Laman

clock

Sabtu, 21 Juni 2014

hubungan apa ini?

aku..
ini perasaanku..
bukan perasaan kalian..
bukan perasaan mereka..

aku..
ini ceritaku..
bukan cerita kalian..
bukan pula cerita mereka..

aku..
ini hubunganku..
bukan hubungan kalian...
bukan pula hubungan mereka..

lantas kenapa kalian meragukanku?
meluluhlantakkan aku dalam kebingungan..
ambigu??
tapi ini cinta

bagaimana mungkin hubunganku harus bergantung di telapak kalian?
bagaiaman mungkin hubunganku harus kalian korek hingga ke akar?
bagaimana mungkin ??
apa aku harus menyusun laporan?
dari tiap detik, ke menit, ke jam,
dari jam ke minggu,
dari minggu ke bulan,
dari bulan ke tahun,
trus ku laporkan ke kalian??

c'mon
ini dunia apa?
ini hubungan apa?
kalian siapa?
kenapa cinta harus diinterogasi?
kenapa sebuah privasi jadi konsumsi?
ini kenapa?
aneh.. sangat aneh..

bahkan bagaimana mungkin
aku tak boleh untuk menguji
bahkan untuk mengetahui
ini hubungan yang bagaimana?
berhenti tekadang terlintas.

untuk apa hubungan ini yang bahkan tak bisa menjadi hak pribadi..
untuk apa hubungan jika aku saja tak mengerti
untuk apa aku berhubungan dengan manusia sementara kalian berada mengekang
untuk apa aku berhubungan jika aku harus menahan ekspresi??

ini apa.
itu apa
ingin teriak.
ingin marah
tapi semua kutelan perlahan
aku bukan dewa
yang bisa bertahan sendirian
aku tahu itu.

tapi yang jelas
hubungan yang kumiliki..
tak pernah bergantung pada siapapun.!!!




Selasa, 08 April 2014

siapa yang tahu

sejauh apapun aku melangkah..
langkahku selalu terseok nelangsa..
beban pikiran yang ku tantang...
selalu ingin berpulang...
bagaimana senyumku terlukis
hanya sisa cat keabadian
yang sebenarnya kanvas itu ternoda
selalu dan selalu
merintih dalam sepi
selalu dan selalu
menangis meminta diri
semburat yang terkadang mengiba
ketika diri terluapkan dalam asap
ketika ada di abaikan...
dan sejauh apapun itu..
sedikit pilu dalam kepalsuan ini sementarasiapa yang tahu hati
rinduku tetap memanggil...
pulang ke kotaku..
kepangkuan mereka..





palembang 09 april 2014

cepet sembuh kakak

ingin pulang..
sedih rasanya disini..
sementara kakakku terbaring di sana...
mendengar cerita mereka..
tentang menyedihkannya keadaan kakak..
membuatku tak mampu tuk menahan hasrat rinduku..
ingin pulang..
sekedar memberi semangat..
sekedar memastikan beliau akan baik-baik saja..
membayangkan betapa sakutnya yang ia rasakan..
membuatku tak sanggup berjalan..
Allah...
gugurkanlah dosa-dosa kakakku karena sakit yang di deranya..
dan sembuhkanlah kakakku ya Rabb...
ingin ku mendengar cerita dari mereka..
"kak is l sembuh"
"kak is kuat makan"
'kak is penyengit lah"
"kak is timbangan e naek '
"kak is cemni, kak is cem tu"
bukan lagi tentang kak is yang di infus..
bukan lagi tentang kak is yang pucat..
yang badannya drastis menurun..
yang katanya bernapas pakai alat bantu..
aku ingin pulang..
semua keluarga selalu bergantian melihatnya,
aku juga ingin..
kakak...
aku sayang kamu...
walaupun kamu terkadang sangat menyakitkan..
tapi kamu selalu bisa membuatku tenang..
membuatku merasa indah dengan kehadiran kalian..
kak yan, kak is, ayuk, adek,,
aku sangat sayang kalian..
cepet sembuh..
kakak T.T

Sabtu, 29 Maret 2014

ketika kamu menemukanku..

surat cinta untuk calon suamiku 

Suatu hari jika kamu menemukanku sebagai istrimu, satu hal yang pertama kali ingin aku sampaikan. Satu hal yang aku ingin agar kamu tahu, paham, dan selalu ingat. Bahwa aku, tidak bisa membaca pikiranmu. Aku bisa memahamimu hanya jika kamu menunjukkan kepadaku apa yang harus aku pahami. Kita berdua dahulunya orang yang saling tidak mengenal bukan? Jika suatu hari aku belum paham tentang jalan pikiranmu, perasaanmu, persepsimu terhadap sesuatu, keinginanmu. Tolong bersabar, pemahaman butuh waktu. Jika kau bersabar, aku akan setia belajar.

Suatu hari jika kamu menemukanku sebagai isterimu, satu hal yang aku minta kepadamu. Support, dukungan, motivasi, sudut pandang positif, afeksi. Apapun itu istilahnya. Yang aku inginkan bahwa kamu paham, aku juga manusia biasa yang kadang lemah, kadang murung,  bad mood, down, kecewa, putus asa, kadang bisa kesal dan marah. Dan jika itu terjadi, aku ingin kau selalu hadir disisiku. Nyata ataupun maya. Membantu memperbaiki moodku, meluruskan niatku, memotivasi jiwaku, meredakan amarahku, menerangi kebingunganku. Sekecil apapun itu, aku akan sangat berterima kasih.

Jika suatu hari nanti kamu menemukanku sebagai isterimu, jangan pernah mengatakan ‘kamu kan psikolog!, harusnya…”. Aku tahu tentang perkembangan manusia, perkembangan yang berakibat baik dan buruk. Jika perkembangan itu dimulai dari masa dewasa, masa ketika aku kuliah Psikologi. Maka aku yakin aku bisa menjadi manusia yang sempurna untukmu. Tetapi sayang, perkembangan manusia itu dimulai dari sejak kita bayi. Tentu aku mengalami masa-masa buruk, masa-masa yang tidak terlalu mendukung perkembanganku. Masa-masa yang kadang traumatis dan menyedihkan. Masa-masa yang menyisakan unfinish business  dan memberi bekas padaku hingga saat ini. Jangan pernah katakan ya?

Jika suatu hari kau menemukanku sebagai isterimu. Maukah kau mendengarkan konsep-konsep kehidupan berumah tangga yang aku pelajari dan aku pahami? Mendengarkan saja dulu. Tentang komunikasi yang akan kita terapkan, tentang fungsi dan peran masing-masing diri dalam rumah tangga, tentang aturan-aturan yang harus kita jaga dan patuhi. Dan yang paling utama adalah bagaimana kita mengkonsep dalam mendidik anak. Tentu aku punya pertimbangan secara psikologis dalam semua hal itu. Untuk itu aku membutuhkanmu untuk mendengarkan. Karena aku paham, yang menjalani rumah tangga ini bukan aku, tapi kita. Pun ketika kamu memiliki konsep konsep yang lain, aku sangat mau untuk mendengarkannya.

Jika suatu hari kau menemukanku sebagai isterimu nanti. Tolong jangan terganggu dengan orang-orang yang senang curhat kepadaku. Mereka yang menelpon tengah malam, yang tiba-tiba datang kerumah. Diantara mereka ada yang mungkin klien yang  tidak aku kenal. Namun, diantara mereka mungkin juga teman-temanku sendiri. Diantara mereka, ada yang perempuan juga ada laki-laki. Untuk kau tahu, jika dalam dunia psikologi ada kode etik yang tidak boleh mencampurkan urusan pribadi dengan masalah klien, tetapi jika klien itu teman sendiri? Atau teman sendiri yang tidak mendaftar resmi sebagai klien tetapi meminta nasihat sebagai teman yang kebetulan psikolog?  Maka tolong bersabar, jangan terganggu. Aku ingin kamu selalu ada disitu, untuk selalu mengingatkanku.

Jika suatu hari kamu menemukanku sebagai isterimu. Bolehkah aku tinggal dirumah saja? Mendirikan biro konsultasi dengan klien yang sangat terbatas sebagai janji profesiku, karena Aku ingin selalu hadir dalam setiap perkembangan anak-anak kita. Aku ingin selalu ikut campur dalam mengajari moral, emosi, sosial dan intelektual.  Bolehkah aku menjadi guru utama anak-anak kita? Maksudku, mungkin ini sedikit ekstrim. Bolehkan anak-anak kita sekolah di rumah saja? Bersamaku? Jika nanti anak-anak kita berontak dan ingin bersekolah bersama teman-temannya, bisa kita pertimbangkan bukan untuk menyerahkan seluruh perkembangan anak ke lembaga sekolah, tapi hanya untuk perkembangan sosial saja. Aku tidak terlalu berhasrat memiliki anak brilian. Sorry for that. Aku sangat berhasrat agar anak kita memiliki kematangan emosi dan pertimbangan moral yang baik. Aku sudah mempelajari caranya, itu bisa dilatih. Tentu dengan dukungan dan restumu. Jika nanti anak kita tumbuh brilian, itu adalah bonus dari Allah.

Jika kamu menemukanku sebagai isterimu, ketika kita memiliki anak-anak kecil dan remaja, bolehkan kita tinggal di pinggir kota saja? Tidak masalah tinggal di tempat seperti apa. Kota, bagiku tidak baik untuk perkembangan sosial anak kita.
Jika suatu hari kau menemukanku sebagai isterimu, aku ingin kita selalu memiliki waktu, untuk saling memeluk dan diam untuk beberapa saat. Agar aku selalu merasakan keberadaanmu, kaupun selalu merasakan keberadaanku. Dan merasakan detak jantung kita menjadi satu.

psikolog juga manusia 
salam hangat..
istrimu...

mereka itu

ah, lagi-lagi aku di buat kagum..
di zaman yang serba wah..
serba teknologi..
serba modernisasi..
serba serbu alias serba lima ribu ini..
masih ku temukan pangeran-pangeran ( cieee..hahahha)
dengan lilitan sorban (yg pastinya tak terlihat..wkwkw)
hehe sedikit lebay membahana nih kata-kata.
tapi bener sih,
kagum banget, ketika di zaman ini laki-laki dan wanita
sibuk memadu kata, menyatukan cinta..
tanpa perduli akan adzan,
tanpa perduli akan wudhu..
tanpa perduli malam jumat..
tanpa perduli sang pencipta..
masih ada mereka...
yang selalu perduli dengan itu semua..

dan yang lebih bikin aku tuh tambah klenger...
wajah mereka tu juga..
yah gak kalah lah ama model-model,,,
wah kurang apalagi coba..??
kalo jelek trus imannya kuat, mungkin udah biasa..
mungkin gak terlalu wah buat cewek-cewek (asli-cewek tu juga pasti liat dari wajah..wkwkwkk)
nah ini??
sudahlah ganteng...
agama mendekati sempurna..
huwaaaaa ...iri banget !!!
yang diheranin tuh yah,
kalo cowok, sudahlah jelek, eeeeeeh agamanya jeblok pula..
wuiih rasanya kasian abis deh ama tuh cowok..wkwkwkk ( dilarang keras kesinggung!!!)

rasanya kalo liat mereka..
para pangeran wudhu..
rasa kagum, penasaran, hormat, bangga,
itu muncul dengan sendirinya..
alangkah indahnya menjaga agama..
di usia muda yang notabene penuh dengan hasrat..

ya allah...
semoga nanti Engkau berikan kepadaku..
orang yang tulang rusuknya ada padaku...
seorang lelaki..
yang menjaga agamanya..
yang senantiasa membimbingku kejalanmu...
yang selalu merengkuhku kehadapanmu..
semoga dia..
calon suamiku..
dimanapun dia berada...
selalu dalam wudhu-Mu ya Allah...
selalu dalam munajat kepada-Mu..

aamiin... Ya Rabbal Allamin,,,

Senin, 24 Maret 2014

ganbatte

malam ini sepi-sepian lagi...
temen-temen pada gag ada..
sibuk semua..
mungkin aku ganggu mereka...
malah ada yang bilang kata-kata gak enak banget..
tapi yah sudahlah..
emang gak bisa marah..
emang aku yang ganggu mereka kok...

untungnya aku dipinjemi karin buku komik.
30 buah...
tapi gak gratis,
aku harus bayarin dia makan bakso,,
baek banget dah si karin..
baek kalo ada maunya,,,
hahahha

tapi bosan juga sih kalo baca terus..
hari ini aku udah baca 10 komik...
bosan,,,
pegang buku melulu..
pengen juga ketawa baca sms..
bukan komik mlulu..
hahaha

udahlah..
terkadang sepi itu memang merajam
tapi mau gimana lagi...
harus dicoba memandang dari segi yg berbeda..
hehhe

ganbatte eo zha...

Jumat, 21 Maret 2014

sifat yg membingungkan

entah sejak kapan sifat ini dimulai
mungkin memang terdengar bagus,,
tapi rasanya aku sedikit tertekan dengan sifat ini..
sifat yang cengeng..
yang begitu mudahnya menangis..
sifat yang gag bisa bilang ke seseorang
kalo aku tuh benci ama dy
marah ama dy
aku sakit di gini in, di gituin ama dy..
gak ama orang tua, pacar-ups mantan pacar ding, temen, keluarga, semuanya lah
cuma bisa cerita sama temen sambil nangis
dan
mau diulang berapa kali pun episode cerita itu
aku tetep nangis..
rasanya aku terlalu menggunakan perasaanku..
trus sifat yang gak tau namanya apa
sifat yg refleks aja senyum
padahal baru aja 10 menit yang lalu maki-maki orang itu
marah ama orang itu
dendem ama orang itu
eh pas kemudian dijalan
refleks aja nih bibir senyum
ntar klo irangnya udah lewat
baru deh nyesel kenapa senyum-senyum...
dulu waktu pacaran, pacar aku pernah ngomong..
kok aku bisa sih maafin mantan pacar aku yang udah jelas-jelas jahatnya gag ketulungan buatku..
malahan tuh mantan, udah jelas dia yg salah,
malah 1 tahun gag mau teguran ama aku..
nah akunya tetep aja senyumin dia
walaupun tau gag bakal dibales dy
tetap aja negur..
gilaaaaaaa..
lha wong aku juga gag tau refleks aja gitu..
dan gak tau kenapa
akhirnya aku pasti lupa deh kenapa sih aku bisa marah orang
aku pasti lupa deh hal jahat apa yg orang lakuin buat aku
trus nanti aku mikir
knapa aku dulu harus marah?
kan masalahnya gag sakit-sakit amat..
gila amat deh diriku dan sifatku..
yah kalo boleh dibilang
terlalu pemaaf...
pernah waktu di hipnotis..
ditanya kesel gag ama temen  *merek*
yah alam sadarku jujur aja jawab iya kesel
terus di anjurin gini ama si hipno nya
yah udah deh ungkapin aja kekeselannya kamu
bilang apa yg kamu gag suka, 
bilang marah ungkapin emosi dihati kamu..
aku nya malah diem, 
trus bilang, gak mau, gak enak,,
wuiih apdahal rasanya itu kesempatan yg bagus buat ngungkapin rasa di hati..
tapi rasanya gag tau, 
hati kecilku bilang...
~udah lah, gak pantes kamu marah-marah..
gak ada gunanya juga kamu marah sama dia
kasian dia..
nanti dia sakit kalo tau kamu kesel ama dy
kasihanlah dy..~
kalo di pikir-pikir skrg
kok bisa yah aku gitu
padahal pengen juga sih melepasin rasa
tapi kalo udah waktunya
akunya malah diem
huwaaaaa
bingung ding ama sifat ini
but
mudah-mudahan aja sifat ini membawa berkah
aamiin ya rabb
-selalu bersyukur kepada Allah, sifat apapun yg diberikan, aku percaya itu berkah-nya-