menikah...
entah mengapa aku begitu mendambakan pernikahan..
aku hanya berpikir betapa indahnya jika aku menikah..
hidup bersama dengan orang yang kusayangi...
tidur dalam pelukan yang hangat..
dan ketika aku membuka mata..
ada dia sampingku...
ada begitu banyak ladang pahala
yang dapat ku tuai disana..
pastinya sangat menyenangkan
berbagi tawa
tanpa memikirkan dosa
akan ada banyak kehangatan
cinta
kasih
sayang
ketika aku akan memanggilnya sayang di setiap malam
memanggilnya ayah, pa, abi, cinta....
semua tanpa perlu takut akan dosa..
terbayang jelas di setiap pikiranku..
untuk mengatakan kangen rindu ketika dia pergi jauh..
menyambutnya di kala ia pulang kerumah..
menyiapkan makan dan menemaninya makan...
bermunanjat kepada tuhan di seperempat malam...
semuanya terasa indah
pastinya suamiku adalah orang yang sangat romantis
jika dia tidak romantis, maka akan ku paksakan untuk romantis..
yup, suamiku wajib memberikan surprise setiap minggunya..
atau setiap bulan...
kalau bisa sih setiap hari...
wkwkkwkwkwk
anythinglah,
yg jelas aku selalu memikirkan suami yang romantis.,..
yg selalu membawakanku seikat bunga ketika pulang kerja.. ^.^
yg selalu memelukku ketika aku terlelap...
yg selalu membacakan aku dan anakku ayat suci al-quran...
yg selalu membuatkan susu untuk q di setiap malam...
yg selalu punya 1001 cara untuk membuatku selalu jatuh cinta padanya...
semakin ku pikirkan semakin ingin aku menikah..
semakin aku tak ingin masuk dalam dunia pacaran..
aku hanya menginginkan kehalalan..
tapi ku rasa dunia sekarang terlalu berpikir rendah akan menikah di usia muda
padahal ada begitu banyak hal positif ketika menikah muda
well, memang sulit untuk merubah pola pikir..
semua itu kembali kepada yang menjalaninya..
kalau aku mau menikah sekarang..
ya aku katakan aku mau..
hanya saja tak sanggup rasanya mengatakan itu pada kedua orangtua
yang menyebut namaku di setiap doanya..
yang selalu menginginkan aku mengenakan toga
pastinya
pemikiran mereka ada pada umumnya,,,
dan aku
belum mau mengecewakan mereka
aku akan menunggu
hingga imam romantis-ku datang menjemputku
tak perlu memakai mercedes
bmw
cukup
kereta kuda
dengan
iman
aku akan selalu menantikan hari itu tiba
hari dimana aku dan dia yang entah dimana skrg
menjadi ratu dan raja
^.^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar