepas bayangmu. tapi mencari pengganti itu tidak mudah. 
menjalani hari tanpa mampu berbagi itu tidak mudah
tapi aku mampu
aku berkemampuan
aku berkecukupan
aku tak berusaha untuk mengubah hal yang tak bisa aku ubah, 
aku akan merubah cara pandangku dan mengubah apa yang aku bisa, 
tapi. salahkah jika aku merindu
aku tak salah untuk merindu
aku tak salah untuk merasa sedih lelah letih rindu marah dan kecewa,
karena aku manusia yang merasakan kehilangan atas sosok yang begitu membuatku kecanduan

Jumat, 05 Juli 2024

 aku, hari ini mengucapkan terimakasih untuk yang telah terlewati hingga hari ini. 

ternyata, aku masih bisa bernafas dan menikmati secangkir kopi. 

sesederhana itu pagi ini. 

menerima bahwa masalalu bukan suatu hal yang bisa ku gapai, 

melepaskan orang yang kuharap dapat memahamiku. 

menjauhi orang tertentu yang kurasa lelah untuk ku basa basi lagi. 

sesederhana itu aku pagi ini. 

Jumat, 21 Juni 2024

 taukah kamu, semalam aku menangis dan menyesali diri. 

anakmu menahan airmata, anakmu menahan rasa sedihnya, anakmu menahan rasa sepinya. 

tubuh sekecil itu menahan emosi yang luar biasa,

ia menatap nanar pada yayah yang sedang bermain dengan abang faridnya

ia menatap sedih pada pakde yang menggendong adiknya, pada abang yg pergi sholat dengan pakdenya

ia menatap sedih pada abi yanza yang datang dan mengajak anaknya bermain air laut,. 

anakmu merasakan iri yang begitu mendalam. 

setiap kali ada keluarga yang datang, ia senang, ia ikut bermain. Tapi saat mereka pulang, anakmu berkata " akak kangen abi "

anakmu sungguh membutuhkan sosok pria yang dapat menemaninya dan menjadi panutannya untuk memenuhi kasih sayang. 

aku belum mampu menemukan sosok itu, sementara aku dan anakmu membutuhkan sosok itu. 

aku menyesali diri, tak mampu memberikan keluarga yang lengkap untuk anakmu. 

aku menyalahkan diri, kenapa tak menikah lagi sewaktu dia kecil, agar ia tak perlu merasa iri dan nanar melihat orang disekelilingnya yang memiliki orangtua lengkap. 

aku..

aku..

aku....

ada banyak kata yang kumulai dari aku, tapi tak mampu lagi kuucapkan. 

kamu perlu tau perasaan ini.

 AKU, 

manusia biasa yang merasa lelah dan lemah. 

aku butuh sandaran, tapi aku belum menemukan pelabuhan yang bisa kupercaya seutuhnya. 

kadang kala di perjalanan aku menangis kencang, histeris dengan semua kejadian dan rasa lelah yang mendera. Aku ikhlas, tapi aku sedih dan marah, aku kecewa. 

lain waktu diperjalanan, aku bertanya pada hatiku, " bi, liat orang  bawa anaknya jalan jalan, kamu gak pengen ta, main dan nemenin anakmu bi". hatiku mencelos. 

semalam, aku akhirnya berurut dengan salah satu rekomendasi dari temen. Diusiaku yang hampir berjalan 30, dengan segala emosi dan peran yang ku jalani, tubuh ini semakin menua.

masuk angin, salah satu alasanku berurut. Tahukah kamu, sentuhan kasar tangan bibi itulah yang kugunakan untuk memenuhi kebutuhan psikis. 

manusia membutuhkan kasih sayang berupa sentuhan fisik yang tak dapat lagi kutemukan dimanapun setelah kepergianmu. tapi semalam aku menyadari bahwa yang memanggil bibi urut dengan tujuan urut angin, kurang tepat untukku. aku tak begitu peduli dengan angin yang masuk ke tubuh ini. ku rasa, pijat refleksi atau lulur jauh lebih tepat untuk memanjakan diriku. 

hei bi, aku manusia biasa yang terasa sangat lemah, namun tidak menemukan sandaran disaat aku berada dititik rapuh. 

aku tak tau harus bercerita pada siapa, kenapa, mengapa dan apa. 

aku butuh bersosialisasi dan menceritakan semua ini, tapi belum kutemukan lawan yang sepadan. 

aku takut membuka hati, aku takut disaat aku merasa nyaman dan aman lalu mulai menyukai dan mencintai orang, tapi orang itu menolakku. 

aku takut akan hal itu. 

TAPI

 Ternyata aku... adalah orang yang serakah. 

Merindukan hidup tenang, damai dan dicintai dengan sempurna. 

berharap seluruh badan sehat bugar sentosa, namun tak mampu menjaga pola makan dan hidup sehat. 

Ternyata Aku.. Adalah orang yang serakah.

Penuh keinginan dan harapan untuk hidup dengan nyaman .

berharap hanya dengan duduk, tidur nyenyak dan makan enak uang mengalir sempurna.

Tenyata Aku.. Adalah orang yang serakah. 

berambisi untuk mengatasi semua kesulitan 

TAPI BUKANKAH SEMUA MANUSIA HARAPANNYA BEGITU

Selasa, 23 April 2024

ternyata begini pendewasaan

Setelah proses diam dan aku merasa terpojokkan ini usai. 

Aku mulai memahami siklus untuk berada di dunia ini. 

semakin hari, otak semakin terlihat mendewasakan dengan aku memahami diriku dan lingkunganku. 

pada akhirnya aku harus memahami diriku terlebih dahulu. Mengenali perasaan dan menganalisisnya dengan lebih baik. 

aku yang sekarang berusaha untuk memahami pikiranku. 

Berusaha untuk lebih banyak mengalah dan berpikir. 

mengubah konsep untuk meratukan ratuku dan merajakan rajaku, agar lebih berkah dunia akhirat. 

Berat memang, di faseku yang saat ini berpegang erat pada ego. Aku harus menghadapi kedua ornagtuaku yang berada di fase lansia. 

Menyadari hakikat manusia di Dunia ini. Dengan beragam takdir yang berbeda dan pasti diuji.

Memahami sepenuhnya bahwa tak ada satu keadaan yang lebih baik dari keadaan manapun, karena sungguh SEKECIL APAPUN BEBAN, TERGANTUNG DARI BERAPA LAMA ENGKAU MEMBAWANYA. 

kemudian Meresapi... diri ini yang sulit terkoneksi. 

Selasa, 13 Februari 2024

 aku mengadu pikiran dan perasaan

ntah harus berjuang disini, 

ataukah pergi jauh dri kota yang kutinggali saat ini. 

aku lelah berada di tengah semua ini. 

aku tersiksa disepikan oleh keadaan begini

aku hancur dan melebur tanpa satupun sosok yang bertanya, bagaimana kabarmu.

aku lelah berada disini dengan semua urusan keluarga ini. 


dekat dengan keluarga hanya membuatku letih semakin hari

ada banyak urusan mereka yang tak sanggup lagi hati ini hadapi

terlalu sulit untukku bersama lagi

terlalu kecewa hati ini atas semua siksa yang diberi


Terlalu banyak aku menyepi dan berpikir

niatku telah kalah. 

sejauh mana aku melangkah, 

hanya ingin menyudahi siksaan yg bagai neraka

Senin, 12 Februari 2024

Tidur

 Pagi ini, aku bertemu denganmu kembali. 

Setelah sekian lama engkau tak muncul di dalam mimpi ini. Senyumanmu masih sama, tak ada paksaan ataupun tatapan tajam untukku. Kehadiranmu membuatku enggan untuk membuka mata. Saat tubuhku bereaksi terhadap matahari yang beranjak naik, aku menarik selimut untuk kembali memejamkan mata dan berharap dapat melanjutkan kisah bersamamu, walaupun hanya dalam mimpi. 

jikalau bisa, aku bahkan tak ingin membuka mata kembali. aku ingin larut dalam mimpi dan hidup bersamamu. 

disini terlalu sakit, terlalu menyiksa. 

surgaku berubah menjadi neraka, atau justru aku yang menjadi neraka untuk surga. 

aku tak mencuri, aku tak berzina, aku tak memukul orang, aku tak minum minuman keras, aku tak melacur, aku tak memaki ataupun menghina orang yang lebih tua. 

Sekuat hatiku mengabulkan semua keinginan surgaku, mentaati, mengiyakan, semuanya...

