Laman

clock

Selasa, 12 Mei 2015

ayah.. aku ingin pulang

sudah 4 bulan lamanya aku disini..
sudah 4 bulan lamanya aku tak kembali..
bagaimana rindu hati ini..
bisakah terbayangkan...

mungkinkah,..
semua sakit ini..
semua lelah ini..
semua ketidakberdayaan yang kualami ini..
karena rindu yang berlebih?

ayah..
aku lelah disini...
disini tak ada tempat berbagi
disini tak ada canda abadi
disini tak ada yang benar-benar perduli..


ayah...
aku ingin sekali pulang..
aku rindu rumah..
aku rindu canda hangat rumah..
aku rindu oerhatian yang ada dirumah..

cik, adek, ayuk, mamak, nenek,
semuanya yang benar-benar perduli..
semuanya yang saling berbagi...
yang benar-benar kasih..
kegilaaan yang penuh kasih..
yang ceritanya tak pernah habis,,,

ayah..
airmata ini menetes..
hanya dengan menyebut nama
kecewa...
sedih..
pedih..
maukah kalian memelukku untuk itu semua...


ayah..
aku lelah dikota ini..
kota yang menuntutku untuk selalu berubah..
kota yang menuntutku untuk mengerti
kota dimana semua celah adalah api.
kota yang disetiap sudut adalah  administrasi
kota ini.. terlalu sepi untukku ayah..
hanya 7x6 meter tempatku dikota ini..
hanya itu...

ayah..
aku rindu kotaku,,,
kota yang menerima apa adanya aku
kota yang mengajak saling memahami
kota dimana semua celah adalah rumahmu sendiri.
kota dimana aku bisa sendiri..
kota yang dimanapun selalu ada tempat untukku..
kota yang bahkan aku bisa mengusir sepi tanpa administrasi
kota yang seluruhnya milik warga....


ayah...
andai kau tahu..
aku disini menahan sakit..
menahan lapar..
menahan semua rasa inginku..
aku tahu ayah..
tempat terbaikku ada di sisi kalian.

ayah..
izinkan aku pulang............

dibohongi itu...

aku..
aku benci kebohongan...
aku..
aku benci dibohongi,,,
aku tak bisa mempercayai
mereka tang telah mencoba membohongi...

aaah.. satu kebihongan terungkap hari ini...
dan aku tau..
tak ada mereka yang bisa kupercayai..
terkecuali darahku sendiri.
menyakitkan..
ketika kita apa adanya..
bersikap jujur untuk semua..
dan ada orang yang tak bisa ...

mungkinkah aku memberatkan..
mungkinkah aku beban...
mungkinkah aku tak bisa untuk kau percayai dan kau bagi...

rasanya..pengorbanan seperti lautan hampa..
apa yang telah ku curahkan..
apa yang telah kuhabiskan..
semuanya hanya memberatkan..
kita tak pernah sama

bagaimana bisa untuk serumah
jika aku tak bisa percaya..
memang bukan hakku
dan bukan dasar untukku..
tapi bisakah tidak untuk membohongiku.
diam tak perlu berkata itu lebih baik
daripada berbohong untuk mengemis.

aku bahkan bisa..
tapi kau dan mereka tak pernah bisa
rasanya aku ingin hidup sendiri saja.

di hati

aku tak mengerti rasa perih ini kenapa..
semuanya terasa sempit dan menyesakkan di dada ini..
berulang kali.. setiap kali,,,
takut... ini akan menjadi sebuah penyakit berkepanjangan..
aku tak mengerti..
akan keperihan ini yang terlalu tingggi...
entah realitas mana yang ingin kutuntaskan,..
entah bagian mana yang tak sesuai dengan harapanku..
aku tak tahu..
aku terlalu malas sekarang..
bahkan menjai sangat malas
untuk sekedar membaur dan menutupi rasa..
aku tak bisa menyembunyikan lelahku.. sakitku...
aku seperti manusia tanpa hati diantara yang lainnya
bersifat angkuh dan congkak..
aku seperti tak berarti untukku sendiri.
rendah diri bahkan menghantui.
perasaan bersalah..
kesal yang memuncak
sakit yang tak usai
dan ntah kenapa
kenapa aku mendendam...
kenapa sakit ini...
aku tahu,,,
ini sakit dihati..
yang mengakar ditubuh ini..
sakit di hati..
yang aku tak tak mengerti
dimana sebab musabab akibat hati ini.

Senin, 27 April 2015

-akupun tak tau-

aku lelah...
lelah sekali..
sulit sekali menemukan tempat yang nyaman untuk bermanja..
aaah.. aku ya aku..
inilah aku..
aku dengan kepribadianku.. egoku..
mungkin aku terlalu banyak bermimpi..
berkhayal terlalu tinggi..
hingga aku ingin kehidupan nyataku sama seperti mimpi..
mimpiku terlalu manis..
bahkan mungkin terlalu manja..
entahlah..
yang jelas kini aku tersendat..
entah kenapa..
aku tak pernah bisa mengerti arti cinta...
aku mengerti mencintai seseorang..
dan aku menjadikannya raja diatas segala...
tapi tidak dengan rajaku..
yang entah-mungkin bagiku.. tak pernah menganggap aku sebagai ratunya...
aku ingin tuhan mengirimkankan seseorang...
seseorang yang bisa menganggap aku ratu baginya..
seseorang yang benar-benar bisa mencintai dan itu bisa aku rasakan..
seorang raja yang tak pernah melukaiku..
ah sudahlah.. putus asa jika aku berbicara raja dan ratu.
karena aku tak pernah merasa menjadi ratu.

latepost

rasanya dunia luar biasa luas....
rasanya aku masih sendiri disini..
perlahan satu persatu menghilang...
aku tak mengerti dunia kasih sayang..
terkadang aku lelah untuk mengerti,,
berusaha mengalah dengan semua ego pria...
berusaha dewasa dan menahan ego..........
dan akhirnya aku berhenti...

tubuh ini

                        Telah berapa lama aku menahan cerita sendiri. memendamnya hingga bertumpuk-tumpuk di memori. dan sekarang inilah aku dengan ketidakberdayaanku... mencoba kuat diatas penatnya jiwa. entahlah... tapi jujur saja... aku merasa tubuhku semakin berubah.... jujur kuakui... aku tak lagi berenergi untuk beraktivitas... rasa lelah... rasa capek... pegal... ngantuk... semuanya begitu cepat datang..... inikah penyesuaian diri masa dewasa?
ataukah aku yang sudah beranjak tua... atau mungkin aku yang terlalu lelah dengan keadaan... dengan dunia yang senantiasa memaksa... hingga kadang hidup sehari-hari hanya untuk memenuhi tuntutan yang tiada henti.. tugas ini,,, tugas itu... dan semua itu harus dikerjakan... bosan!! ya aku bosan... aku muak.... dengan segala keadaaan yang terlalu memaksa... tapi inilah aku dengan ketidakberdayaanku.... sekalipun tubuh ini terlunglai lemas tak berdaya... sekalipun neuron-neuron otakku menjerit tak sebagaimana mestinya, aku masih saja harus bertahan di keadaan ini...tungkai kaki ini terasa tak lagi sekuat dulu.. pundak ini.. tak lagi sekokoh dulu... kenapa aku merasa sangat tua sekali? bahkan aku merasa seperti tak berdaya lagi... aneh rasanya dengan tubuh ini.. tapi bisa apa aku dengan tubuh ini? 
disaat rasa sakit dan lelah itu mendera... aku hanya ingin memejamkan mata dan berharap ketika aku membuka mataku.. semangat itu kembali ada.. 
malas ? tidak aku tidak pemalas.. ini berbeda.. karena faktanya.. memang tubuhku yang tak sejalan... dan rasa sakit seringkali menerpa susunan saraf otakku.. terkadang aku bertanya... aku ini kenapa? aku ini mengapa? bagaimana mungkin tubuhku bisa seperti ini?
dan pada akhirnya.. aku harus menelan semua ini sendiri... masih sendiri...


palembang

Minggu, 12 Oktober 2014

aku lelah untuk mengerti.

tuhan...
malam ini aku lelah sekali..
begitu banyak rasanya beban di pundak ini..
aku lelah..
aku lelah berpura-pura kuat..
aku lelah berpura-pura tegar..
aku lelah menahan semua cerita..
aku lelah dengan diriku..
aku tak pernah memaksakan diriku tuhan..
aku lakukan dengan ikhlas...
tapi perasaan ikhlasku tersadarkan oleh tubuhku..
batas kemampuan tubuhku telah mencapai batasnya..
dan malam ini tuhan..
aku menangis..
aku tak mampu berbicara..
aku capek tuhan..
aku tak bisa menolak semua yang datang padaku..
tuhanku..
engkau begitu baik padaku..
kau berikan aku semua karuniamu untuk membantu sesamaku..
tuhanku..
engkau membuatku tegar..
kirimkanlah seseorang tempatku bermanja tuhan..
tempatku berteriak, menangis dalam pelukannya
berkata aku capek dan menangis sepuasnya..
aku lelah menangis sendirian tuhan..
tuhan..
aku menahan semua perasaanku
menahan semua ego kecilku
aku lelah menjadi dewasa dihadapan semuanya tuhan..
aku juga ingin menjadi anak kecil...
kirimkan aku satu saja malaikat
yang menerima aku apadanya
mengerti dan menyayangiku
menggenggam erat tangan ini hingga aku tertidur...
aku lelah mengertikan semua keadaan ini tuhan
aku lelah untuk mengerti