Laman

clock

Selasa, 21 Desember 2021

Berat

Umi rindu
hingga sepanjang hari ini umi memilih mendengarkan suara dan video Abi. 
Umi akhirnya lulus dan benar-benar sah menjadi psikolog bi. 
tanpa perayaan. tanpa resepsi. semuanya terasa biasa saja tanpa abi. 
dunia seakan menuntut umi untuk melanjutkan hidup dengan penuh keberhasilan. 
tapi ternyata, umi belum cukup kuat untuk berdiri tegak menghadapi semuanya. 
perlahan umi keluar dari zona nyaman dan mencoba untuk berdiri sendiri menghidupi diri dan buah hati kita. perlahan tapi menyakiti. 
umi merasakan tekanan yang luar biasa dari pekerjaan, merasa kurang mampu, merasa tak berharga, merasa rendah, merasa tak berdaya dan tak mampu memberikan yang terbaik. Umi lelah mencari jawaban, lelah memberikan yang terbaik, lelah mencapai hasil. Umi butuh pelukan abi, butuh kenyamanan, umi rindu belaian abi ketika umi di titik jenuh. Umi butuh tertawa bersama abi, berbagi keluh kesah tentang sulitnya pekerjaan kali ini. Umi rindu Abi yang kemudian mijitin umi, mengajak umi berdansa, mengajak umi makan dan tertawa. Umi Rindu. 
Umi Rindu tidur bersama dan kemudian menghadapi hari dengan senyuman nyata. 
Umi Bingung untuk apa umi bangun dari tidur. 
Umi lelah dan ingin menghindar dari kewajiban kerja karna merasa umi tak profesional.
Umi aneh ya bi,
segala kepercayaan diri umi lenyap. 
padahal abi bilang umi adalah orang yang paling percaya diri dengan kemampuan umi. 
saat abi tak ada,
umi merasa hilang arah.
Umi butuh pelukan Abi
Umi rindu
hingga umi hanya bisa menikmati rasa rindu ini
berharap Abi berjalan tenang disana
Umi harap, umi bisa lebih kuat dan bahagia menjalani hari-hari. 

Kamis, 25 November 2021

Terburai

 hai bi...

sudah berapa lama umi tak lagi mengisi diary.

bukan satu dua halm tapi ada banyak hal yang harus umi pendam. 

semua terlewati begitu saja beberapa bulan ini. 

tapi melewati setiap harinya, butuh perjuangan yang sangat besar. 

hingga saat ini rasanya, berada dititik terendah. Perasaan ini akhirnya mengingatkan umi, betapa kesepiannya umi tanpa abi. Betapa kosongnya umi tanpa abi. kehadiranmu menenangkan bi, dan semenjak kepergian abi, mau tidak mau umi harus mencari jalan untuk menenangkan perasaan umi. Bahkan tanpa melakukan apapun, umi merasa lelah. Menjadi suatu pertanda, umi membutuhkan 'istirahat' dari semua pikiran, perasaan, dan keinginan. umi butuh pertolongan untuk melepaskan 'beban' ini. am not okey today bi. 

hal yang paling melelahkan adalah berada dalam keluarga inti. ntah itu keluarga abi ataupun umi. ketidakberhargaan, ketidakberdayaan, ketidakmampuan, rasanya semua yang dilakukan adalah salah. nasihat, gerakan, perilaku, semua terasa salah. Bahkan rasanya sudah enggan untuk bercerita, agar semua tak salah kaprah. Cukup untuk sekedar say hello, atau bercerita tentang bisnis, harapan dan cita-cita. hanya sekedar itu. 

selalu ada penolakan yang umi rasakan saat ini dari orang-orang terdekat, dan itu membuat umi semakin down. semua yang terjadi, semakin membuat umi merindukan pelukanmu. 

saat ini, umi tak mampu untuk menguraikan banyak hal yang terjadi. 

tapi, terimakasih sudah menjadi orang yang paling mencintai dan mengerti umi. 

Rabu, 27 Oktober 2021

sesak

 malam ini rasanya begitu sempit

setiap celah terasa menyesakkan

lelah sedari pagihari menahan bulir airmata

ingin mengeluh

berkata

aku lelah

aku capek

aku penat

tapi tak ada manusia yg bisa menjadi curahan

lelah

dengan tuntutan lingkungan yang tiada mengerti

lelah 

butuh waktu untuk bermanja

tapi tak seorangpun mengizinkan

seolah aku harus bekerja dan terlihat sibuk setiap jam

ketika kalimat 'aku lelah, aku sakit'

di balas dengan 'harus kuar'

aku semakin terjatuh dan ingin pergi

ingin menangis

butuh pelukan

butuh ketenangan

butuh pengertian

tolong

dengarkan dan hargai aku. 

Selasa, 31 Agustus 2021

Down

Bi. 

Lelah

Dan aku jadi seperti ini tanpamu. 

Semua terasa menyakitkan dan menyesakkan. 

Hingga untuk menghirup nafas saja menjadi beban..

Minggu, 29 Agustus 2021

Selasa, 10 Agustus 2021

Perih

 Aku terluka.. 

Aku tersakiti.. 

Dari harapan yang pernah diberi. 

Dari kata mereka yang sungguh menggores luka tak terperih. 

Aku. 

Si manusia tak tahu diri. 

Hanya memberatkan tak pernah henti. 

Aku. 

Yang katanya terlalu tinggi

Yang harusnya berpikir sendiri.


Aku sungguh luka disini

Aku tak pernah meminta seperti ini

Aku tak ingin mengiba untuk semua ini. 

Tapi kenapa seperti aku yang tak bersyukur atas semua ini. 

Pikiranku  tak pernah seperti itu. 

Tapi mereka mengubah pikiran mereka seakan pikiranku seperti itu. 

Bahkan langkah dan janji yang kutekadkan dalam hati. Sekarang bagiku bukan lagi harapan, tapi seperti sebuah hutang yg bahkan harus kubawa sampai mati. 

Selasa, 27 Juli 2021

Rinduku menyesakkanku

Umi rindu bi... 

Rindu abi, rindu cinta dan pelukan yang selalu ada dan menenangkan... 

Sekianlama, curahan hati ini terpendam tanpa sempat umi untaikan, semakin menyesakkan di setiap detik. 

Merindukan betapa kokohnya pelukanmu.. merindukan sejuknya tawamu... merindukan tembang kebahagiaan bersamamu bi. 

Lelah tanpa hadirmu. 

Lelah tanpa pelukanmu. 

Umi sakit, dan semakin sakit tanpa hadirmu bi. 

Mengingat sosokmu yang selalu siap siaga di saat jiwa raga ini lemah dan lemas. 

Mengingatmu yang penuh kasih dan sabar menemani dikala semua terasa hambar. 

Umi rindu bi. 

Dada ini sesak dan semakin terasa menyesakkan. 

Ingin bertemu. 

Ingin menangis di pelukanmu. 

Ingin bercerita betapa banyaknya, betapa sempitnya hati ini. 

Sungguh. Terlalu rindu bi.