hanya insan biasa istri dari Ozi Agustra Ummi dari Alfatih El Adzra hanya ingin berbagi rasa, untuk lebih kuat di dunia ini.... menemani adzra hingga masanya nanti diary manusia kosong berjejak
Sabtu, 12 November 2022
3 tahun
Sabtu, 15 Oktober 2022
percayaku
tuhanku..
jika memang engkau izinkan..
kirimkanlah aku seorang malaikat pelindung
yang mampu melindungiku dan anakku
dari rasa sepi yang merajam waktu
dari rasa lelahnya mencari nafkah
kirimkanlah seorang malaikat pelindung
yang mampu berdiri didepan menjadi imam untukku dan anakku
yang mampu memeluk kami dikala gundah datang tak menentu
yang mampu menghapus airmata rindu dengan penuh kesabaran
yang mampu menyayangiku dan menjadikanku ratu
jika memang akan kau kirimkan kembali,
ku harap dia yang menemaniku dan membantuku dengan penuh kesabaran
izinkan kami sekeluarga sehat jiwa raga dan memiliki umur yang lebih panjang.
tuhanku,
Allahku,
aku masih percaya, apapun yang KAU ambil, akan digantikan dengan yang lebih baik.
maka aku meminta, kirimkanlah yang menurutMu lebih baik untukku dan anakku Ya Allah.
aku tak sempurna, aku penuh dosa, aku penuh kekurangan.
tapi aku takkan malu untuk meminta yang terbaik ya Allah.
hatiku warna biru
aku rindu perasaan dicintai
aku rindu perasaan dirindukan
aku rindu tenangnya sebuah tepukan
aku rindu nyamannya sebuah pelukan
aku rindu teduhhnya sebuah bahu untuk sandaran
aku rindu menangis keras dan ditenangkan
aku rindu diperhatikan
aku rindu ucapan cinta dan sayang
aku rindu kata yang membuatku tersenyum berjam-jam
bahkan aku tak bisa mengontrol rindu ini.
i miss u
i love u
sudah makan?
sedang apa?
bagaimana hari ini?
apa yang akan kamu lakukan esok?
capek ya?
sudah baikan?
sayang aku gak?
aku sayang kamu
maaf ya,
adzra sehat?
adzra hari ini ngapain ?
adzra sudah bisa apa?
besok kita jalan ya,
iya besok kita makan itu ya,
aku ingin mendengar dan melakukan semua itu.
tapi tak mudah
ku sedih
sangat sedih
hatiku warna biru
Jumat, 14 Oktober 2022
single parents
Takdir membawaku menjadi seorang pejuang sendirian.
Tidak mudah. malah terasa amat sangat berat.
Bukan karena kehadiran ananda, tapi aku yang bermasalah.
Emosiku seringkali tak stabil. yah, memang aku jarang dan mengerem diriku untuk tak melampiaskannya ke buah hati, Meskipun begitu, aku tetap menghakimi diriku dan merasa lelah.
sesedikit-dikitnya pekerjaanku dan sebagaimanapun aku mengatur waktu, sebagaimanapun aku berbagi dengan bibi keluargaku, aku tetap merasa tak ada tempat untukku berbagi pekerjaan dan hati.
yah, aku butuh sandaran.
atau emosiku yang mengharapkan sosok pelindung untuk bermain bersama anakku.
tak mudah untukku mengelola emosiku.
mengabaikan empatiku ketika harus menitipkan buah hatiku seharian dihari tertentu.
menutup telinga dari cemoohan orang yang menyalahkanku karena menitipkan buah hatiku.
aku harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan dan keinginanku.
inginku?
aku ingin tak lagi bergantung pada keluargaku, secara ekonomi.
aku ingin berdiri mandiri.
tapi, setelah menjadi seorang ibu, stamina badanku menurun drastis
emosiku seringkali tak terkendali
pikiranku berat dan sakit tak menentu.
jangan tanyakan kakiku,
ntah karena aku yang terlalu rajin dan baik hati
atau aku terlalu memikirkan cuan yang kudapat
hingga aku harus menderita penyakit kaki.
tidak parah memang.
tapi cukup untuk membuatku kesulitan berjalan setiap harinya.
tak mudah untuk menjadi single parents dan merencanakan agenda tumbang dengan seabrek kegiatan untuk cuan.
pada akhirnya, aku harus tetap berjuang. karena adanya dia.. membuatku lebih semangat untuk menjalani hidup.
dan..
= terimakasih untuk diriku, tetap semangat mengelola emosi ya diriku=
Kamis, 08 September 2022
PMS
hari ini,
Dadaku serasa ingin meledak dan pecah.
aku ingin berteriak dan menangis tanpa tau masalah apa yang sebenarnya ingin ku atasi.
ya, aku PMS dan perasaanku lelah.
aku lelah silih berganti dengan perasaan ini, aku lelah untuk sempurna dan mengerjakan semuanya sepenuh hati.
aku abai dengan perasaanku sendiri. hingga akhirnya aku memaksa orang-orang disekitarku untuk memahami.
bola mata kecil itu yang seharusnya bisa lebih aku pahami, tapi aku menjadikannya patuh dengan pemaksaan.
aku takut, takut menjadi orangtua yang memaksakan semua kehendaknya. takut jika yang ia tanamkan dibenaknya tentangku adalah kepatuhan semata untuk sempurna.
aku takut ia menjadi sepertiku.
aku takut menjadi orangtua yang tak bisa memberikannya kasih sayang yang utuh.
aku bertanya-tanya.
bagaimana peranku,
apa aku berhasil menjadi seorang ibu yang penuh kasih?
aku cemas.
aku ingin ia tumbuh berkembang dan berproses dengan penuh kehangatan.
tapi aku, sang dominan. sang otoriter. sang pengatur. sang pemarah. ah, semua itu kulabelkan terhadap diriku sendiri.
aku tau, aku harusnya menyadari tak ada yang sempurna.
aku bukan ibu yang sempurna dan tak akan pernah menjadi ibu yang sempurna untuk anakku.
aku bukan pula anak yang sempurna dan tak akan pernah menjadi anak yang sempurna untuk orangtuaku.
pola asuhku bukan yang sempurna dan tentunya akan tetap memiliki celah.
pola asuh orangtuakupun tentunya memiliki celah lebar.
maka,
anakku pun akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak akan pernah sempurna
pola asukupun akan tumbuh dengan memiliki celah.
aku yang menyadari itu harusnya menerima.
aku yang memahami itu harusnya lebih bisa mengesampingkan egoku.
tapi aku manusia
yang masih memiliki rasa kecewa
terhadap hal yang tak kuinginkan disekitarku.
aku sesak
aku butuh pelukan.
aku merasa gagal menjadi ibu.
aku bingung tujuan hidupku
aku berkutat dengan keinginan-keinginan yang bersyarat.
aku lelah,
dan aku butuh sandaran.
tapi orang akan berkata, aku cengeng.
orang akan memaksaku untuk menikah.
aku tau tak ada solusi.
tapi aku berharap ada manusia hidup yang mendengarkanku,
menerima ceritaku.
memahami porsiku.
selayaknya dia yang dahulu.
Jumat, 15 Juli 2022
5 tahun
Happy annive.
terlalu lelah aku mengenangmu kemarin bi
hingga aku sangat lelah saat ini.
lelah karna merindumu seharian kemarin.
lelah karena mengharapkanmu
lelah tanpamu
kamu menguatkanku disaat semuanya terasa melemahkan
tapi aku lelah karna berharap lebih darimu.
maafkan aku.
ada banyak cerita yg tak bisa kuungkap hari ini
semoga besok, aku dapat melepas beban untuk bercerita denganmu ya bi.
Selasa, 24 Mei 2022
merindu
hari ini..
bayi ayuk kusma lahir ke dunia.
Umi disini, gemetaran menenangkan hati.
sedari beliau harus melahirkan ke pangkalpinang, harus pergi ke rumah sakit besar karena Hb yang rendah, Umi menangis. Mengulang memori yang kian membuat umi takut bi.
rasanya baru kemarin kita periksa ke Muhaya, baru kemarin pergi kerumah sakit untuk melahirkan. Melihat yuk kusma yang menangis karena harus melahirkan ke Pangkalpinang, umi kembali menahan air mata sekuat mungkin. Untuk bersikap tegar. Untuk tidak terjatuh dalam memori yang luka.
Memori satu persatu yang terkilas tanpa arah. Bersama abi, berdua kita di kamar rumah sakit. Menangis kita berdua karena harus ke meja operasi. Kebingungan kita berdua karena hanya bertiga. perlahan terasa menyakitkan.
terbayang lelahmu bi, terbayang paniknya dirimu melihat umi yang belum begitu sadarkan diri. Terbayang saat umi tiba-tiba menggigil ditengah malam. Terbayang lelahmu yang memaksakan diri untuk minta izin tidur.
semua terasa perih.
ingin umi memutar waktu, dan merubah semua momen itu
ingin berteriak meminta keadilan untuk semua orang yang katanya menyayangi kita.
terlalu berat semua itu untuk umi saat ini.
umi mencoba tegar dihadapan semua orang,
nyatanya setiap sendi umi gemetaran. umi menahan tangis yang selalu pecah di malam hari.
rasa perih dan sakit itu begitu nyata. menyesakkan hingga benar-benar terasa mencekam nafas.
ingin mengiba, tapi umi masih punya iman. umi masih ingat untuk tidak membuat abi susah di alam sana.
umi hanya bisa menangis hingga tersendat. hingga airmata tak mampu lagi menguraikan kepedihan.
pedih yang benar-benar tidak berujung.
setiapkali mereka bilang, umi akan menemukan suami baru.
umi bertanya-tanya. akankah bisa?
apakah bisa?
apakah masih ada sepertimu?
yang mampu menerima umi, menyayangi umi, tanpa meminta ??
umi sendiri tidak yakin akan menemukan kedamaian, kenyamanan yang umi rasakan di abi.
lantas, bagaimana mungkin umi akan menemukan pengganti abi.
umi takut.
takut dengan semua hal yang terasa kian mencekam
takut dengan kesendirian ini.
semua hal tentang kehilanganmu dan tergantinya dirimu
terasa sangat menakutkan.