terkadang bibir ini hanya bergetar ketika perasaan itu datang..perbedaan yang 180 derajat tanpa pemahaman.
bagaimana tasbih itu terpekur dalam genggaman dan balutan tangan.
sedang mereka dalam keadaan terbuka. hanya sesaat genggaman yang menghangatkan..
jiwa yang kerontang laksana debu dipadang pasir.
hanya syair yang menutupi kegelisahan dalam setiap onak kehidupan.
mereka tak mau mengerti
mereka tak pernah mengerti
mereka berbeda
raut itu tenggelam dalam duka q,,
Palembang 20 november
Tidak ada komentar:
Posting Komentar