Laman

clock

Jumat, 09 Desember 2022

ketika semua bertanya, kapan?

Dua hari ini sudah, 

Aku gelisah. Mereka mempertanyakan " kamu kapan? ", " kamu pernah dan terpikirkan tidak untuk menikah, kembali ? " kata mereka dengan penekanan pada kata kembali. 

aku menjawab dengan jujur. "Aku terpikirkan, aku ingin menikah kembali, tapi saat ini aku tidak menemukan orang yang sesuai. sosok yang mampu ku percaya dan pas dihatiku".  

mereka jawab. "Alhamdulillah". 

dan setelah itu, hatiku terasa sakit. Aku ingin menikah kembali. aku merasa kasihan pada diriku sendiri... Aku melihat seorang wanita hamil, aku teringat akan hangatnya belaian tanganmu diperutku bi. Usapan tanganmu di kepalaku. Pelukan dan perhatianmu yang sangat membahagiakanku. 

lalu setelah itu diperjalanan aku melihat seorang wanita muda didampingi seorang laki-laki mendorong bayinya di Stroller. Hatiku perih, mengingat aku yang seorang diri mendorong buah cinta kita tanpa aku bersamamu bi. 

semua berkilas balik dan aku merasa benci. aku benci dengan diriku yang melalui semuanya tanpamu. Aku merasa menyedihkan, aku ingin merasakan semuanya denganmu. 

saat tiba dirumah, Buah hati kita yang tumbuh pesat berkembang dengan cerdas dan ceriwis. Setiap celotehannya membuat hatiku tersentuh bahagia. Tapi aku, membayangkan kamu yang mendengarnya. Aku membayangkan ekspresimu saat mendengar celotehannya. Aku membayangkan kamu yang bergulat dengan buah hati kita. Membayangkan kita bertiga yang bermain bersama penuh canda tawa. Kamu dengan tingkah konyolmu, anak kita yang jenaka, dan aku yang aneh. Bukankah akan sangat menyenangkan dan konyol?. Kurasa kita akan jadi keluarga jenaka yang menyenangkan. 

Kamu, yang pastinya akan selalu sedih melihatku mendidik anakmu dengan tegas. Kamu yang tidak tegaan dengan anakmu. Kamu yang akan selalu bermain dengan anakmu. Aku tau itu, aku tau kamu, karna waktuku denganmu tidaklah singkat. 

Bayangkan betapa teriris dan pedihnya hatiku dua malam ini. Bahkan saat aku mengetik ini sambil melihat anakmu berjalan berlari kesana kemari dengan senyum polos dan mata berbinar-binar seraya memonyongkan bibirnya, air mataku berembun. ingin kamu melihat apa yang aku lihat. Ingin kamu merasakan apa yang aku rasakan. Ingin kamu disini juga. 

INGIN KAMU DISINI. 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar