Ternyata belum siap aku
kehilangan dirimu
belum sanggup untuk jauh darimu
yang masih selalu ada dalam hatiku...
selalu teringat akan cinta yang dulu dihidupku.
malam ini, anakmu tiba-tiba berkata sambil menangis.
bocah cerdas yang berusia tiga tahun satu bulan, dengan kepekaan dan kasih sayang yang luar biasa itu, menutup matanya dan berkata dengan suara tertahan.
"umi, akak sedih.. akak kehilangan abi, akak tidak ada abi".
kalimat yang menghujam jantungku dengan begitu cepat hingga nafasku terasa sesak.
aku mencoba untuk mengeluarkan emosinya dan membuatnya lebih baik.
tapi jawaban dari mulut mungil yang lincah itu selalu memaksaku untuk lebih tegar.
" abi di surga, tidak bisa kerumah akak".
"akak mau ketemu abi, tapi abi di surga di tanah coklat"
"gali saja kubur abi mi, pake sekop biar akak senang"
"abi disurga tidak bisa naik motor datang kerumah akak"
sepertinya, dia ingat saaat masih dalam kandungan.. kami selalu menunggu bunyi deru motor abi "kodrat" untuk sampai dirumah.
aku tak mampu lagi bertanya.
sambil menahan panasnya sudut mataku, aku mengajak anakmu mengirimkan doa.
berharap kamu sudi datang memeluk anakmu walau sekedar dalam mimpi
berharap kamu naik motor dan membahagiakan anakmu dalam mimpi
tolong bi, datang dalam mimpi anakmu
berikan ia sosokmu, walau hanya dalam mimpi
kami merindukanmu bi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar