aku mulai semakin memaknai arti dari kehidupan.
capek iya, lelah iya, tapi kapan semuanya dimulai?
semuanya dimulai ketika memasuki usia bekerja.
memenuhi tuntutan dan harapan sosial,
norma yang hadir di masyrakat bagaimana seharusnya menjadi manusia.
peran yang bertambah.
pertama sekali hadir peran sebagai anak
kemudian berperan kembali menjadi siswa
berperan kembali menjadi mahasiswa, sebagian ada yang beperan menjadi pekerja
berperan menjadi anak, pekerja, bertambah menjadi peran istri atau suami yang sudah sepaket dengan peran menantu, ipar.
berperan menjadi anak, pekerja, istri/suami, menantu dan ipar otomatis peran bertambah maka jobdesk semakin bertambah, dan tuntutan, harapan sosial semakin meningkat.
bagi yang beruntung, peran kemudian bertambah menjadi seorang orangtua (bapak/ibu).
peran semakin membesar, dari anak, pekerja, istri/suami, menantu, ipar, dan ibu/bapak
norma yang ada tentunya.
membiasakan diri untuk mengabdi sebagaimana anak yang berbakti. Menjenguk, menjalin komunikasi dengan orangtua, memperhatikan kesehatan dan kebutuhan mereka, mengakomodasi hal2 yang mungkin tak bisa lagi mereka selesaikan.
beradaptasi menyelesaikan pekerjaan di tempat kerja, plus sepaket berhubungan dan menjalin interaksi sosial dengan teman ditempat kerja.
menunaikan tugas sebagai seorang istri, plus sepaket dengan urusan rumah tangganya, listriknya, Berasnya, biaya anak, kebersihan rumah, dan seabrek jobdesk dalam rumah tangga
beradaptasi menjalankan tugas sebagai seorang menantu dan ipar, membangun komunikasi, melihat perbedaaan dan menyesuaikan diri, meregulasi diri dengan celetukan2 atau norma budaya dari keluarga pasangan atau bahkan tuntutan ekonomi yang juga kadangkala muncul, berusaha berinteraksi dan membangun komunikasi yang bisa diterima keluarga pasangan.
menunaikan tugas sebagai seorang ibu/suami, dari yang terkecil merawat bayi, mulai dari merawat, mengasihi, mengasuh, yang bukan hanya sekedar kata, tapi mendedikasikan diri memberikan yang terbaik, mulai dari hadir menjaadi tempat aman, hadir menjadi sosok pendengar, hadir menemani, membelikan barang dan fasilitas, belajar parenting, hadir membimbing, yang tak pernah usai hati dan pikiran untuk memberikan yang terbaik terhadap peran ini.
peran peran ini dijalani oleh seluruh umat yang masih hidup. membawa ekspektasi tinggi terhadap semua peran ini, tentunya sangat melelahkan diri