Laman

clock

Jumat, 21 Juni 2024

 AKU, 

manusia biasa yang merasa lelah dan lemah. 

aku butuh sandaran, tapi aku belum menemukan pelabuhan yang bisa kupercaya seutuhnya. 

kadang kala di perjalanan aku menangis kencang, histeris dengan semua kejadian dan rasa lelah yang mendera. Aku ikhlas, tapi aku sedih dan marah, aku kecewa. 

lain waktu diperjalanan, aku bertanya pada hatiku, " bi, liat orang  bawa anaknya jalan jalan, kamu gak pengen ta, main dan nemenin anakmu bi". hatiku mencelos. 

semalam, aku akhirnya berurut dengan salah satu rekomendasi dari temen. Diusiaku yang hampir berjalan 30, dengan segala emosi dan peran yang ku jalani, tubuh ini semakin menua.

masuk angin, salah satu alasanku berurut. Tahukah kamu, sentuhan kasar tangan bibi itulah yang kugunakan untuk memenuhi kebutuhan psikis. 

manusia membutuhkan kasih sayang berupa sentuhan fisik yang tak dapat lagi kutemukan dimanapun setelah kepergianmu. tapi semalam aku menyadari bahwa yang memanggil bibi urut dengan tujuan urut angin, kurang tepat untukku. aku tak begitu peduli dengan angin yang masuk ke tubuh ini. ku rasa, pijat refleksi atau lulur jauh lebih tepat untuk memanjakan diriku. 

hei bi, aku manusia biasa yang terasa sangat lemah, namun tidak menemukan sandaran disaat aku berada dititik rapuh. 

aku tak tau harus bercerita pada siapa, kenapa, mengapa dan apa. 

aku butuh bersosialisasi dan menceritakan semua ini, tapi belum kutemukan lawan yang sepadan. 

aku takut membuka hati, aku takut disaat aku merasa nyaman dan aman lalu mulai menyukai dan mencintai orang, tapi orang itu menolakku. 

aku takut akan hal itu. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar