sejauh apapun aku melangkah..
langkahku selalu terseok nelangsa..
beban pikiran yang ku tantang...
selalu ingin berpulang...
bagaimana senyumku terlukis
hanya sisa cat keabadian
yang sebenarnya kanvas itu ternoda
selalu dan selalu
merintih dalam sepi
selalu dan selalu
menangis meminta diri
semburat yang terkadang mengiba
ketika diri terluapkan dalam asap
ketika ada di abaikan...
dan sejauh apapun itu..
sedikit pilu dalam kepalsuan ini sementarasiapa yang tahu hati
rinduku tetap memanggil...
pulang ke kotaku..
kepangkuan mereka..
palembang 09 april 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar