Laman

clock

Minggu, 10 November 2024

30 TAHUN

2 hari yang lalu genap usiaku 30 tahun. 

aku tak bisa mengurai kata dan rasa di bulan ini. 

semuanya terasa perih dijalani sendiri, 

bahkan aku tadi mengatakan "kapan kamu kembali bi". 

aku sedih, aku lelah, aku berduka 

serasa aku tak istirahat, padahal apakah dunia memang begini.

apa yang terpendam di dalam hati dan pikiran ini. 

apakah karena aku sendiri

apakah karena rindu tak bertepi

kenapa

apa yang kusepikan, apakah karena aku seorang diri ataukah karena aku terlalu banyak keinginan yang ingin kupenuhi. 

apa yang kucari, aku tak tau lagi. 

mencari bayangmu selalu, mungkin. 

atau mencari sosok yang sudi mendampingi diri ini. 

Rabu, 04 September 2024

 Anak mu itu loh bi 

masyallah cerewetnya bi.. kata orang itu menandakan anaknya pinter. bismillah bi, 

aku emak2 yang mencoba untuk selalu berpikir positif dan mendoakan buah hati. 

walau kadang rasanya kesel dan emosi udah di ubun2 denger keriwehan dari anakmu bi. 

Alhamdulillah anakmu sudah bisa mandi sendiiri, cebok sendiri. tapi ya allah bi.,,,,, mau cebok mau ambil sabun panggil terus, 

bangun oagi mau buat susu panggil terus

umi kerja, panggil dan tanya2 terus.. umi coba nerapin ilmu psikologi, yah tapi umi juga manusia biasa yang lelah letih juga menanggapinya. 

kadang umi mikir, ya allah enak ya klo masih ada abi.... bisa abi aja yg ladenin anak sholeh ini. bisa pagi2 abi yg buat susunya, atau malam hari sebelum tidur kalo umi mager, bisa abi aja yg buatin susunya. 

semager itu ya bi,..

kadangan tuh mikir, kalau sudah nemu sosok baru yg hadir dan menemani hidup kami. 

kira2 dia mau gak ya bantu umi ajak anak sholeh main, 

mau gak dia disaat lelah dan magernya bantu buatin susu anakmu ntah jam berapa itu, 

mau gak dia disaat lelah dan letihnya bantu ambil sabun anakmu, 

disaat ngantuknya mau gak bantu umi ngurus anakmu. 

karena anakmu bukan anaknya kan gitu konsepnya. 

apakah ada  yg bisa bener2 jadi seorang ayah untuk anakmu bi. 

memposisikan diri sebagai orangtua yang hadir untuk anakmu. 




Sabtu, 24 Agustus 2024

Ceritakan padakuBagaimana tempat tinggalmu yang baru
Adakah sungai-sungai itu benar-benarDilintasi dengan air susu?Juga badanmu tak sakit-sakit lagiKau dan orang-orang di sana muda lagi
Semua pertanyaan, temukan jawabanHati yang gembira, sering kau tertawa
Kan kuceritakan padamuBagaimana hidupku tanpamu
Kangennya masih ada di setiap waktuKadang aku menangis bila aku perluTapi aku sekarang sudah lebih lucuJadilah menyenangkan s'perti katamuJalani hidup dengan penuh sukacitaDan percaya kau ada di hatiku s'lamanya, oh-oh
lirik ini bergema terus menerus di pikiranku selama bulan ini. 
membuatku tidak fokus akan berbagai hal dan banyak hal di dunia ini.
aku, bersuha melepas bayangmu. tapi mencari pengganti itu tidak mudah. 
menjalani hari tanpa mampu berbagi itu tidak mudah
tapi aku mampu
aku berkemampuan
aku berkecukupan
aku tak berusaha untuk mengubah hal yang tak bisa aku ubah, 
aku akan merubah cara pandangku dan mengubah apa yang aku bisa, 
tapi. salahkah jika aku merindu
aku tak salah untuk merindu
aku tak salah untuk merasa sedih lelah letih rindu marah dan kecewa,
karena aku manusia yang merasakan kehilangan atas sosok yang begitu membuatku kecanduan

Jumat, 05 Juli 2024

 aku, hari ini mengucapkan terimakasih untuk yang telah terlewati hingga hari ini. 

ternyata, aku masih bisa bernafas dan menikmati secangkir kopi. 

sesederhana itu pagi ini. 

menerima bahwa masalalu bukan suatu hal yang bisa ku gapai, 

melepaskan orang yang kuharap dapat memahamiku. 

menjauhi orang tertentu yang kurasa lelah untuk ku basa basi lagi. 

sesederhana itu aku pagi ini. 

Jumat, 21 Juni 2024

 taukah kamu, semalam aku menangis dan menyesali diri. 

anakmu menahan airmata, anakmu menahan rasa sedihnya, anakmu menahan rasa sepinya. 

tubuh sekecil itu menahan emosi yang luar biasa,

ia menatap nanar pada yayah yang sedang bermain dengan abang faridnya

ia menatap sedih pada pakde yang menggendong adiknya, pada abang yg pergi sholat dengan pakdenya

ia menatap sedih pada abi yanza yang datang dan mengajak anaknya bermain air laut,. 

anakmu merasakan iri yang begitu mendalam. 

setiap kali ada keluarga yang datang, ia senang, ia ikut bermain. Tapi saat mereka pulang, anakmu berkata " akak kangen abi "

anakmu sungguh membutuhkan sosok pria yang dapat menemaninya dan menjadi panutannya untuk memenuhi kasih sayang. 

aku belum mampu menemukan sosok itu, sementara aku dan anakmu membutuhkan sosok itu. 

aku menyesali diri, tak mampu memberikan keluarga yang lengkap untuk anakmu. 

aku menyalahkan diri, kenapa tak menikah lagi sewaktu dia kecil, agar ia tak perlu merasa iri dan nanar melihat orang disekelilingnya yang memiliki orangtua lengkap. 

aku..

aku..

aku....

ada banyak kata yang kumulai dari aku, tapi tak mampu lagi kuucapkan. 

kamu perlu tau perasaan ini.

 AKU, 

manusia biasa yang merasa lelah dan lemah. 

aku butuh sandaran, tapi aku belum menemukan pelabuhan yang bisa kupercaya seutuhnya. 

kadang kala di perjalanan aku menangis kencang, histeris dengan semua kejadian dan rasa lelah yang mendera. Aku ikhlas, tapi aku sedih dan marah, aku kecewa. 

lain waktu diperjalanan, aku bertanya pada hatiku, " bi, liat orang  bawa anaknya jalan jalan, kamu gak pengen ta, main dan nemenin anakmu bi". hatiku mencelos. 

semalam, aku akhirnya berurut dengan salah satu rekomendasi dari temen. Diusiaku yang hampir berjalan 30, dengan segala emosi dan peran yang ku jalani, tubuh ini semakin menua.

masuk angin, salah satu alasanku berurut. Tahukah kamu, sentuhan kasar tangan bibi itulah yang kugunakan untuk memenuhi kebutuhan psikis. 

manusia membutuhkan kasih sayang berupa sentuhan fisik yang tak dapat lagi kutemukan dimanapun setelah kepergianmu. tapi semalam aku menyadari bahwa yang memanggil bibi urut dengan tujuan urut angin, kurang tepat untukku. aku tak begitu peduli dengan angin yang masuk ke tubuh ini. ku rasa, pijat refleksi atau lulur jauh lebih tepat untuk memanjakan diriku. 

hei bi, aku manusia biasa yang terasa sangat lemah, namun tidak menemukan sandaran disaat aku berada dititik rapuh. 

aku tak tau harus bercerita pada siapa, kenapa, mengapa dan apa. 

aku butuh bersosialisasi dan menceritakan semua ini, tapi belum kutemukan lawan yang sepadan. 

aku takut membuka hati, aku takut disaat aku merasa nyaman dan aman lalu mulai menyukai dan mencintai orang, tapi orang itu menolakku. 

aku takut akan hal itu. 

TAPI

 Ternyata aku... adalah orang yang serakah. 

Merindukan hidup tenang, damai dan dicintai dengan sempurna. 

berharap seluruh badan sehat bugar sentosa, namun tak mampu menjaga pola makan dan hidup sehat. 

Ternyata Aku.. Adalah orang yang serakah.

Penuh keinginan dan harapan untuk hidup dengan nyaman .

berharap hanya dengan duduk, tidur nyenyak dan makan enak uang mengalir sempurna.

Tenyata Aku.. Adalah orang yang serakah. 

berambisi untuk mengatasi semua kesulitan 

TAPI BUKANKAH SEMUA MANUSIA HARAPANNYA BEGITU