Tak mau ku menimbulkan rasa kecewa untuk mereka. 

waktu, tenaga, materi, semua terasa habis kucurahkan untuk melayani keluarga besar. Terasa seperti Pengabdian. Rasa iba yang tertanam karena rayuan dari surgaku, tak perduli menghabiskan seberapa besar energi dan materi yang kumiliki. tapi nyatanya itu semua tak pernah cukup untuk menjadikanku sebagai anak yang berbakti. 

semua itu tak cukup untuk menunjukkan keberhasilanku sebagai anak. 

aku dibenci, aku dijauhi, aku disiksa, aku dianggap tak ada karena aku dianggap tak sopan saat meminta orangtuaku untuk tak mencampuri caraku mendidik anak. 

aku yang tak mencuri, tak melacur, tak berzina, tak berjudi, dihakimi seolah aku adalah anak yang paling buruk. Bahkan keluarga besar yang ku urusi, yang anaknya mencuri, yang anaknya berzina, yang anaknya tak bisa apapun, tak mendapat hukuman seberat ini dari orangtuanya. 

kenapa aku, yang bahkan hanya mengungkapkan perasaan dan rasa marah, justru mendapatkan hukuman yang jauh lebih buruk dari mereka. kenapa justru aku yang mendapat label anak yang tak dapat diurus, kenapa justru aku. 

aku bahkan tak tau harus berkata pada siapa, harus bergantung pada siapa. 

aku hanya sendiri, 

kupikir, saat kepergianmu adalah masalah terberat untukku, tapi nyatanya aku salah. Menjalani hari setelah kepergianmu adalah ujian yang paling berat untukku. 

iya, 

masalah paling berat bukan saat suamiku pergi. tapi masalah paling berat adalah menghadapi hari setelah kepergian suami. 

jangan tanya aku bagaimana saat ini, aku terlalu hancur karena surgaku sendiri. 

aku ingin terlelap dan bertemu suamiku lagi dalam mimpi

aku tak ingin membuka mata dan merasakan sakit ini lagi

Minggu, 11 Februari 2024

SIKSA

Aku masih manusia
yang membutuhkan kasih sayang dan pelukan. 
dua minggu sudah ku lalui tanpa tutur kata dari sosok yang kupanggil emak. 
hingga mentalku semakin tidak baikbaik saja. 
aku semakin terjatuh dan terpuruk menanggung semuanya sendiri. 
semakin hari, aku semakin tersiksa. 
berbagai pikiran untuk pergi dari dunia ini terlintas dan mengendap dalam pikiranku. 
mungkin, jika aku pergi, sosok yang kupanggil emak baru akan mengerti. 
mungkin, jika aku jauh, sosok yang kupanggil emak takkan lagi menyiksa anaknya dengan perang beku.
mungkin, jika aku mati, sosok yang kupanggil emak baru menyadari lelahnya hati ini. 
tapi apakah semuanya harus begini, 
satusatunya hal yang membuatku untuk berpikir jernih hanya sosok kecil ini. 
yang membuatku berat untuk meninggalkan dunia ini untuknya seorang diri. 
kadangkala aku berpikir, haruskah aku membawanya untuk mati. 

aku sedang bertarung sekarang, meyakinkan pikiran dan hati, untuk pergi jauh dari sini ketimbang mati. 
aku meyakinkan diri sekarang, untuk tidak menjadi sosok ibu yang menyiksa batin dan hati.
tak akan aku gunakan rantai siksa yang diciptakan oleh sosok ibu untuk menekan perasaan anaknya. 
karena rantai yang tercipta sungguh bisa mengalirkan darah nyata

Jumat, 26 Januari 2024

Tentu

Lagi, perasaan sesak datang

aku masih sibuk mencoba menganalisis, meskipun pada akhirnya aku tau akan berakhir dengan menyalahkan keadaan. 

aku membela diri, aku hanya manusia. tugasku salah satunya adalah berusaha menerima perasaan ini. Perasaan hampa dan hambar yang tak tertarik untuk beraktivitas. 

perasaan hampa dan hambar yang berujung dengan menyalahkan keadaan, " seandainya dia masih ada, tentu tak akan semembosankan ini'

Di duniaku yang sekarang, yang penuh dengan tantangan dan keruwetan. Bisa-bisanya aku merasakan bosan. pekerjaan yang tak kunjung selesai, uang yang perlu ditambah, anak yang perlu diberikan kasih sayang, tubuh yang perlu di jaga. wkwkwk, ntah bagaimana bisa terasa membosankan.

aku sendiri belum menemukan orang yang tepat untuk berbincang, ntahlah orang seperti apa yang kuinginkan untuk bisa berbincang, karena di usia saat ini semua orang sudah memiliki kesibukan masing-masing.

mendengar keluh kesah dari sahabat yang hanya menceritakan hal yang sama dan terus berulang tentu menjengkelkan. bahkan rasanya wajar untuk mendapat makian. aku tak mau semua itu terulang, maka lebih baik aku diam.