Laman

clock

Senin, 04 Februari 2019

SAUDARI

dear sayang,
sesak rasanya hati ini..
begitu menggumpal hingga mampu membekukan darah di setiap helan nafas ini. Aku nestapa sekarang. Kemana aku akan berlari? kemana aku akan mencari? kemana aku dapat menangis. Aku terhenti di sudut kota ini. terlalu resah hati ini. terlalu sesak. diamku bagaikan kepingan darah yang tersumbat di peredaran. menyakitkan.
apa salah dan dosaku sebagai seorang kakak? apakah aku yang tak bisa sempurna memahami arti sebuah kakak. apakah aku yang terlalu berdosa untuk dirinya?
ingin rasanya berlari. ingin rasanya mengakhiri semua ini. aku yang tak bisa, tak becus menjadi kakak yang baik, atau dia yang terlalu mengharap aku menjadi bidadari?
aku tak ubahnya seonggok sampah di hadapannya. pandangan mata dan suara yang mengiris jiwaku hingga terlalu dalam.
berdosakah aku jika aku ingin berlari?
aku yang pernah menghirup rahim yang sama dengannya, dan sekarang
aku tak sanggup menghirup nafas dari ruangan yang sama..
salahkah jika aku hanya meminta sebuah penghormatan darinya?
apakah dimatanya tak pernah ada sosok aku sebagai kakaknya?
apa yang harus aku lakukan?
apa yang harus aku pahami?
ini semua rasanya terlalu berlebihan
jiwaku serasa mati
namun untuk berbicara semua ini, aku merasa tak berani.
takut, pandangan kecewa dan terlukanya sayap bidadariku.
mereka terlalu lelah berkorban. bagaimana aku akan menceritakan kepada mereka, bahwa anak mereka tak bisa bersama?
bagaimana aku dapat mengungkapkan, bahwa anak mereka tak bisa saling menjaga?
menyaksikan mereka akan menangis
merasakan sesak dada mereka
aah, tanpa aku ceritakan.. aku sudah tau apa yang akan mereka rasakan

aku lelah
aku kurang apa
aku harus bagaimana
aku terlalu lemah olehnya
sampai kapan aku harus berada di titik ini
dapatkah dia mengerti, bagaimana hati ini
dapatkah dia memahami bagaimana posisi ini
dapatkan dia sedikit saja bersikap sopan dan santun pada diri ini
dapatkah dia rasakan artu dari saudari

Yogyakarta
04-02-2019


Tidak ada komentar:

Posting Komentar