hingga sepanjang hari ini umi memilih mendengarkan suara dan video Abi.
Umi akhirnya lulus dan benar-benar sah menjadi psikolog bi.
tanpa perayaan. tanpa resepsi. semuanya terasa biasa saja tanpa abi.
dunia seakan menuntut umi untuk melanjutkan hidup dengan penuh keberhasilan.
tapi ternyata, umi belum cukup kuat untuk berdiri tegak menghadapi semuanya.
perlahan umi keluar dari zona nyaman dan mencoba untuk berdiri sendiri menghidupi diri dan buah hati kita. perlahan tapi menyakiti.
umi merasakan tekanan yang luar biasa dari pekerjaan, merasa kurang mampu, merasa tak berharga, merasa rendah, merasa tak berdaya dan tak mampu memberikan yang terbaik. Umi lelah mencari jawaban, lelah memberikan yang terbaik, lelah mencapai hasil. Umi butuh pelukan abi, butuh kenyamanan, umi rindu belaian abi ketika umi di titik jenuh. Umi butuh tertawa bersama abi, berbagi keluh kesah tentang sulitnya pekerjaan kali ini. Umi rindu Abi yang kemudian mijitin umi, mengajak umi berdansa, mengajak umi makan dan tertawa. Umi Rindu.
Umi Rindu tidur bersama dan kemudian menghadapi hari dengan senyuman nyata.
Umi Bingung untuk apa umi bangun dari tidur.
Umi lelah dan ingin menghindar dari kewajiban kerja karna merasa umi tak profesional.
Umi aneh ya bi,
segala kepercayaan diri umi lenyap.
padahal abi bilang umi adalah orang yang paling percaya diri dengan kemampuan umi.
saat abi tak ada,
umi merasa hilang arah.
Umi butuh pelukan Abi
Umi rindu
hingga umi hanya bisa menikmati rasa rindu ini
berharap Abi berjalan tenang disana
Umi harap, umi bisa lebih kuat dan bahagia menjalani hari-hari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar