Laman

clock

Jumat, 21 Juni 2024

 taukah kamu, semalam aku menangis dan menyesali diri. 

anakmu menahan airmata, anakmu menahan rasa sedihnya, anakmu menahan rasa sepinya. 

tubuh sekecil itu menahan emosi yang luar biasa,

ia menatap nanar pada yayah yang sedang bermain dengan abang faridnya

ia menatap sedih pada pakde yang menggendong adiknya, pada abang yg pergi sholat dengan pakdenya

ia menatap sedih pada abi yanza yang datang dan mengajak anaknya bermain air laut,. 

anakmu merasakan iri yang begitu mendalam. 

setiap kali ada keluarga yang datang, ia senang, ia ikut bermain. Tapi saat mereka pulang, anakmu berkata " akak kangen abi "

anakmu sungguh membutuhkan sosok pria yang dapat menemaninya dan menjadi panutannya untuk memenuhi kasih sayang. 

aku belum mampu menemukan sosok itu, sementara aku dan anakmu membutuhkan sosok itu. 

aku menyesali diri, tak mampu memberikan keluarga yang lengkap untuk anakmu. 

aku menyalahkan diri, kenapa tak menikah lagi sewaktu dia kecil, agar ia tak perlu merasa iri dan nanar melihat orang disekelilingnya yang memiliki orangtua lengkap. 

aku..

aku..

aku....

ada banyak kata yang kumulai dari aku, tapi tak mampu lagi kuucapkan. 

kamu perlu tau perasaan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar