pada awalnya kupikir bahwa sumatera selatan sangat menyiksaku. terlalu banyak hal yang terjadi di kota itu, kesepian dan keluarga. ku pikir itu adalah kondisi terburukku. namun aku salah. selepas pergi dari provinsi itu, aku terpaksa melanjutkan jalan hidupku di pulau jawa. hal yang kuinginkan jauh sebelum menjejakkan rantauan di sumatera. ya, aku pernah berkeinginan kuliah di yogyakarta, kota pelajar yang terkenal dengan gajah mada-nya. kondisiku kali ini memaksaku untuk melanjutkan studiku yang berada di pertengahan.
bagiku, makhluk introvert dan teraneh di planet ini, yogyakarta ataupun pulau jawa adalah tempat yang menyenangkan untuk berlibur. sebulan, dua atau tiga bulan mungkin cukup untuk membuatku lelah dan ingin pulang. yogyakarta dan pulau jawa menyadarkanku, apa yang aku inginkan belum tentu baik untukku. dan beruntunglah aku yang patuh pada nasehat orangtuaku untuk meneruskan kuliah pertamaku di palembang, bukan di yogyakarta. Allah memberikanku orangtua yang sangat mengenal baik pribadiku. hehehe.
tiga bulan pertama di tanah jawa, aku merasa cukup dan lelah. mulai merasakan harga tiket yang terlalu membumbung tinggi. harga yang sangat mahal untuk bertemu dengan sebuah keluarga. dilanjutkan dengan perjalanan yang sangat jauh dan memutar. untuk wanita malas sepertiku, ini sangat menyusahkan. dan aku mulai berandai.. seandainya palembang memiliki magister profesi psikologi. aku pasti memilih kota itu, tidak yang lain.
sebagai sosok wanita yang hobi berbelanja, yogyakarta tidak menawarkan kemudahan untukku. beberapa tempat terpisah secara jauh dengan harga tak jauh berbeda dengan palembang. plus jalanan yogyakarta yang terasa lebih panjang dari palembang. entah memang karena aku makhluk teririt di dunia atau memang karena aku tumbuh berkembang menjadi makhluk yang lebih pemalas lagi dari sebelumnya, aku hanya menemukan sedikit tempat-tempat menarik untuk berbelanja. untuk masalah barang kurasa sama saja dengan palembang.
yah, setiap kota memiliki keunikan dan kelebihan tersendiri. dan tentunya setiap manusianya memiliki persepsi sendiri. kurasa, aku telah "lumayan" menjelajah tempat-tempat belanja yang kata mereka "murah di yogyakarta" namun terlihat sama saja bagiku...hehehe, jiwa pelitku terlalu mendewa, sehingga semuanya masih terlihat mahal, tidak semurah tanah abang..>,<.. (maafkan)
yogyakarta sendiri bagiku memiliki keunggulan di makanan yang sangat murah terutama untuk chickennya, hehehe. disini, dengan uang Rp. 10.000 maka tersajilah dengan hangat nasi ayam chicken ( yang dada pula ) + es teh manis ini bisa anda dapatkan di ol*ve >,<. harga yang sangat fantastis. dan hampir seluruh warmindo, burjo, warung ayam geprek dan warung padang sebagainya menyediakan harga berkisar tersebut.. untuk seorang penggemar ayam + mahasiswa rantauan sepertiku, ini seperti surga. hahahhaa
poin kedua yang saya senangi dari sisi kepelitanku, adalah tarif parkir yang hanya 1000,, untuk beberapa tempat elit terkadang 2000 >,< dan tidak semua tempat harus bayar parkir. yah, jika kubandingkan dengan palembang, yang setiap tempat harus parkir dan bayaran minimal 2000 -.-"
poin ke empat, eh ketiga, lagi-lagi dan lagi dari sisi ekonomi yang berlatarbelakang kepelitan, hampir semua warung dan cafe disini menyediakan wifi. Hal yang sangat sulit ditemukan di palembang. disetiap warung makan kecil disinipun hampir semuanya menyediakan wifi gratis. bisa makan sambil wifiaaaan yeaay >,<
poin keempatnya, apa yah,... emmmh untuk beberapa wisata disini masih terhitung murah dan banyak bonus alam dsini..
kalau yang lainnya, yaah.. memang tipe gadis introvert sepertiku kurang menyukai kesana-kemari dan sering merasa tersiksa jauh dari keluarga seperti ini. biasanya jika ada libur 2 hari saja, cusss dari sumatera selatan pulang naik feri ke bangka, dengan ongkos 200 ribu pulang pergi... sekarang? libur satu minggu aja, mau cuss? tiket paling murah 500ribu bo' sekali pergi. jadilah hanya meringkuk di sudut pojokan membayangkan keluarga dan makanan bangka.
dan dan dan dan masih banyak hal lain yang membuatku merasa tersiksa disini... T.T
yah, kali ini dengan kehematanku yang tiada tandingannya, aku haruss cuss menyudahi tulisan kali ini. mengandalkan wifi cafe juga harus ada batasnya kan. wkwkwkwk
see u again dear.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar