Laman

clock

Sabtu, 18 Oktober 2025

hati Anakku

bi. apakah kamu lihat dari atas sana. 
anakmu, sangat menyayangi dan memikirkan perasaanmu. 
dia bahkan menangis memikirkan kamu akan menangis jika melihat umi menikah lagi. 

seminggu terakhir ini, para nenek2 mengatakan kalau anakmu ingin memiliki abi baru. Katanya biar bisa minta beli mainan. 
terakhir, anakmu minta beliin motor mainan yang pake mesin. Umi ingin menantang, biar anakmu berhasil dan termotivasi untuk belajar dan berusaha. umi bilang, jika mau motor harus menghafal surat annaba. sepertinya anak kita menyerah karena sulit sekali menghafal annaba. dia bilang, kalau ada abi baru, gak perlu hafal annaba dia bisa minta beliin, wkwkwk, se absurd itu pikirannya. 
lalu umi bilang, kayaknya umi ni gak nikah2 soalnya abi yang gak ngasih umi nikah lagi. 
kemudian spontan anakmu menjawab," iyolah abi kan ngintip dari atas, abi nangis liat umi nikah lagi'. dengan mata bemerah menahan air mata, terlihat jelas dimata umi anakmu menahan sakit ketika mengucapkan itu. 
dia menangis dalam diam. menahan tangis karena malu. 
malam harinya, umi menyaksikan, bagaimana dia mengalah untuk memiliki abi baru, mengabaikan keinginnannya terhadap sosok abi baru karena takut abi oji sedih dan menangis. takut abi sedih saat melihat foto kita bertiga. "dak jadi punya abi baru, biarlah' ujarnya sambil menangis. 
perih bi, 
perih sekali,
melihat anak usia sekecil itu harus menahan mengalah dengan keinginannya hanya karena tidak ingin orangtuanya bersedih. 
umi perih melihat dia mengorbankan keinginannya., 
sakit sekali., 

Jumat, 17 Oktober 2025

Tentang Alfatih El Adzra

dear anakku, 

Alfatih El Adzra

terimakasih telah menjadi pribadi yang baik hati, lembut dan penyayang. 

terimakasih untuk  pikiran, perasaan, perhatian yang telah kau beri. 

terimakasih untuk hatimu nak. 

5 Tahun 7 bulan 

Umi bahagia untuk melihatmu tumbuh dan berkembang hingga saat ini. 

Nak, 

tumbuhlah bahagia tanpa harus memikirkan banyak hati. 

tumbuhlah bahagia dengan hatimu tanpa harus menyenangkan banyak hati

tumbuhlah bahagia dan ucapkan apa yang kau ingini,  

tumbuhlah nak, ada banyak ruang untuk kita berdiskusi, 

tanpa harus mengorbankan hatimu sendiri. 

Tak ada yang salah dengan keinginan hati, 

Tak harus merasa bersalah dengan apa yang terjadi, 

Tak perlu mengalah karena perasaan umi dan abi. 

hingga kau dewasa dan menua nanti, jangan kau pendam sendiri, 

kamu tak sendiri, ada banyak tempat untukmu berbagi

kamu tak sendiri, tak harus menyenangkan banyak hati

selalu ada ruang untuk kita berdiskusi. 

selalu ada jalan untuk bersama kita lalui.

Tumbuh bahagia anakku, 

Terimakasih untuk hatimu.