Laman

clock

Sabtu, 12 November 2022

3 tahun

9 November 2022
tiga kali sudah aku melewati hari kelahiran tanpa kamu bi. 
dua tahun pertama kulalui dengan luka yang teramat parah. Tahun ini, aku lebih dapat membalut luka. Tak sepenuhnya pulih terobati, tapi setidaknya luka itu tak lagi menganga dan berdarah. 
satu tahun terakhir benar-benar membuatku mampu berdiri. 
aku tak sendiri lagi satu tahun terakhir.
 
biro yang mulai membuatku sibuk
orang-orang himpunan yang mengajakku untuk turun lapangan, perlahan menumbuhkan kepercayaan diriku. Mengasah dan mempoles kemampuanku. Aku kembali yakin dan menemukan semangat bahwa aku masih bisa diandalkan. Aku masih bisa berdiri dan menyampaikan. Aku masih diharapkan dan bantuanku sangat berarti. 

para pasien dan klien yang mulai berdatangan dan meminta bantuan, membuatku yakin aku bisa membantu meskipun sedikit dan sekedar edukasi.

keluarga yang tak lagi membantuku secara materi dan bahkan mulai menganggapku mandiri, membuatku yakin aku bisa hidup seperti terdahulu lagi. aku mandiri dan cukup percaya diri. 

guru-guru les yang hadir setiap hari selayaknya keluarga bagiku sekarang bi. Mempersiapkan kegiatan mereka, memberikan arahan agar sesuai visi misi, menjaga kekompakan mereka, membimbing dan menyesuaikan diri dengan mereka, sungguh tidak mudah bi. Tapi mereka membuat hidupku berwarna. hadirnya mereka membuatku pusing kepala, tertawa, sedih, tertekan, bahagia. semuanya menyatu. Belajar dari mereka bagaimana memahami dan memimpin untuk waktu yang lama. berterimakasih untuk mereka karena mau menerima pimpinan sepertiku. aku berharap bisa memberikan keadilan dan rezeki mereka sesuai dengan kemampuan mereka tanpa aku dipenuhi emosi negatif. 

dan ya,
aku yang kemarin-kemarin menangis karena merasa sendiri, 
sangat berterimakasih dengan mereka yang mau merayakan hari lahirku bersama bi.
tertawa dan saling berkisah. 
sungguh mengobati luka hari ulangtahun tanpamu. 

meskipun pada malam harinya, 
aku mengulang-ngulang ucapan ulangtahun darimu
meskipun aku menangis tersedu-sedu karena ketidakhadiranmu
tapi tahun ini jauh lebih baik. 

dan malam hari tanggal 8, aku bermimpi
ingin mendatangi kamu, mengatakan kepadamu untuk jangan lagi menghilang dan menggantungkan hubungan kita. 
aku bermimpi ingin mengatakan kepadamu, aku merasa dipermainkan olehmu. aku ingin kamu untuk menyudahi saja hubungan kita, karena kamu yang menggantungkan dan tak berani menemuiku. 
tapi di mimpi itu, aku tak bisa mengatakan itu secara langsung kepadamu, 
karena kamu tak pernah mau menemuiku. 
kamu menghindariku. 
sementara aku mencarimu kemana-kemana. 

yah, aku agak terobsese denganmu bi. 
kuharap, aku bisa menemukan orang yang jauh lebih baik darimu di dunia ini. 
tidak untuk menggantikanmu, 
tapi untuk bersamaku mengobati lukaku. 


meskipun saat ini aku selalu bersikeras kamu jodohku, dan hanya kamu. 
tapi aku berharap aku sadar diri dan perlahan melepaskan 

kuharap, kamu dan aku bisa saling memahami usia jodoh kita yang memang telah berakhir. 

dan yah, 
doaku tahun ini
semoga allah berikan usia yang panjang, kesehatan lahir dan batin untukku dan adzra. 
agar aku bisa menyaksikan dengan mata dan kepalaku sendiri... membimbing Adzra tumbuh, berkembang dan berproses hingga ia memiliki keluarganya sendiri. 
semoga allah berikan usia yang barakah dan kemampuan untukku dan adzra menghadapi masalah. 
Aaamiin. 

Sabtu, 15 Oktober 2022

percayaku

 tuhanku..

jika memang engkau izinkan..

kirimkanlah aku seorang malaikat pelindung

yang mampu melindungiku dan anakku

dari rasa sepi yang merajam waktu

dari rasa lelahnya mencari nafkah

kirimkanlah seorang malaikat pelindung

yang mampu berdiri didepan menjadi imam untukku dan anakku 

yang mampu memeluk kami dikala gundah datang tak menentu

yang mampu menghapus airmata rindu dengan penuh kesabaran

yang mampu menyayangiku dan menjadikanku ratu


jika memang akan kau kirimkan kembali,

ku harap dia yang menemaniku dan membantuku dengan penuh kesabaran

izinkan kami sekeluarga sehat jiwa raga dan memiliki umur yang lebih panjang. 


tuhanku, 

Allahku, 

aku masih percaya, apapun yang KAU ambil, akan digantikan dengan yang lebih baik. 

maka aku meminta, kirimkanlah yang menurutMu lebih baik untukku dan anakku  Ya Allah. 


aku tak sempurna, aku penuh dosa, aku penuh kekurangan. 

tapi aku takkan malu untuk meminta yang terbaik ya Allah. 

hatiku warna biru

 aku rindu perasaan dicintai

aku rindu perasaan dirindukan

aku rindu tenangnya sebuah tepukan

aku rindu nyamannya sebuah pelukan

aku rindu teduhhnya sebuah bahu untuk sandaran

aku rindu menangis keras dan ditenangkan

aku rindu diperhatikan

aku rindu ucapan cinta dan sayang

aku rindu kata yang membuatku tersenyum berjam-jam

bahkan aku tak bisa mengontrol rindu ini. 

i miss u

i love u

sudah makan?

sedang apa?

bagaimana hari ini?

apa yang akan kamu lakukan esok?

capek ya?

sudah baikan?

sayang aku gak?

aku sayang kamu

maaf ya,

adzra sehat?

adzra hari ini ngapain ?

adzra sudah bisa apa?

besok kita jalan ya, 

iya besok kita makan itu ya,



aku ingin mendengar dan melakukan semua itu. 

tapi tak mudah

ku sedih

sangat sedih

hatiku warna biru

Jumat, 14 Oktober 2022

single parents

 Takdir membawaku menjadi seorang pejuang sendirian. 

Tidak mudah. malah terasa amat sangat berat. 

Bukan karena kehadiran ananda, tapi aku yang bermasalah. 

Emosiku seringkali tak stabil. yah, memang aku jarang dan mengerem diriku untuk tak melampiaskannya ke buah hati, Meskipun begitu, aku tetap menghakimi diriku dan merasa lelah. 

sesedikit-dikitnya pekerjaanku dan sebagaimanapun aku mengatur waktu, sebagaimanapun aku berbagi dengan bibi keluargaku, aku tetap merasa tak ada tempat untukku berbagi pekerjaan dan hati. 

yah, aku butuh sandaran. 

atau emosiku yang mengharapkan sosok pelindung untuk bermain bersama anakku. 

tak mudah untukku mengelola emosiku.

mengabaikan empatiku ketika harus menitipkan buah hatiku seharian dihari tertentu.

menutup telinga dari cemoohan orang yang menyalahkanku karena menitipkan buah hatiku. 

aku harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan dan keinginanku. 

inginku?

aku ingin tak lagi bergantung pada keluargaku, secara ekonomi. 

aku ingin berdiri mandiri.

tapi, setelah menjadi seorang ibu, stamina badanku menurun drastis

emosiku seringkali tak terkendali

pikiranku berat dan sakit tak menentu. 

jangan tanyakan kakiku, 

ntah karena aku yang terlalu rajin dan baik hati

atau aku terlalu memikirkan cuan yang kudapat

hingga aku harus menderita penyakit kaki. 

tidak parah memang. 

tapi cukup untuk membuatku kesulitan berjalan setiap harinya. 


tak mudah untuk menjadi single parents dan merencanakan agenda tumbang dengan seabrek kegiatan untuk cuan. 


pada akhirnya, aku harus tetap berjuang. karena adanya dia.. membuatku lebih semangat untuk menjalani hidup. 

dan..

= terimakasih untuk diriku, tetap semangat mengelola emosi ya diriku=


Kamis, 08 September 2022

PMS

 hari ini, 

Dadaku serasa ingin meledak dan pecah. 

aku ingin berteriak dan menangis tanpa tau masalah apa yang sebenarnya ingin ku atasi. 

ya, aku PMS dan perasaanku lelah. 

aku lelah silih berganti dengan perasaan ini, aku lelah untuk sempurna dan mengerjakan semuanya sepenuh hati. 

aku abai dengan perasaanku sendiri. hingga akhirnya aku memaksa orang-orang disekitarku untuk memahami. 

bola mata kecil itu yang seharusnya bisa lebih aku pahami, tapi aku menjadikannya patuh dengan pemaksaan. 

aku takut, takut menjadi orangtua yang memaksakan semua kehendaknya. takut jika yang ia tanamkan dibenaknya tentangku adalah kepatuhan semata untuk sempurna. 

aku takut ia menjadi sepertiku. 

aku takut menjadi orangtua yang tak bisa memberikannya kasih sayang yang utuh.

aku bertanya-tanya.

bagaimana peranku,

apa aku berhasil menjadi seorang ibu yang penuh kasih?

aku cemas.

aku ingin ia tumbuh berkembang dan berproses dengan penuh kehangatan. 

tapi aku, sang dominan. sang otoriter. sang pengatur. sang pemarah. ah, semua itu kulabelkan terhadap diriku sendiri. 

aku tau, aku harusnya menyadari tak ada yang sempurna. 

aku bukan ibu yang sempurna dan tak akan pernah menjadi ibu yang sempurna untuk anakku. 

aku bukan pula anak yang sempurna dan tak akan pernah menjadi anak yang sempurna untuk orangtuaku. 

pola asuhku bukan yang sempurna dan tentunya akan tetap memiliki celah. 

pola asuh orangtuakupun tentunya memiliki celah lebar. 

maka, 

anakku pun akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak akan pernah sempurna

pola asukupun akan tumbuh dengan memiliki celah. 

aku yang menyadari itu harusnya menerima. 

aku yang memahami itu harusnya lebih bisa mengesampingkan egoku. 

tapi aku manusia

yang masih memiliki rasa kecewa

terhadap hal yang tak kuinginkan disekitarku. 

aku sesak

aku butuh pelukan. 

aku merasa gagal menjadi ibu. 

aku bingung tujuan hidupku

aku berkutat dengan keinginan-keinginan yang bersyarat. 

aku lelah,

dan aku butuh sandaran. 

tapi orang akan berkata, aku cengeng. 

orang akan memaksaku untuk menikah. 

aku tau tak ada solusi.

tapi aku berharap ada manusia hidup yang mendengarkanku, 

menerima ceritaku. 

memahami porsiku. 

selayaknya dia yang dahulu. 

Jumat, 15 Juli 2022

5 tahun

Happy annive. 

terlalu lelah aku mengenangmu kemarin bi

hingga aku sangat lelah saat ini. 

lelah karna merindumu seharian kemarin.

lelah karena mengharapkanmu 

lelah tanpamu

kamu menguatkanku disaat semuanya terasa melemahkan

tapi aku lelah karna berharap lebih darimu. 

maafkan aku.

ada banyak cerita yg tak bisa kuungkap hari ini

semoga besok, aku dapat melepas beban untuk bercerita denganmu ya bi.  

Selasa, 24 Mei 2022

merindu

hari ini..

bayi ayuk kusma lahir ke dunia.

Umi disini, gemetaran menenangkan hati. 

sedari beliau harus melahirkan ke pangkalpinang, harus pergi ke rumah sakit besar karena Hb yang rendah, Umi menangis. Mengulang memori yang kian membuat umi takut bi. 

rasanya baru kemarin kita periksa ke Muhaya, baru kemarin pergi kerumah sakit untuk melahirkan. Melihat yuk kusma yang menangis karena harus melahirkan ke Pangkalpinang, umi kembali menahan air mata sekuat mungkin. Untuk bersikap tegar. Untuk tidak terjatuh dalam memori yang luka. 

Memori satu persatu yang terkilas tanpa arah. Bersama abi, berdua kita di kamar rumah sakit. Menangis kita berdua karena harus ke meja operasi. Kebingungan kita berdua karena hanya bertiga. perlahan terasa menyakitkan. 

terbayang lelahmu bi, terbayang paniknya dirimu melihat umi yang belum begitu sadarkan diri. Terbayang saat umi tiba-tiba menggigil ditengah malam. Terbayang lelahmu yang memaksakan diri untuk minta izin tidur. 

semua terasa perih. 

ingin umi memutar waktu, dan merubah semua momen itu

ingin berteriak meminta keadilan untuk semua orang yang katanya menyayangi kita. 

terlalu berat semua itu untuk umi saat ini.

umi mencoba tegar dihadapan semua orang,

nyatanya setiap sendi umi gemetaran. umi menahan tangis yang selalu pecah di malam hari. 

rasa perih dan sakit itu begitu nyata. menyesakkan hingga benar-benar terasa mencekam nafas. 

ingin mengiba, tapi umi masih punya iman. umi masih ingat untuk tidak membuat abi susah di alam sana. 

umi hanya bisa menangis hingga tersendat. hingga airmata tak mampu lagi menguraikan kepedihan.

pedih yang benar-benar tidak berujung.


setiapkali mereka bilang, umi akan menemukan suami baru.

umi bertanya-tanya. akankah bisa?

apakah bisa?

apakah masih ada sepertimu?

yang mampu menerima umi, menyayangi umi, tanpa meminta ??

umi sendiri tidak yakin akan menemukan kedamaian, kenyamanan yang umi rasakan di abi. 

 lantas, bagaimana mungkin umi akan menemukan pengganti abi. 

umi takut.

takut dengan semua hal yang terasa kian mencekam

takut dengan kesendirian ini.

semua hal tentang kehilanganmu dan tergantinya dirimu

terasa sangat menakutkan.