Laman

clock

Kamis, 04 Juni 2026

pada suatu hari di usia ini, yah awal dari kepala 3. 
aku mulai semakin memaknai arti dari kehidupan.
capek iya, lelah iya, tapi kapan semuanya dimulai?
semuanya dimulai ketika memasuki usia bekerja. 
memenuhi tuntutan dan harapan sosial, 
norma yang hadir di masyrakat bagaimana seharusnya menjadi manusia. 
peran yang bertambah. 
pertama sekali hadir peran sebagai anak
kemudian berperan kembali menjadi siswa
berperan kembali menjadi mahasiswa, sebagian ada yang beperan menjadi pekerja
berperan menjadi anak, pekerja, bertambah menjadi peran istri atau suami yang sudah sepaket dengan peran menantu, ipar. 
berperan menjadi anak, pekerja, istri/suami, menantu dan ipar otomatis peran bertambah maka jobdesk semakin bertambah, dan tuntutan, harapan sosial semakin meningkat. 
bagi yang beruntung, peran kemudian bertambah menjadi seorang orangtua (bapak/ibu). 
peran semakin membesar, dari anak, pekerja, istri/suami, menantu, ipar, dan ibu/bapak
norma yang ada tentunya.

membiasakan diri untuk mengabdi sebagaimana anak yang berbakti. Menjenguk, menjalin komunikasi dengan orangtua, memperhatikan kesehatan dan kebutuhan mereka, mengakomodasi hal2 yang mungkin tak bisa lagi mereka selesaikan. 

beradaptasi menyelesaikan pekerjaan di tempat kerja, plus sepaket berhubungan dan menjalin interaksi sosial dengan teman ditempat kerja.

menunaikan tugas sebagai seorang istri, plus sepaket dengan urusan rumah tangganya, listriknya, Berasnya, biaya anak, kebersihan rumah, dan seabrek jobdesk dalam rumah tangga

beradaptasi menjalankan tugas sebagai seorang menantu dan ipar, membangun komunikasi, melihat perbedaaan dan menyesuaikan diri, meregulasi diri dengan celetukan2 atau norma budaya dari keluarga pasangan atau bahkan tuntutan ekonomi yang juga kadangkala muncul, berusaha berinteraksi dan membangun komunikasi yang bisa diterima keluarga pasangan. 

menunaikan tugas sebagai seorang ibu/suami, dari yang terkecil merawat bayi, mulai dari merawat, mengasihi, mengasuh, yang bukan hanya sekedar kata, tapi mendedikasikan diri memberikan yang terbaik, mulai dari hadir menjaadi tempat aman, hadir menjadi sosok pendengar, hadir menemani, membelikan barang dan fasilitas, belajar parenting, hadir membimbing, yang tak pernah usai hati dan pikiran untuk memberikan yang terbaik terhadap peran ini.

peran peran ini dijalani oleh seluruh umat yang masih hidup. membawa ekspektasi tinggi terhadap semua peran ini, tentunya sangat melelahkan diri

Senin, 25 Mei 2026

katanya aku terlalu baik. 

ntahlah...

lantas aku harus jahat seperti apa?


katanya aku bodoh, 

ntahlah sulit untukku bersikap masa bodoh. 


katanya aku harus berhenti menolong mereka2. 

ntahlah, bagaimana caraku berhenti jika aku masih disini. 


tapi aku tidak mengerti, dengan diriku..bagaimana aku harus bersikap seperti kata mereka. 

aku terlalu baik hingga menyiksa diriku, sementara baikku tak pernah cukup untuk kelilingku. 

tapi kenapa, tuhan selalu membuatku luluh pada semua orang disampingku. 

padahal mereka jahat, padahal aku lelah, tapi kenapa sulit untukku mengabaikan mereka. 

Setiap kali akan lebaran, aku merasa tidak berbakti....
aku ingin melarikan diri, 
aku jenuh setiap kali lebaran seperti ini. 
lelah, 
satu sisi aku merasa seperti anak durhaka, membiarkan orangtuaku bekerja tanpa henti. 
satu sisi, aku merasa tubuhku tak sanggup lagi mengikuti alur kegiatan dirumah. 
kakiku mengeluh
tanganku, punggungku, otakku, mataku, semuanya berteriak.
aku mau membantu, tapi aku tak sanggup semuanya. 
aku mau membiarkan, tapi aku merasa anak durhaka. 

aku mau orangtuaku berhenti, tapi bukankah ini rezeki?  

jujur, aku merasa tertekan setiap kali lebaran. 
seolah semuanya tak pernah usai

Senin, 09 Februari 2026

ES

kamu, iya kamu. 
kamu sepertinya punya kelainan. 
kamu meendekatiku ketika aku mempunyai kekasih hati
kamu mendengarkanku ketika aku bersuami
kamu menjadi orang terdekat dan memberikan kenyamanan ketika aku tak sendirian. 

lalu kemudian, dunia berbalik untukku
dan kamu meninggalkanku. 
6 tahun sudah, dan ku rasa, 
kamu memang lebih suka pada istri orang. 
KAMU ES

aku berhenti ya.

 kali ini, saya bercerita tentang diri saya. 

sejujurnya aku pernah mencoba untuk membuka hati untuk seseorang yangg pernah mendekatiku. Tapi lalu kemudian dia menjauh, meningggalkanku dalam kehampaan. 

pernah ingin bertanya, selama ini dia selalu ada, bahkan saat abi adzra ada, dia masih menjadi sosok yang paling kupercaya. 

kemudian semua itu berubah dan menghilang, ketika abi adzra pergi. Dia ikut pergi. ntahllah, apa tidak nyaman berteman dengan seorang janda. atau mungkin takut menikahi dan jatuh hati pada seorang janda. wkwkwk. agak menyakitkan sih. menyakitkan banget memang. 

aq saja heran terhadap diriku. kenapa susah sekali rasanya untuk melepaskan jeratan dari kedua orang ini. 

kadangkala aku berpikir dia menyukaiku, namun kadangkala dia menyakitiku. dan ketika dia menyakitiku, aku kembali marah kepada abi adzra, kenapa dia meninggalkanku sehingga aku harus mencari orang lain, harus menyayangi orang yang menyakitiku. 

aku sendiri bingung dengan diriku sendiri. rasanya orangorang tersebut sudah menyakitiku, namun kenapa aku masih mudah memaafkan orang2 yang menyakitiku, bahkan bisa kembali menyukai mereka, seolah rasa sakitku kemarin bukan apa2. 

dia merendahkanku, dia tidak pernah menghargaiku, dia menyakitiku, dia tidak menyayangiku, dia tidak menginginkanku, aku tau itu. aku pernah merasa sangat kecewa padanya.  namun kenapa, aku masih saja terpaku pada kebaikannya yang dulu, dibandingkan rasa kecewa penuh yang ia berikan ini. 

aku lelah. 

tapi kenapa, sulit untuk ku membuka hati. 

aku selalu berpikir, orang yang akan ku kenal ini belum tentu sebaik abi, belum tentu sebaik dia. aku khwatir orang baru ini tingkahnya, aku takut dkecewakan dengan perilaku yang tidak baik. 

aku takut, takut menyukai namun kemudian terjatuh lagi. 

ku beranikan diri untuk menyampaikan rasaku, dan yah aku ditolak. tapi aku tak lagi kecewa tak jatuh sedalam kemarin2, perlahan, rasanya memang cukup untukku rasakan bahwa dia tak layak untuk ku cintai setulus hati. 

hari ini akan ku kenang, bahwa aku pernah mencoba membuka hati. bukan hanya mencoba, namun aku menggantungkan harapan dan hidupku di dunia padanya. tapi aku di tolak, hari ini akan ku kenang. 

hari ini, dia kehilangan aku yang setulus hati mengharapkannya. meskipun mungkin dia tak merasa kehilangan, karena aku bukan apa2 lagi matanya, tapi setidaknya aku tau, dia kehilangan aku. 

ya, aku. aku yang dimataku selalu menjaga diriku, aku yang selalu baik, aku yang tidak penyayang, aku yang lembut dan manja, aku yang berusaha mengerti, ya aku.

dan aku percaya aku baik. karmaku baik, karena itu jodohku juga baik. aku percaya, abi adzra memilihku karena nilai diriku, karena berulang kali dia selalu memilihku. 

maka aku, berhenti untuk mengharap orang yang tak layak untukku berikan hati ini. E.s

Sabtu, 18 Oktober 2025

hati Anakku

bi. apakah kamu lihat dari atas sana. 
anakmu, sangat menyayangi dan memikirkan perasaanmu. 
dia bahkan menangis memikirkan kamu akan menangis jika melihat umi menikah lagi. 

seminggu terakhir ini, para nenek2 mengatakan kalau anakmu ingin memiliki abi baru. Katanya biar bisa minta beli mainan. 
terakhir, anakmu minta beliin motor mainan yang pake mesin. Umi ingin menantang, biar anakmu berhasil dan termotivasi untuk belajar dan berusaha. umi bilang, jika mau motor harus menghafal surat annaba. sepertinya anak kita menyerah karena sulit sekali menghafal annaba. dia bilang, kalau ada abi baru, gak perlu hafal annaba dia bisa minta beliin, wkwkwk, se absurd itu pikirannya. 
lalu umi bilang, kayaknya umi ni gak nikah2 soalnya abi yang gak ngasih umi nikah lagi. 
kemudian spontan anakmu menjawab," iyolah abi kan ngintip dari atas, abi nangis liat umi nikah lagi'. dengan mata bemerah menahan air mata, terlihat jelas dimata umi anakmu menahan sakit ketika mengucapkan itu. 
dia menangis dalam diam. menahan tangis karena malu. 
malam harinya, umi menyaksikan, bagaimana dia mengalah untuk memiliki abi baru, mengabaikan keinginnannya terhadap sosok abi baru karena takut abi oji sedih dan menangis. takut abi sedih saat melihat foto kita bertiga. "dak jadi punya abi baru, biarlah' ujarnya sambil menangis. 
perih bi, 
perih sekali,
melihat anak usia sekecil itu harus menahan mengalah dengan keinginannya hanya karena tidak ingin orangtuanya bersedih. 
umi perih melihat dia mengorbankan keinginannya., 
sakit sekali., 

Jumat, 17 Oktober 2025

Tentang Alfatih El Adzra

dear anakku, 

Alfatih El Adzra

terimakasih telah menjadi pribadi yang baik hati, lembut dan penyayang. 

terimakasih untuk  pikiran, perasaan, perhatian yang telah kau beri. 

terimakasih untuk hatimu nak. 

5 Tahun 7 bulan 

Umi bahagia untuk melihatmu tumbuh dan berkembang hingga saat ini. 

Nak, 

tumbuhlah bahagia tanpa harus memikirkan banyak hati. 

tumbuhlah bahagia dengan hatimu tanpa harus menyenangkan banyak hati

tumbuhlah bahagia dan ucapkan apa yang kau ingini,  

tumbuhlah nak, ada banyak ruang untuk kita berdiskusi, 

tanpa harus mengorbankan hatimu sendiri. 

Tak ada yang salah dengan keinginan hati, 

Tak harus merasa bersalah dengan apa yang terjadi, 

Tak perlu mengalah karena perasaan umi dan abi. 

hingga kau dewasa dan menua nanti, jangan kau pendam sendiri, 

kamu tak sendiri, ada banyak tempat untukmu berbagi

kamu tak sendiri, tak harus menyenangkan banyak hati

selalu ada ruang untuk kita berdiskusi. 

selalu ada jalan untuk bersama kita lalui.

Tumbuh bahagia anakku, 

Terimakasih untuk hatimu.