Laman

clock

Sabtu, 24 Desember 2022

selamat hari ibu

Selamat hari ibu, untuk diriku

untuk aku yang telah kuat menjadi seorang ibu. 

kamu hebat, kamu mengeluh namun tetap bertahan. 

terimakasih untukmu, liza nopriza. 


dan lagi, aku mengeluh hari ini. 

aku merasa aku terlalu baik. malah amat terlalu baik. Aku terlalu menuntut diriku untuk mengikuti norma dan memahami perasaan oranglain. Dasar aku. 

Aku lelah, aku tak ingin mudik ke pagaralam. 

aku ingin liburan ke jakarta, atau hotel lainnya untuk menenangkan diri. 

menarik diri dari hiruk pikuk dunia. 

aku terlalu letih untuk menyebrang dan mudik, tapi.. ada rasa dan perasaan berdosa dalam diri ini jika tidak mudik. Aku merasa kejam terhadap mertuaku, merasa bersalah terhadap mereka. Walau sedikit, aku juga ingin mengelus nisan suamiku, mengenalkan adzra pada abinya. Meskipun begitu, masalah ziarah ini tidak terlalu membebaniku, karena bagiku sudah cukup untukku berdoa dan mengajarkan adzra untuk berbakti setiap waktu mengirimkan doa untuk abinya. 

aku merasa bersalah jika tidak mudik, merasa seperti aku tidak berbakti kepada suamiku karena mengabaikan perasaan keduaorangtuanya. 

iya, seharusnya jika bertemu mereka bisa datang saja ke bangka. Menemui cucu mereka. Tapi aku yang berprofesi sebagai seorang pembaca manusia, tak bisa begitu saja mengabaikan harapan mereka. Meski terkadang harapan mereka itu menyakitiku, mengabaikanku, membuatku terluka. Hanya dengan mengenang bahwa aku dan suamiku, anak mereka memiliki visi dan misi ketika menikah, mengenang bermilyaran kasih sayang yg diberikan suamiku, anak mereka. Membuatku merasa bersalah dan bertanggungjawab atas mereka. 

aku tau ini salah. makanya kusebut diriku terlalu baik. Terlalu Bertanggungjawab atas hal yang sudah sepatutnya bukan lagi tanggungjawabku. Aku hanya penghubung, tapi aku seolah terus harus mewujudkan hal-hal yang pernah aku dan suamiku ceritakan. 

entah diriku yang mana kali ini yang akan menang.

kuharap, kamu lebih mengerti dirimu liza. 

tidak mengapa beristirahat sekarang,waktunya juga belum tepat untuk adzra.

tidak mengapa kejam dan menutup telinga hingga beberapa waktu

menebalkan hati dan menjalani hari yang kamu mau.

kuharap, kamu memutuskan dengan baik.



note : aku ingin berbincang tentang ini dengan seseorang, tapi aku tak menemukan orang yang tepat 

Jumat, 09 Desember 2022

ketika semua bertanya, kapan?

Dua hari ini sudah, 

Aku gelisah. Mereka mempertanyakan " kamu kapan? ", " kamu pernah dan terpikirkan tidak untuk menikah, kembali ? " kata mereka dengan penekanan pada kata kembali. 

aku menjawab dengan jujur. "Aku terpikirkan, aku ingin menikah kembali, tapi saat ini aku tidak menemukan orang yang sesuai. sosok yang mampu ku percaya dan pas dihatiku".  

mereka jawab. "Alhamdulillah". 

dan setelah itu, hatiku terasa sakit. Aku ingin menikah kembali. aku merasa kasihan pada diriku sendiri... Aku melihat seorang wanita hamil, aku teringat akan hangatnya belaian tanganmu diperutku bi. Usapan tanganmu di kepalaku. Pelukan dan perhatianmu yang sangat membahagiakanku. 

lalu setelah itu diperjalanan aku melihat seorang wanita muda didampingi seorang laki-laki mendorong bayinya di Stroller. Hatiku perih, mengingat aku yang seorang diri mendorong buah cinta kita tanpa aku bersamamu bi. 

semua berkilas balik dan aku merasa benci. aku benci dengan diriku yang melalui semuanya tanpamu. Aku merasa menyedihkan, aku ingin merasakan semuanya denganmu. 

saat tiba dirumah, Buah hati kita yang tumbuh pesat berkembang dengan cerdas dan ceriwis. Setiap celotehannya membuat hatiku tersentuh bahagia. Tapi aku, membayangkan kamu yang mendengarnya. Aku membayangkan ekspresimu saat mendengar celotehannya. Aku membayangkan kamu yang bergulat dengan buah hati kita. Membayangkan kita bertiga yang bermain bersama penuh canda tawa. Kamu dengan tingkah konyolmu, anak kita yang jenaka, dan aku yang aneh. Bukankah akan sangat menyenangkan dan konyol?. Kurasa kita akan jadi keluarga jenaka yang menyenangkan. 

Kamu, yang pastinya akan selalu sedih melihatku mendidik anakmu dengan tegas. Kamu yang tidak tegaan dengan anakmu. Kamu yang akan selalu bermain dengan anakmu. Aku tau itu, aku tau kamu, karna waktuku denganmu tidaklah singkat. 

Bayangkan betapa teriris dan pedihnya hatiku dua malam ini. Bahkan saat aku mengetik ini sambil melihat anakmu berjalan berlari kesana kemari dengan senyum polos dan mata berbinar-binar seraya memonyongkan bibirnya, air mataku berembun. ingin kamu melihat apa yang aku lihat. Ingin kamu merasakan apa yang aku rasakan. Ingin kamu disini juga. 

INGIN KAMU DISINI. 



Senin, 28 November 2022

biarkan aku

aku, bernyanyi. 

menghayati meresapi lirik yang menyatu ke hati. 

kamu tak hilang, takkan hilang dalam kenangan. 

kamu takkan pernah terhapuskan

kamu pergi, bukan berarti aku tak bisa mengingatmu lagi. 

kepergianmu, kamu dan kenanganmu. Bukan untuk dilupakan. 

aku bisa menjalani hari, tanpa harus melupakanmu

kepergianmu bukan untuk dilupakan. 

bukan untuk memutus semua kenangan


tapi kenapa, 

semua seolah ingin aku melupakan

aku sakit karna dipaksa untuk memutus kenangan

yang tak mungkin bisa manusia lakukan

aku punya ingatan

aku punya perasaan

aku manusia normal dengan kenangan

biarkan aku mengenang, 

biarkan aku menyimpan

biarkan aku mengingat

biar aku memeluk hati yang pernah sempurna ini. 


" korbankan diri dalam ilusi

hilangkan rindu yang membelenggu

membuang waktu bersama mimpi

walaupun sepi takkan berlalu. 

pada malam ku titipkan salam untuk dirimu yang aku sayang" 



Sabtu, 12 November 2022

3 tahun

9 November 2022
tiga kali sudah aku melewati hari kelahiran tanpa kamu bi. 
dua tahun pertama kulalui dengan luka yang teramat parah. Tahun ini, aku lebih dapat membalut luka. Tak sepenuhnya pulih terobati, tapi setidaknya luka itu tak lagi menganga dan berdarah. 
satu tahun terakhir benar-benar membuatku mampu berdiri. 
aku tak sendiri lagi satu tahun terakhir.
 
biro yang mulai membuatku sibuk
orang-orang himpunan yang mengajakku untuk turun lapangan, perlahan menumbuhkan kepercayaan diriku. Mengasah dan mempoles kemampuanku. Aku kembali yakin dan menemukan semangat bahwa aku masih bisa diandalkan. Aku masih bisa berdiri dan menyampaikan. Aku masih diharapkan dan bantuanku sangat berarti. 

para pasien dan klien yang mulai berdatangan dan meminta bantuan, membuatku yakin aku bisa membantu meskipun sedikit dan sekedar edukasi.

keluarga yang tak lagi membantuku secara materi dan bahkan mulai menganggapku mandiri, membuatku yakin aku bisa hidup seperti terdahulu lagi. aku mandiri dan cukup percaya diri. 

guru-guru les yang hadir setiap hari selayaknya keluarga bagiku sekarang bi. Mempersiapkan kegiatan mereka, memberikan arahan agar sesuai visi misi, menjaga kekompakan mereka, membimbing dan menyesuaikan diri dengan mereka, sungguh tidak mudah bi. Tapi mereka membuat hidupku berwarna. hadirnya mereka membuatku pusing kepala, tertawa, sedih, tertekan, bahagia. semuanya menyatu. Belajar dari mereka bagaimana memahami dan memimpin untuk waktu yang lama. berterimakasih untuk mereka karena mau menerima pimpinan sepertiku. aku berharap bisa memberikan keadilan dan rezeki mereka sesuai dengan kemampuan mereka tanpa aku dipenuhi emosi negatif. 

dan ya,
aku yang kemarin-kemarin menangis karena merasa sendiri, 
sangat berterimakasih dengan mereka yang mau merayakan hari lahirku bersama bi.
tertawa dan saling berkisah. 
sungguh mengobati luka hari ulangtahun tanpamu. 

meskipun pada malam harinya, 
aku mengulang-ngulang ucapan ulangtahun darimu
meskipun aku menangis tersedu-sedu karena ketidakhadiranmu
tapi tahun ini jauh lebih baik. 

dan malam hari tanggal 8, aku bermimpi
ingin mendatangi kamu, mengatakan kepadamu untuk jangan lagi menghilang dan menggantungkan hubungan kita. 
aku bermimpi ingin mengatakan kepadamu, aku merasa dipermainkan olehmu. aku ingin kamu untuk menyudahi saja hubungan kita, karena kamu yang menggantungkan dan tak berani menemuiku. 
tapi di mimpi itu, aku tak bisa mengatakan itu secara langsung kepadamu, 
karena kamu tak pernah mau menemuiku. 
kamu menghindariku. 
sementara aku mencarimu kemana-kemana. 

yah, aku agak terobsese denganmu bi. 
kuharap, aku bisa menemukan orang yang jauh lebih baik darimu di dunia ini. 
tidak untuk menggantikanmu, 
tapi untuk bersamaku mengobati lukaku. 


meskipun saat ini aku selalu bersikeras kamu jodohku, dan hanya kamu. 
tapi aku berharap aku sadar diri dan perlahan melepaskan 

kuharap, kamu dan aku bisa saling memahami usia jodoh kita yang memang telah berakhir. 

dan yah, 
doaku tahun ini
semoga allah berikan usia yang panjang, kesehatan lahir dan batin untukku dan adzra. 
agar aku bisa menyaksikan dengan mata dan kepalaku sendiri... membimbing Adzra tumbuh, berkembang dan berproses hingga ia memiliki keluarganya sendiri. 
semoga allah berikan usia yang barakah dan kemampuan untukku dan adzra menghadapi masalah. 
Aaamiin. 

Sabtu, 15 Oktober 2022

percayaku

 tuhanku..

jika memang engkau izinkan..

kirimkanlah aku seorang malaikat pelindung

yang mampu melindungiku dan anakku

dari rasa sepi yang merajam waktu

dari rasa lelahnya mencari nafkah

kirimkanlah seorang malaikat pelindung

yang mampu berdiri didepan menjadi imam untukku dan anakku 

yang mampu memeluk kami dikala gundah datang tak menentu

yang mampu menghapus airmata rindu dengan penuh kesabaran

yang mampu menyayangiku dan menjadikanku ratu


jika memang akan kau kirimkan kembali,

ku harap dia yang menemaniku dan membantuku dengan penuh kesabaran

izinkan kami sekeluarga sehat jiwa raga dan memiliki umur yang lebih panjang. 


tuhanku, 

Allahku, 

aku masih percaya, apapun yang KAU ambil, akan digantikan dengan yang lebih baik. 

maka aku meminta, kirimkanlah yang menurutMu lebih baik untukku dan anakku  Ya Allah. 


aku tak sempurna, aku penuh dosa, aku penuh kekurangan. 

tapi aku takkan malu untuk meminta yang terbaik ya Allah. 

hatiku warna biru

 aku rindu perasaan dicintai

aku rindu perasaan dirindukan

aku rindu tenangnya sebuah tepukan

aku rindu nyamannya sebuah pelukan

aku rindu teduhhnya sebuah bahu untuk sandaran

aku rindu menangis keras dan ditenangkan

aku rindu diperhatikan

aku rindu ucapan cinta dan sayang

aku rindu kata yang membuatku tersenyum berjam-jam

bahkan aku tak bisa mengontrol rindu ini. 

i miss u

i love u

sudah makan?

sedang apa?

bagaimana hari ini?

apa yang akan kamu lakukan esok?

capek ya?

sudah baikan?

sayang aku gak?

aku sayang kamu

maaf ya,

adzra sehat?

adzra hari ini ngapain ?

adzra sudah bisa apa?

besok kita jalan ya, 

iya besok kita makan itu ya,



aku ingin mendengar dan melakukan semua itu. 

tapi tak mudah

ku sedih

sangat sedih

hatiku warna biru

Jumat, 14 Oktober 2022

single parents

 Takdir membawaku menjadi seorang pejuang sendirian. 

Tidak mudah. malah terasa amat sangat berat. 

Bukan karena kehadiran ananda, tapi aku yang bermasalah. 

Emosiku seringkali tak stabil. yah, memang aku jarang dan mengerem diriku untuk tak melampiaskannya ke buah hati, Meskipun begitu, aku tetap menghakimi diriku dan merasa lelah. 

sesedikit-dikitnya pekerjaanku dan sebagaimanapun aku mengatur waktu, sebagaimanapun aku berbagi dengan bibi keluargaku, aku tetap merasa tak ada tempat untukku berbagi pekerjaan dan hati. 

yah, aku butuh sandaran. 

atau emosiku yang mengharapkan sosok pelindung untuk bermain bersama anakku. 

tak mudah untukku mengelola emosiku.

mengabaikan empatiku ketika harus menitipkan buah hatiku seharian dihari tertentu.

menutup telinga dari cemoohan orang yang menyalahkanku karena menitipkan buah hatiku. 

aku harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan dan keinginanku. 

inginku?

aku ingin tak lagi bergantung pada keluargaku, secara ekonomi. 

aku ingin berdiri mandiri.

tapi, setelah menjadi seorang ibu, stamina badanku menurun drastis

emosiku seringkali tak terkendali

pikiranku berat dan sakit tak menentu. 

jangan tanyakan kakiku, 

ntah karena aku yang terlalu rajin dan baik hati

atau aku terlalu memikirkan cuan yang kudapat

hingga aku harus menderita penyakit kaki. 

tidak parah memang. 

tapi cukup untuk membuatku kesulitan berjalan setiap harinya. 


tak mudah untuk menjadi single parents dan merencanakan agenda tumbang dengan seabrek kegiatan untuk cuan. 


pada akhirnya, aku harus tetap berjuang. karena adanya dia.. membuatku lebih semangat untuk menjalani hidup. 

dan..

= terimakasih untuk diriku, tetap semangat mengelola emosi ya diriku=


Kamis, 08 September 2022

PMS

 hari ini, 

Dadaku serasa ingin meledak dan pecah. 

aku ingin berteriak dan menangis tanpa tau masalah apa yang sebenarnya ingin ku atasi. 

ya, aku PMS dan perasaanku lelah. 

aku lelah silih berganti dengan perasaan ini, aku lelah untuk sempurna dan mengerjakan semuanya sepenuh hati. 

aku abai dengan perasaanku sendiri. hingga akhirnya aku memaksa orang-orang disekitarku untuk memahami. 

bola mata kecil itu yang seharusnya bisa lebih aku pahami, tapi aku menjadikannya patuh dengan pemaksaan. 

aku takut, takut menjadi orangtua yang memaksakan semua kehendaknya. takut jika yang ia tanamkan dibenaknya tentangku adalah kepatuhan semata untuk sempurna. 

aku takut ia menjadi sepertiku. 

aku takut menjadi orangtua yang tak bisa memberikannya kasih sayang yang utuh.

aku bertanya-tanya.

bagaimana peranku,

apa aku berhasil menjadi seorang ibu yang penuh kasih?

aku cemas.

aku ingin ia tumbuh berkembang dan berproses dengan penuh kehangatan. 

tapi aku, sang dominan. sang otoriter. sang pengatur. sang pemarah. ah, semua itu kulabelkan terhadap diriku sendiri. 

aku tau, aku harusnya menyadari tak ada yang sempurna. 

aku bukan ibu yang sempurna dan tak akan pernah menjadi ibu yang sempurna untuk anakku. 

aku bukan pula anak yang sempurna dan tak akan pernah menjadi anak yang sempurna untuk orangtuaku. 

pola asuhku bukan yang sempurna dan tentunya akan tetap memiliki celah. 

pola asuh orangtuakupun tentunya memiliki celah lebar. 

maka, 

anakku pun akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak akan pernah sempurna

pola asukupun akan tumbuh dengan memiliki celah. 

aku yang menyadari itu harusnya menerima. 

aku yang memahami itu harusnya lebih bisa mengesampingkan egoku. 

tapi aku manusia

yang masih memiliki rasa kecewa

terhadap hal yang tak kuinginkan disekitarku. 

aku sesak

aku butuh pelukan. 

aku merasa gagal menjadi ibu. 

aku bingung tujuan hidupku

aku berkutat dengan keinginan-keinginan yang bersyarat. 

aku lelah,

dan aku butuh sandaran. 

tapi orang akan berkata, aku cengeng. 

orang akan memaksaku untuk menikah. 

aku tau tak ada solusi.

tapi aku berharap ada manusia hidup yang mendengarkanku, 

menerima ceritaku. 

memahami porsiku. 

selayaknya dia yang dahulu. 

Jumat, 15 Juli 2022

5 tahun

Happy annive. 

terlalu lelah aku mengenangmu kemarin bi

hingga aku sangat lelah saat ini. 

lelah karna merindumu seharian kemarin.

lelah karena mengharapkanmu 

lelah tanpamu

kamu menguatkanku disaat semuanya terasa melemahkan

tapi aku lelah karna berharap lebih darimu. 

maafkan aku.

ada banyak cerita yg tak bisa kuungkap hari ini

semoga besok, aku dapat melepas beban untuk bercerita denganmu ya bi.  

Selasa, 24 Mei 2022

merindu

hari ini..

bayi ayuk kusma lahir ke dunia.

Umi disini, gemetaran menenangkan hati. 

sedari beliau harus melahirkan ke pangkalpinang, harus pergi ke rumah sakit besar karena Hb yang rendah, Umi menangis. Mengulang memori yang kian membuat umi takut bi. 

rasanya baru kemarin kita periksa ke Muhaya, baru kemarin pergi kerumah sakit untuk melahirkan. Melihat yuk kusma yang menangis karena harus melahirkan ke Pangkalpinang, umi kembali menahan air mata sekuat mungkin. Untuk bersikap tegar. Untuk tidak terjatuh dalam memori yang luka. 

Memori satu persatu yang terkilas tanpa arah. Bersama abi, berdua kita di kamar rumah sakit. Menangis kita berdua karena harus ke meja operasi. Kebingungan kita berdua karena hanya bertiga. perlahan terasa menyakitkan. 

terbayang lelahmu bi, terbayang paniknya dirimu melihat umi yang belum begitu sadarkan diri. Terbayang saat umi tiba-tiba menggigil ditengah malam. Terbayang lelahmu yang memaksakan diri untuk minta izin tidur. 

semua terasa perih. 

ingin umi memutar waktu, dan merubah semua momen itu

ingin berteriak meminta keadilan untuk semua orang yang katanya menyayangi kita. 

terlalu berat semua itu untuk umi saat ini.

umi mencoba tegar dihadapan semua orang,

nyatanya setiap sendi umi gemetaran. umi menahan tangis yang selalu pecah di malam hari. 

rasa perih dan sakit itu begitu nyata. menyesakkan hingga benar-benar terasa mencekam nafas. 

ingin mengiba, tapi umi masih punya iman. umi masih ingat untuk tidak membuat abi susah di alam sana. 

umi hanya bisa menangis hingga tersendat. hingga airmata tak mampu lagi menguraikan kepedihan.

pedih yang benar-benar tidak berujung.


setiapkali mereka bilang, umi akan menemukan suami baru.

umi bertanya-tanya. akankah bisa?

apakah bisa?

apakah masih ada sepertimu?

yang mampu menerima umi, menyayangi umi, tanpa meminta ??

umi sendiri tidak yakin akan menemukan kedamaian, kenyamanan yang umi rasakan di abi. 

 lantas, bagaimana mungkin umi akan menemukan pengganti abi. 

umi takut.

takut dengan semua hal yang terasa kian mencekam

takut dengan kesendirian ini.

semua hal tentang kehilanganmu dan tergantinya dirimu

terasa sangat menakutkan.

Selasa, 01 Maret 2022

Good Mood

Belinyu, 02 Maret 2022

hari ini, ku awali dengan penuh senyum dan bahagia

kamu hadir malam tadi

membawa seribu impian yang kurindukan. 

kalimat yang selalu kunantikan

belaian yang kuharapkan

itu benar-benar ada tadi malam. 

tanpa ku minta, tanpa ku ingat, tanpa ku berharap. 

kamu datang menyemaikan. 

terimakasih cinta.

terimakasih abi adzra. 

untuk pelukan hangat yang terasa nyata

untuk kalimat cinta yang benar-benar membuatku bahagia. 

terasa benar-benar nyata hingga saat menulis ini, aku ingin meneteskan airmata. 

seperti mengulang memori sebelum 2020. 

padahal tadinya, saat mata ini terbuka, umi tersenyum girang loh bi. 

senyum-senyum sendiri hingga merasa tersipu sendiri

merasa bahagia tak terhingga. 

merasa benar-benar amat sangat good mood hari ini. 

sampe ngucapin alhamdulillah berkali-kali.

tiba-tiba aja saat menulis ini, bahagia jadi haru, jadi melow deh bi...

semua terasa nyata. 

pelukan hangat.

ungkapan mesra. 

setelah abi dari tempat lain, dan adek umi titipkan di nekcik. Abi datang peluk umi yang sedang tiduran. dekap umi dengan sangat erat seperti yang biasa abi lakukan. Hangatnya masih terasa sampai sekarang bi. Abi peluk erat dengan manja. Abi bilang. " Abi sayaaaang lah kek Umi, jangan jauh dari Abi, jangan sering ngilang, Abi sedih umi ngilang".

umi jawab, " emang umi sering ngilang, ?" . lalu abi jawab sambil meluk erat " iyo".  

and then umi terlelap dalam pelukan abi. 

terasa amat nyata

duhhh giliran nulis, malah pengen dipeluk abi lagi.

pengen ada abi lagi disini. 

miss banget ama abi. 

hari ini tanggal 2 maret 2022. 

keinget, di hari ini kita ke pergi buat lahiran adek yak. abi yang nyupirin naek mobil. beli kelapa muda dll. sampe akhirnya besok malam harus operasi lahiran adek. 

terimakasih ya bi, 

udah menjadi suami yang terbaik untuk umi.

terimakasih

udah menjadi Abi yang terbaik tersigap tersegalanya buat buah hati kita.

semua kasih sayang dan pengorbanan Abi, akan umi ceritakan ke Alfatih El Adzra Bin Ozi Agustra. 

i miss u bi. 

we miss u. 

so much. 


btw : ngetik judul goodmood, jadi ingeet minuman yang pernah kita minum dan kita sebutin terus yak bi. "goodmod" "Thaitea" dan banyak lainnya yang kayaknya gak pernah habis cerita kalo sama abi. 

Senin, 28 Februari 2022

kau

 kau yang dulu

ku harapkan menyemai hati hingga tumbuh berseri

kini ku kenang dengan rindu tiada terperi. 


kau yang dulu

ku pikir abadi

kini ku rasa sendiri


kau yang dulu

ku nikmati

kini ku sembilu disini


kau yang dulu ku temani

kini ku nanti tanpa tepi


kau akhir cerita yang kini bertemu di mimpi



aku rindu. 


Jumat, 11 Februari 2022

Rasa Ini

 bi. ..

Umi rindu. 

Semua kenangan terpatri dengan indah dan mengalunkan banyak nada rindu.

Tentang Abi, tentang Umi, tentang Masa yang kita lewati. Buah cinta kita tumbuh sehat dan sempurna. Alhamdulillah. Tatapan matanya, senyumnya, gerakan lucu yang dibuat buah hati kita, sama persis seperti kelakuan kita berdua yang konyol. Umi harap Abi bisa melihat, Umi harap Abi bisa mendengar, Umi harap Abi bisa merasakan hal yang Umi lewati saat ini. Umi berharap melihat Abi tertawa bermain bersama buah hati Abi. Umi terkadang membayangkan Abi disisi Adek. Menyakitkan ketika bayangan itu terkadang datang tanpa bisa umi elakkan, tapi Umi berusaha menerima bayangan itu. semenyakitkan itu. 

Umi saat ini bekerja dirumah. Membuka biro konsultasi seperti yang pernah kita ucapkan. Tidak mudah untuk melaluinya, apalagi tanpa dukungan sosok seperti Abi. Sakit rasanya ketika orang-orang melihat dan memandang bahwa Umi adalah Janda kaya. Buah hati kita adalah anak yatim yang kaya. Padahal semua ini dari bantuan banyak pihak. Bukan Umi tak bersyukur. Bukan Umi tak berterimakasih atas ucapan mereka. Hanya saja terkadang mereka menunjukkan rasa iri atas rumah, atas gelar, atas pekerjaan, atas banyaknya mainan buah hati kita, atas kehidupan ini. Padahal untuk menjalani ini semua, Umi banyak menghabiskan malam dengan tangisan rindu dan kesepian. Banyak airmata dan lelah dibalik ini semua. Anak yatim yang memiliki semua mainan. Kata mereka.  padahal mainan yang dimiliki buah hati kita adalah pemberian dari orang-orang yang sayang terhadap buah hati kita. 

jika boleh, biarlah mereka tak perlu memberikan apapun untuk buah hati kita. Bahkan yang tidak pernah memberikan, juga bukan masalah. Sehingga mereka juga tidak perlu untuk berkomentar atau merasa iri dengan kehidupan Umi dan buah hati kita. 

jika boleh berkata... jika kamu masih ada bi, mainan yang dimiliki oleh buah hati kita saat ini tentunya belum seberapa. 

jika boleh berkata.... jika kamu masih ada, buah hati kita tak memerlukan mainan ini semua. 

jika boleh berkata.... kemewahan dan harta ini tak sebanding dengan kerinduan kami terhadapmu bi. 


tapi...

Allah maha baik. 

Allah cukupkan rezeki kami dari banyak orang.

Allah limpahkan rezeki kami melalui banyak cara. 

agar Anak Yatim tidak sepenuhnya merasa kehilangan.

agar Janda ini mampu tersenyum dan lebih tenang.

Umi tahu, semua akan kembali kepada Allah. Umi tahu, tak sepantasnya umi berharap abi kembali. 

Hanya saja, umi tak mampu menahan gejolak rindu ini.

menahan dingin yang hampir membekukan perasaan ini. 

Umi rindu, rindu sosok Abi yang mampu menghangatkan semua rasa ini.