Laman

clock

Jumat, 14 Oktober 2022

single parents

 Takdir membawaku menjadi seorang pejuang sendirian. 

Tidak mudah. malah terasa amat sangat berat. 

Bukan karena kehadiran ananda, tapi aku yang bermasalah. 

Emosiku seringkali tak stabil. yah, memang aku jarang dan mengerem diriku untuk tak melampiaskannya ke buah hati, Meskipun begitu, aku tetap menghakimi diriku dan merasa lelah. 

sesedikit-dikitnya pekerjaanku dan sebagaimanapun aku mengatur waktu, sebagaimanapun aku berbagi dengan bibi keluargaku, aku tetap merasa tak ada tempat untukku berbagi pekerjaan dan hati. 

yah, aku butuh sandaran. 

atau emosiku yang mengharapkan sosok pelindung untuk bermain bersama anakku. 

tak mudah untukku mengelola emosiku.

mengabaikan empatiku ketika harus menitipkan buah hatiku seharian dihari tertentu.

menutup telinga dari cemoohan orang yang menyalahkanku karena menitipkan buah hatiku. 

aku harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan dan keinginanku. 

inginku?

aku ingin tak lagi bergantung pada keluargaku, secara ekonomi. 

aku ingin berdiri mandiri.

tapi, setelah menjadi seorang ibu, stamina badanku menurun drastis

emosiku seringkali tak terkendali

pikiranku berat dan sakit tak menentu. 

jangan tanyakan kakiku, 

ntah karena aku yang terlalu rajin dan baik hati

atau aku terlalu memikirkan cuan yang kudapat

hingga aku harus menderita penyakit kaki. 

tidak parah memang. 

tapi cukup untuk membuatku kesulitan berjalan setiap harinya. 


tak mudah untuk menjadi single parents dan merencanakan agenda tumbang dengan seabrek kegiatan untuk cuan. 


pada akhirnya, aku harus tetap berjuang. karena adanya dia.. membuatku lebih semangat untuk menjalani hidup. 

dan..

= terimakasih untuk diriku, tetap semangat mengelola emosi ya diriku=


Tidak ada komentar:

Posting Komentar