Laman

clock

Jumat, 21 Juni 2024

 taukah kamu, semalam aku menangis dan menyesali diri. 

anakmu menahan airmata, anakmu menahan rasa sedihnya, anakmu menahan rasa sepinya. 

tubuh sekecil itu menahan emosi yang luar biasa,

ia menatap nanar pada yayah yang sedang bermain dengan abang faridnya

ia menatap sedih pada pakde yang menggendong adiknya, pada abang yg pergi sholat dengan pakdenya

ia menatap sedih pada abi yanza yang datang dan mengajak anaknya bermain air laut,. 

anakmu merasakan iri yang begitu mendalam. 

setiap kali ada keluarga yang datang, ia senang, ia ikut bermain. Tapi saat mereka pulang, anakmu berkata " akak kangen abi "

anakmu sungguh membutuhkan sosok pria yang dapat menemaninya dan menjadi panutannya untuk memenuhi kasih sayang. 

aku belum mampu menemukan sosok itu, sementara aku dan anakmu membutuhkan sosok itu. 

aku menyesali diri, tak mampu memberikan keluarga yang lengkap untuk anakmu. 

aku menyalahkan diri, kenapa tak menikah lagi sewaktu dia kecil, agar ia tak perlu merasa iri dan nanar melihat orang disekelilingnya yang memiliki orangtua lengkap. 

aku..

aku..

aku....

ada banyak kata yang kumulai dari aku, tapi tak mampu lagi kuucapkan. 

kamu perlu tau perasaan ini.

 AKU, 

manusia biasa yang merasa lelah dan lemah. 

aku butuh sandaran, tapi aku belum menemukan pelabuhan yang bisa kupercaya seutuhnya. 

kadang kala di perjalanan aku menangis kencang, histeris dengan semua kejadian dan rasa lelah yang mendera. Aku ikhlas, tapi aku sedih dan marah, aku kecewa. 

lain waktu diperjalanan, aku bertanya pada hatiku, " bi, liat orang  bawa anaknya jalan jalan, kamu gak pengen ta, main dan nemenin anakmu bi". hatiku mencelos. 

semalam, aku akhirnya berurut dengan salah satu rekomendasi dari temen. Diusiaku yang hampir berjalan 30, dengan segala emosi dan peran yang ku jalani, tubuh ini semakin menua.

masuk angin, salah satu alasanku berurut. Tahukah kamu, sentuhan kasar tangan bibi itulah yang kugunakan untuk memenuhi kebutuhan psikis. 

manusia membutuhkan kasih sayang berupa sentuhan fisik yang tak dapat lagi kutemukan dimanapun setelah kepergianmu. tapi semalam aku menyadari bahwa yang memanggil bibi urut dengan tujuan urut angin, kurang tepat untukku. aku tak begitu peduli dengan angin yang masuk ke tubuh ini. ku rasa, pijat refleksi atau lulur jauh lebih tepat untuk memanjakan diriku. 

hei bi, aku manusia biasa yang terasa sangat lemah, namun tidak menemukan sandaran disaat aku berada dititik rapuh. 

aku tak tau harus bercerita pada siapa, kenapa, mengapa dan apa. 

aku butuh bersosialisasi dan menceritakan semua ini, tapi belum kutemukan lawan yang sepadan. 

aku takut membuka hati, aku takut disaat aku merasa nyaman dan aman lalu mulai menyukai dan mencintai orang, tapi orang itu menolakku. 

aku takut akan hal itu. 

TAPI

 Ternyata aku... adalah orang yang serakah. 

Merindukan hidup tenang, damai dan dicintai dengan sempurna. 

berharap seluruh badan sehat bugar sentosa, namun tak mampu menjaga pola makan dan hidup sehat. 

Ternyata Aku.. Adalah orang yang serakah.

Penuh keinginan dan harapan untuk hidup dengan nyaman .

berharap hanya dengan duduk, tidur nyenyak dan makan enak uang mengalir sempurna.

Tenyata Aku.. Adalah orang yang serakah. 

berambisi untuk mengatasi semua kesulitan 

TAPI BUKANKAH SEMUA MANUSIA HARAPANNYA BEGITU