Laman

clock

Senin, 27 April 2015

tubuh ini

                        Telah berapa lama aku menahan cerita sendiri. memendamnya hingga bertumpuk-tumpuk di memori. dan sekarang inilah aku dengan ketidakberdayaanku... mencoba kuat diatas penatnya jiwa. entahlah... tapi jujur saja... aku merasa tubuhku semakin berubah.... jujur kuakui... aku tak lagi berenergi untuk beraktivitas... rasa lelah... rasa capek... pegal... ngantuk... semuanya begitu cepat datang..... inikah penyesuaian diri masa dewasa?
ataukah aku yang sudah beranjak tua... atau mungkin aku yang terlalu lelah dengan keadaan... dengan dunia yang senantiasa memaksa... hingga kadang hidup sehari-hari hanya untuk memenuhi tuntutan yang tiada henti.. tugas ini,,, tugas itu... dan semua itu harus dikerjakan... bosan!! ya aku bosan... aku muak.... dengan segala keadaaan yang terlalu memaksa... tapi inilah aku dengan ketidakberdayaanku.... sekalipun tubuh ini terlunglai lemas tak berdaya... sekalipun neuron-neuron otakku menjerit tak sebagaimana mestinya, aku masih saja harus bertahan di keadaan ini...tungkai kaki ini terasa tak lagi sekuat dulu.. pundak ini.. tak lagi sekokoh dulu... kenapa aku merasa sangat tua sekali? bahkan aku merasa seperti tak berdaya lagi... aneh rasanya dengan tubuh ini.. tapi bisa apa aku dengan tubuh ini? 
disaat rasa sakit dan lelah itu mendera... aku hanya ingin memejamkan mata dan berharap ketika aku membuka mataku.. semangat itu kembali ada.. 
malas ? tidak aku tidak pemalas.. ini berbeda.. karena faktanya.. memang tubuhku yang tak sejalan... dan rasa sakit seringkali menerpa susunan saraf otakku.. terkadang aku bertanya... aku ini kenapa? aku ini mengapa? bagaimana mungkin tubuhku bisa seperti ini?
dan pada akhirnya.. aku harus menelan semua ini sendiri... masih sendiri...


palembang

Minggu, 12 Oktober 2014

aku lelah untuk mengerti.

tuhan...
malam ini aku lelah sekali..
begitu banyak rasanya beban di pundak ini..
aku lelah..
aku lelah berpura-pura kuat..
aku lelah berpura-pura tegar..
aku lelah menahan semua cerita..
aku lelah dengan diriku..
aku tak pernah memaksakan diriku tuhan..
aku lakukan dengan ikhlas...
tapi perasaan ikhlasku tersadarkan oleh tubuhku..
batas kemampuan tubuhku telah mencapai batasnya..
dan malam ini tuhan..
aku menangis..
aku tak mampu berbicara..
aku capek tuhan..
aku tak bisa menolak semua yang datang padaku..
tuhanku..
engkau begitu baik padaku..
kau berikan aku semua karuniamu untuk membantu sesamaku..
tuhanku..
engkau membuatku tegar..
kirimkanlah seseorang tempatku bermanja tuhan..
tempatku berteriak, menangis dalam pelukannya
berkata aku capek dan menangis sepuasnya..
aku lelah menangis sendirian tuhan..
tuhan..
aku menahan semua perasaanku
menahan semua ego kecilku
aku lelah menjadi dewasa dihadapan semuanya tuhan..
aku juga ingin menjadi anak kecil...
kirimkan aku satu saja malaikat
yang menerima aku apadanya
mengerti dan menyayangiku
menggenggam erat tangan ini hingga aku tertidur...
aku lelah mengertikan semua keadaan ini tuhan
aku lelah untuk mengerti

Selasa, 26 Agustus 2014

TERIMAKASIH NYEK---- IN MEMORIES

BELINYU- 19 AGUSTUS 2014-



Hari ini tepat 25 hari kepergianMu nyek...
Dan sampai hari ini..
Ingin rasanya aku berada disampingmu..
Selama ini..
Sampai usiaku menginjak 20...
Mungkin kurang dari seperempat hidupku untuk mengenalmu..
Bahkan...
Mungkin hanya 1 minggu, atau 1 bulan  selama usiaku, aku bersamamu..
Tak lebih tak kurang..
Ada jurang waktu yang memisahkan..
Aku hanya mengenalmu dari sosok ayahku..
Seorang pria hebat yang kau lahirkan untuk menjadi ayahku..
Ayahku tak banyak bercerita tentangmu, nyek..
Ayahku adalah orang yang bahkan saat hari kepergianmu..
Hanya bisa terdiam..

Tepat di hari itu..
Disaat tuhan menginginkanmu kembali..
Hanya melalui telepon seluler, ayahku mengikhlaskan kepergianmu..
Ayah tak banyak berkata..
Hanya airmatanya yang mampu berbicara..
Ayah hanya diam..
Wajahnya bahkan tak terlihat meratap..
Dalam diamnya ayah, perasaannya berkecamuk..
Ayahku hanya bisa mengelus pegangan kursi...
Dan entah apa yang ada di benak ayah..
Ayah memberikan ikan makan dengan airmata tertahan di pelupuk matanya,,
Ayah berjalan tak tau arah
Mencoba menenangkan 1000 perasaan di hatinya..

Mereka bilang...
Tepat pada saat jenazah akan disholatkan...
Ayah datang..
Ayah lah yang mengadzankan..
Ayah lah yang mengimami..
Ayahlah yang turun mengantarMu ke peristirahatan terakhir..
Mereka bilang..
Ayahku terdiam..
Tapi aku tau...
Dalam diamnya ayah..
Ayah memutar kaset kenangan tentangmu...
Tentang ibu yang hebat yang telah membesarkannya..
Memutar video masa kecil bersamamu..
Aku tau..
Dalam diamnya ayah..
Ayah menyesali waktunya..
Waktu yang mungkin sangat sedikit tersisakan untukMU...
Dalam diamnya
Mungkin  ayah meratapi akhir ini..
Akhir yang bahkan tak sempat untuk mencium keningMu nyek,
Bersimpuh dikakiMu,
Tak sempat memelukmu untuk terakhir kalinya....
Dalam diamnya ayah menyesali itu

Bagiku..
Ayah tak ubahnya sesosok anak 3 tahun..
Yang terdiam menerawang
Menahan tangis terseguk atas kepergian ibuNya...
Sosok anak kecil yang merindukan ibunya..
Rindu akan senyum ibunya..
Terasa akan pelukan hangat ibunya
Terngiang akan nasehat ibunya..
Aku tau...
Ayah ingin sekali kembali memutar waktu..
Menukar kesalahan menempuh waktu..
Bersujud bersimpuh dikakimu..

Yang tersisa...
Hanya ketegaran
Mendoakanmu dalam sela tangis rindunya..
Betapa hebat pria yang telah engkau besarkan itu Nyek,
Dalam kacaunya hati,
Dalam rindunya Beliau
Dalam tangisnya,
Beliau masih menjadi panutan..

Aku memang tak mengenalmu Nyek,
Tapi aku tau semuanya dari sifat ayahku..
 Budi yang luhur terturun dariMu....
Nyek, aku kehilangan kesempatan...
Untuk Mengucapkan kata yang tak pernah sempat terucap dari bibirku..
Ingin sekali ku ucapkan..
Terimakasih yang mendalam dari dasar lubuk hatiku...
Terimakasih.. terimakasih...
terimakasih telah melahirkan sosok ayah yang hebat bagiku nyek...
dari rahimmu, sosok ayah yang hebat engkau lahirkan untukku...
dari tanganmu, engkau besarkan sosok ayah yang sangat hebat untukku..
terimakasih telah melahirkan super ayah untukku..

TERIMAKASIH NYEK...






Sabtu, 28 Juni 2014

ramadhan kali ini....


Marhaban Yaa syahru ramadhan
Marhaban syahrul maghfirah
Marhaban syahrul Quran….
Marhaban Yaa Syahrul ibadah…

ramadhan tiba..
ramadhan tiba,,,
tuhan...
betapa banyak sujud syukur ku untaikuan...
masih Engkau pertemukan aku dengan ramadhan kali ini....
tuhan..
biarkan aku menangis di ramadhan kali ini....
aku hanyalah manusia-Mu yang penuh dengan rasa..
dan kali ini rasa sepi itu mendera
sepi di awal ramadhan ini...

tuhan,,
aku anak rantau..
datang melangkah seorang diri di tanah ini...
dan sekarang..
bulan suciMu tiba..
aku ingin berbahagia menyambutnya tuhan..

tapi tak seorangpun ada di sisiku,,,
orangtuaku..
kakak-kakakku..
adik-adikku..
aku disini tanpa mereka...

betapa piluny hati ini ya Allah..
saat sholat ku hanya sendiri menghadapmu...
saat tak terdengar suara ayahku dalam bersujud padamu...

saat sahurku..
aku terbangun hanya dengan jasadku..
tak ada yang harus kusiapkan....
tak harus membangunkan adikku,
tak harus membangunkan orangtuaku..
tak ada yang harus kupersiapkan untuk mereka
aku hanya terbangun
dengan diriku
dan menyuap sesendok demi sesendok seorang diri
tanpa ada cerita mereka
betapa tak berhasratnya aku seorang diri,,

saat berbuka..
aku tak harus menyiapkan semuanya
aku hanya mematung menunggu adzan seorang diri
tak ada yang harus ku hidangkan...
tak ada yang harus ku tatakan..
tak ada rebutan makan
tak ada tawa bersama saat berbuka
aku hanya sendiri
sekeping jasad ini
seorang diri meratapi

salahkah bila aku menangis tuhan...
ini ramadhan pertamaku sendirian
sendirian di tempat orang
betapa tak bergairahnya aku tanpa keluargaku
sedih mengemis dihatiku..
aku ingin mereka tuhan...
aku ingin berbuka bersama mereka
sahur bersama mereka
sholat bersama mereka
mendengarkan suara ayahku dalam rumahMu,,,

betapa menghujamnya perasaan ini..

tuhan,,
kenapa keluarga sendiri terasa seperti orang lain...
kenapa mereka yang disini seperti tak berbudi,,,
salahkah aku bila aku menangis...

tuhan..
aku rindu keluargaku..
aku rindu
menyambut ramadhan bersama mereka...

disini menyambut ramadhan seperti tak berarti..
tak ada bedanya bulan ramdhan dengan bulan yang lain..
jauh berbeda dengan tanah kelahiranku..
disini mereka biasa saja dengan bulan ini..
tak ada ribut-ribut
tak ada antusias
tak ada grasak grusuk
tuha,,
aku rindu,,
sungguh...



palembang, 28 juni 2014

Sabtu, 21 Juni 2014

hubungan apa ini?

aku..
ini perasaanku..
bukan perasaan kalian..
bukan perasaan mereka..

aku..
ini ceritaku..
bukan cerita kalian..
bukan pula cerita mereka..

aku..
ini hubunganku..
bukan hubungan kalian...
bukan pula hubungan mereka..

lantas kenapa kalian meragukanku?
meluluhlantakkan aku dalam kebingungan..
ambigu??
tapi ini cinta

bagaimana mungkin hubunganku harus bergantung di telapak kalian?
bagaiaman mungkin hubunganku harus kalian korek hingga ke akar?
bagaimana mungkin ??
apa aku harus menyusun laporan?
dari tiap detik, ke menit, ke jam,
dari jam ke minggu,
dari minggu ke bulan,
dari bulan ke tahun,
trus ku laporkan ke kalian??

c'mon
ini dunia apa?
ini hubungan apa?
kalian siapa?
kenapa cinta harus diinterogasi?
kenapa sebuah privasi jadi konsumsi?
ini kenapa?
aneh.. sangat aneh..

bahkan bagaimana mungkin
aku tak boleh untuk menguji
bahkan untuk mengetahui
ini hubungan yang bagaimana?
berhenti tekadang terlintas.

untuk apa hubungan ini yang bahkan tak bisa menjadi hak pribadi..
untuk apa hubungan jika aku saja tak mengerti
untuk apa aku berhubungan dengan manusia sementara kalian berada mengekang
untuk apa aku berhubungan jika aku harus menahan ekspresi??

ini apa.
itu apa
ingin teriak.
ingin marah
tapi semua kutelan perlahan
aku bukan dewa
yang bisa bertahan sendirian
aku tahu itu.

tapi yang jelas
hubungan yang kumiliki..
tak pernah bergantung pada siapapun.!!!




Selasa, 08 April 2014

siapa yang tahu

sejauh apapun aku melangkah..
langkahku selalu terseok nelangsa..
beban pikiran yang ku tantang...
selalu ingin berpulang...
bagaimana senyumku terlukis
hanya sisa cat keabadian
yang sebenarnya kanvas itu ternoda
selalu dan selalu
merintih dalam sepi
selalu dan selalu
menangis meminta diri
semburat yang terkadang mengiba
ketika diri terluapkan dalam asap
ketika ada di abaikan...
dan sejauh apapun itu..
sedikit pilu dalam kepalsuan ini sementarasiapa yang tahu hati
rinduku tetap memanggil...
pulang ke kotaku..
kepangkuan mereka..





palembang 09 april 2014

cepet sembuh kakak

ingin pulang..
sedih rasanya disini..
sementara kakakku terbaring di sana...
mendengar cerita mereka..
tentang menyedihkannya keadaan kakak..
membuatku tak mampu tuk menahan hasrat rinduku..
ingin pulang..
sekedar memberi semangat..
sekedar memastikan beliau akan baik-baik saja..
membayangkan betapa sakutnya yang ia rasakan..
membuatku tak sanggup berjalan..
Allah...
gugurkanlah dosa-dosa kakakku karena sakit yang di deranya..
dan sembuhkanlah kakakku ya Rabb...
ingin ku mendengar cerita dari mereka..
"kak is l sembuh"
"kak is kuat makan"
'kak is penyengit lah"
"kak is timbangan e naek '
"kak is cemni, kak is cem tu"
bukan lagi tentang kak is yang di infus..
bukan lagi tentang kak is yang pucat..
yang badannya drastis menurun..
yang katanya bernapas pakai alat bantu..
aku ingin pulang..
semua keluarga selalu bergantian melihatnya,
aku juga ingin..
kakak...
aku sayang kamu...
walaupun kamu terkadang sangat menyakitkan..
tapi kamu selalu bisa membuatku tenang..
membuatku merasa indah dengan kehadiran kalian..
kak yan, kak is, ayuk, adek,,
aku sangat sayang kalian..
cepet sembuh..
kakak T.T