Laman

clock

Minggu, 25 Oktober 2026

 aku menyukai seseorang. 

aku menerima rasa suka ini. 

walau, aku tak suka perasaan ini hadir. 

perasaan ini memaksaku untuk menunggunya. Berharap balasan chat darinya. Berharap ada timbal balik dari setiap obrolan. 

perasaan ini, menjadikan hatiku menunggunya. Berharap ada pesan masuk darinya. Berharap ada tukar kabar yang tersirat. 

Perasaan ini mengangguku. Berharap dia bisa bersamaku dan menemani hariku. 

Tak ada yang salah dari perasaan ini. 

menyukai seseorang dan mengharapkannya. itu hal yang wajar, 

wajar jika aku tak menyukai perasaan ini, karena perasaan ini belum tentu berbalas. 

wajar jika aku tak menyukai emosi ini, karena aku menginginkan perasaan yang setara. 

aku lebih menyukai jika orang lain saja yang menyukaiku, sehingga aku tak harus tersiksa dengan perasaan ini. aku akan lebih mudah merespon, jika orang lain menyukaiku. 

sementara, saat ini terasa seperti aku yang menyukai. aku yang  harus mengejar. 

sungguh aku merasa tidak nyaman disituasi seperti ini

 aku, 

akhir-akhir ini aku butuh waktu untuk sendiri. 

aku butuh waktu untuk menepi, 

dan aku belajar menerima keinginanku. 

aku belajar untuk tidak merasa bersalah, saaat aku melarikan diri dari orangtua dan anakku

aku belajar untuk mengakui, bahwa aku tidak nyaman saat ada mereka. 

aku belajar untuk menerima bahwa itu bukan suatu dosa. 

aku belajar untuk mengakui, bahwa aku hanya butuh ruang sebentar untuk sendiri. 

aku menerima rasa jengahku

aku menerima rasa lelahku

aku menerima semua ketidaknyamanan yang ku rasakan. 

dan itu tidak apa-apa. 

semua emosi yang kurasakan, bukan karena aku menolak mereka. 

itu hanya emosi lelah sesaat karena aku butuh waktu untuk mengisi energiku kembali, 

agar mampu menemani mereka dengan energi yang lebih baik lagi

Senin, 24 Agustus 2026

 ketika, aku lelah dengan segala hal. 

dunia bilang kita terus mengeluh

lalu bagaimana bercerita dengan tidak mengeluh

bukankah tugas becerita itu untuk mengeluarkan isi hati dan pikiran, 


pada orang tertentu kita akan mencurahkan isi hati pikiran yang isinya lelucon belaka

isinya pekerjaan

isinya keluhan pekerjaan


pada orang yang kita percaya, kita akan mengeluh kehidupan ini

bagaimana kita menjalani kehidupan dengan tertatih

tentang bagaimana kerumitan itu mempengaruhi isi otak kita

bukankah begitu?

berarti ketika mereka bilang aq terus mengeluh, 

mereka adalah orang yang tak bisa untuk masuk ke jejeran kepercayaanku, bukankah begitu?

Kamis, 23 Juli 2026

Kamis, 04 Juni 2026

pada suatu hari di usia ini, yah awal dari kepala 3. 
aku mulai semakin memaknai arti dari kehidupan.
capek iya, lelah iya, tapi kapan semuanya dimulai?
semuanya dimulai ketika memasuki usia bekerja. 
memenuhi tuntutan dan harapan sosial, 
norma yang hadir di masyrakat bagaimana seharusnya menjadi manusia. 
peran yang bertambah. 
pertama sekali hadir peran sebagai anak
kemudian berperan kembali menjadi siswa
berperan kembali menjadi mahasiswa, sebagian ada yang beperan menjadi pekerja
berperan menjadi anak, pekerja, bertambah menjadi peran istri atau suami yang sudah sepaket dengan peran menantu, ipar. 
berperan menjadi anak, pekerja, istri/suami, menantu dan ipar otomatis peran bertambah maka jobdesk semakin bertambah, dan tuntutan, harapan sosial semakin meningkat. 
bagi yang beruntung, peran kemudian bertambah menjadi seorang orangtua (bapak/ibu). 
peran semakin membesar, dari anak, pekerja, istri/suami, menantu, ipar, dan ibu/bapak
norma yang ada tentunya.

membiasakan diri untuk mengabdi sebagaimana anak yang berbakti. Menjenguk, menjalin komunikasi dengan orangtua, memperhatikan kesehatan dan kebutuhan mereka, mengakomodasi hal2 yang mungkin tak bisa lagi mereka selesaikan. 

beradaptasi menyelesaikan pekerjaan di tempat kerja, plus sepaket berhubungan dan menjalin interaksi sosial dengan teman ditempat kerja.

menunaikan tugas sebagai seorang istri, plus sepaket dengan urusan rumah tangganya, listriknya, Berasnya, biaya anak, kebersihan rumah, dan seabrek jobdesk dalam rumah tangga

beradaptasi menjalankan tugas sebagai seorang menantu dan ipar, membangun komunikasi, melihat perbedaaan dan menyesuaikan diri, meregulasi diri dengan celetukan2 atau norma budaya dari keluarga pasangan atau bahkan tuntutan ekonomi yang juga kadangkala muncul, berusaha berinteraksi dan membangun komunikasi yang bisa diterima keluarga pasangan. 

menunaikan tugas sebagai seorang ibu/suami, dari yang terkecil merawat bayi, mulai dari merawat, mengasihi, mengasuh, yang bukan hanya sekedar kata, tapi mendedikasikan diri memberikan yang terbaik, mulai dari hadir menjaadi tempat aman, hadir menjadi sosok pendengar, hadir menemani, membelikan barang dan fasilitas, belajar parenting, hadir membimbing, yang tak pernah usai hati dan pikiran untuk memberikan yang terbaik terhadap peran ini.

peran peran ini dijalani oleh seluruh umat yang masih hidup. membawa ekspektasi tinggi terhadap semua peran ini, tentunya sangat melelahkan diri

Senin, 25 Mei 2026

katanya aku terlalu baik. 

ntahlah...

lantas aku harus jahat seperti apa?


katanya aku bodoh, 

ntahlah sulit untukku bersikap masa bodoh. 


katanya aku harus berhenti menolong mereka2. 

ntahlah, bagaimana caraku berhenti jika aku masih disini. 


tapi aku tidak mengerti, dengan diriku..bagaimana aku harus bersikap seperti kata mereka. 

aku terlalu baik hingga menyiksa diriku, sementara baikku tak pernah cukup untuk kelilingku. 

tapi kenapa, tuhan selalu membuatku luluh pada semua orang disampingku. 

padahal mereka jahat, padahal aku lelah, tapi kenapa sulit untukku mengabaikan mereka. 

Setiap kali akan lebaran, aku merasa tidak berbakti....
aku ingin melarikan diri, 
aku jenuh setiap kali lebaran seperti ini. 
lelah, 
satu sisi aku merasa seperti anak durhaka, membiarkan orangtuaku bekerja tanpa henti. 
satu sisi, aku merasa tubuhku tak sanggup lagi mengikuti alur kegiatan dirumah. 
kakiku mengeluh
tanganku, punggungku, otakku, mataku, semuanya berteriak.
aku mau membantu, tapi aku tak sanggup semuanya. 
aku mau membiarkan, tapi aku merasa anak durhaka. 

aku mau orangtuaku berhenti, tapi bukankah ini rezeki?  

jujur, aku merasa tertekan setiap kali lebaran. 
seolah semuanya tak pernah usai

Senin, 09 Februari 2026

aku berhenti ya.

 kali ini, saya bercerita tentang diri saya. 

sejujurnya aku pernah mencoba untuk membuka hati untuk seseorang yangg pernah mendekatiku. Tapi lalu kemudian dia menjauh, meningggalkanku dalam kehampaan. 

pernah ingin bertanya, selama ini dia selalu ada, bahkan saat abi adzra ada, dia masih menjadi sosok yang paling kupercaya. 

kemudian semua itu berubah dan menghilang, ketika abi adzra pergi. Dia ikut pergi. ntahllah, apa tidak nyaman berteman dengan seorang janda. atau mungkin takut menikahi dan jatuh hati pada seorang janda. wkwkwk. agak menyakitkan sih. menyakitkan banget memang. 

aq saja heran terhadap diriku. kenapa susah sekali rasanya untuk melepaskan jeratan dari kedua orang ini. 

kadangkala aku berpikir dia menyukaiku, namun kadangkala dia menyakitiku. dan ketika dia menyakitiku, aku kembali marah kepada abi adzra, kenapa dia meninggalkanku sehingga aku harus mencari orang lain, harus menyayangi orang yang menyakitiku. 

aku sendiri bingung dengan diriku sendiri. rasanya orangorang tersebut sudah menyakitiku, namun kenapa aku masih mudah memaafkan orang2 yang menyakitiku, bahkan bisa kembali menyukai mereka, seolah rasa sakitku kemarin bukan apa2. 

dia merendahkanku, dia tidak pernah menghargaiku, dia menyakitiku, dia tidak menyayangiku, dia tidak menginginkanku, aku tau itu. aku pernah merasa sangat kecewa padanya.  namun kenapa, aku masih saja terpaku pada kebaikannya yang dulu, dibandingkan rasa kecewa penuh yang ia berikan ini. 

aku lelah. 

tapi kenapa, sulit untuk ku membuka hati. 

aku selalu berpikir, orang yang akan ku kenal ini belum tentu sebaik abi, belum tentu sebaik dia. aku khwatir orang baru ini tingkahnya, aku takut dkecewakan dengan perilaku yang tidak baik. 

aku takut, takut menyukai namun kemudian terjatuh lagi. 

ku beranikan diri untuk menyampaikan rasaku, dan yah aku ditolak. tapi aku tak lagi kecewa tak jatuh sedalam kemarin2, perlahan, rasanya memang cukup untukku rasakan bahwa dia tak layak untuk ku cintai setulus hati. 

hari ini akan ku kenang, bahwa aku pernah mencoba membuka hati. bukan hanya mencoba, namun aku menggantungkan harapan dan hidupku di dunia padanya. tapi aku di tolak, hari ini akan ku kenang. 

hari ini, dia kehilangan aku yang setulus hati mengharapkannya. meskipun mungkin dia tak merasa kehilangan, karena aku bukan apa2 lagi matanya, tapi setidaknya aku tau, dia kehilangan aku. 

ya, aku. aku yang dimataku selalu menjaga diriku, aku yang selalu baik, aku yang tidak penyayang, aku yang lembut dan manja, aku yang berusaha mengerti, ya aku.

dan aku percaya aku baik. karmaku baik, karena itu jodohku juga baik. aku percaya, abi adzra memilihku karena nilai diriku, karena berulang kali dia selalu memilihku. 

maka aku, berhenti untuk mengharap orang yang tak layak untukku berikan hati ini. E.s

Sabtu, 18 Oktober 2025

hati Anakku

bi. apakah kamu lihat dari atas sana. 
anakmu, sangat menyayangi dan memikirkan perasaanmu. 
dia bahkan menangis memikirkan kamu akan menangis jika melihat umi menikah lagi. 

seminggu terakhir ini, para nenek2 mengatakan kalau anakmu ingin memiliki abi baru. Katanya biar bisa minta beli mainan. 
terakhir, anakmu minta beliin motor mainan yang pake mesin. Umi ingin menantang, biar anakmu berhasil dan termotivasi untuk belajar dan berusaha. umi bilang, jika mau motor harus menghafal surat annaba. sepertinya anak kita menyerah karena sulit sekali menghafal annaba. dia bilang, kalau ada abi baru, gak perlu hafal annaba dia bisa minta beliin, wkwkwk, se absurd itu pikirannya. 
lalu umi bilang, kayaknya umi ni gak nikah2 soalnya abi yang gak ngasih umi nikah lagi. 
kemudian spontan anakmu menjawab," iyolah abi kan ngintip dari atas, abi nangis liat umi nikah lagi'. dengan mata bemerah menahan air mata, terlihat jelas dimata umi anakmu menahan sakit ketika mengucapkan itu. 
dia menangis dalam diam. menahan tangis karena malu. 
malam harinya, umi menyaksikan, bagaimana dia mengalah untuk memiliki abi baru, mengabaikan keinginnannya terhadap sosok abi baru karena takut abi oji sedih dan menangis. takut abi sedih saat melihat foto kita bertiga. "dak jadi punya abi baru, biarlah' ujarnya sambil menangis. 
perih bi, 
perih sekali,
melihat anak usia sekecil itu harus menahan mengalah dengan keinginannya hanya karena tidak ingin orangtuanya bersedih. 
umi perih melihat dia mengorbankan keinginannya., 
sakit sekali., 

Jumat, 17 Oktober 2025

Tentang Alfatih El Adzra

dear anakku, 

Alfatih El Adzra

terimakasih telah menjadi pribadi yang baik hati, lembut dan penyayang. 

terimakasih untuk  pikiran, perasaan, perhatian yang telah kau beri. 

terimakasih untuk hatimu nak. 

5 Tahun 7 bulan 

Umi bahagia untuk melihatmu tumbuh dan berkembang hingga saat ini. 

Nak, 

tumbuhlah bahagia tanpa harus memikirkan banyak hati. 

tumbuhlah bahagia dengan hatimu tanpa harus menyenangkan banyak hati

tumbuhlah bahagia dan ucapkan apa yang kau ingini,  

tumbuhlah nak, ada banyak ruang untuk kita berdiskusi, 

tanpa harus mengorbankan hatimu sendiri. 

Tak ada yang salah dengan keinginan hati, 

Tak harus merasa bersalah dengan apa yang terjadi, 

Tak perlu mengalah karena perasaan umi dan abi. 

hingga kau dewasa dan menua nanti, jangan kau pendam sendiri, 

kamu tak sendiri, ada banyak tempat untukmu berbagi

kamu tak sendiri, tak harus menyenangkan banyak hati

selalu ada ruang untuk kita berdiskusi. 

selalu ada jalan untuk bersama kita lalui.

Tumbuh bahagia anakku, 

Terimakasih untuk hatimu. 


Jumat, 04 Juli 2025

hai kamu, 

kanebo kering....

aku tidak tau harus bagaimana, 

setidaknya kamu harus memberikan suatu jawaban bukan. 

ah, apa mungkin aku yang salah lagi T.T

jika ini aku dijaman dahulu, tentu aku akan berikar

tapi ini aku dijaman ini, yang sudah lelah untuk bermain api seperti masa remaja. 

bukankah jika kamu benar maka kamu akan mencoba menghampiri

dan jika kamu tak ingin bukankah seharusnya kamu pergi berpamitan. 

usia dewasa ini  bukanlah usia pergi tanpa pamit

harusnya kamu tau itu.

Senin, 23 Juni 2025

kadangkala mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu,

tak ada jawabannya. 

aku tau, bisa menggunakan analisa swot, tapi...

saat ini...

hanya ada kebingungan, kesedihan dan ratapan. 

aku tak tau kurangnya dimana, yang aku tau ada hormon datang bulan dan hormon lelah yang saling bertarung. 

aku lelah, 

aku ingin berhenti sejenak dari semua keriuhan yang ada saat ini


Rabu, 18 Juni 2025

Akhirnya, 
aku mencari jawaban itu sendiri.
mengungkapkan hampir semua kekesalan dihati, 
tapi ntah kenapa malah jawaban yang tak pasti aku dapati.
jangan tanyakan rasa gemesnya sama seseorang itu, 
yang jelas, aku merasa semakin mengambang dan tak menentu arah. 

kupikir jika aku menanyakan sesuatu aku akan menemukan jawabannya
bukankah idealnya begitu
namun bukan begitu yang terjadi
aku malah semakin merasa tersendiri

Jumat, 30 Mei 2025

mereka mencintaiku, tapi aku lelah disamping mereka

mereka menyayangiku, tapi aku hanya ingin sendiri dulu

mereka berusaha memberiku semuanya, tapi aku tak sanggup mengikuti ritme mereka

mereka ingin yang terbaik untukku, tapi aku selalu salah

dan aku merasa amat berdosa

Minggu, 09 Februari 2025

Rabu, 05 Februari 2025

 sepertinya aku dalam keadaan tidak baik2 saja

dan aku tidak tau kepada siapa aku mengadu

Minggu, 02 Februari 2025

 semuanya sekarang sendiri. 

pergi mudik, ternyata malah menjadi beban keluarga ini. 

harus sadar diri, untuk tak mengganggu keluarga orang lain. 

kenapa aku begini, 

sepertinya aku lelah menahan seminggu kemarin waktu mudik. 

lelah harus menahan diri menahan sakit fisik, menahan tidur sempit2an, menahan ketakutan, menahan menyesuaikan diri dengan orang lain.

aku di fase puncak kemarahan. 

aku marah pada abi adzra, marah pada tuhan karena akhirnya aku begini.

semua selalu salah. 

aku belanja salah, aku harus menyesuaikan diri untuk kerumah keluarga satu persatu, berbasa basi melelahkan. 

aku lelah. 

sangat lelah

aku marah karena pada akhirnya aku harus terus berusaha tanpa lelah tanpa henti. 

aku lelah dan aku ingin berhenti


 aku sangat marah

aku marah pada tuhan. 

aku menyadari diriku harus sendiri dan mandiri

aku marah

aku sangat marah

tapi ya udah, ini keadaanku, mau gimana lagi


Minggu, 12 Januari 2025

 aku, 

sedang mencari orang yang bisa meningkatkan hormon endorfin ku. 

nyatanya sulit untukku temukan itu. 

Rabu, 01 Januari 2025

aku merasakan keanehan pada diriku. 

tubuhku terasa lebih berat, 

dan aku tak lagi senang mengerjakan semua tugas.

aku hanya ingin tertidur dan rebahan, 

aku tak ingin melakukan aktivitas apapun.

sungguh, aku tak menyukai diriku yang begini