Laman

clock

Sabtu, 15 Oktober 2022

percayaku

 tuhanku..

jika memang engkau izinkan..

kirimkanlah aku seorang malaikat pelindung

yang mampu melindungiku dan anakku

dari rasa sepi yang merajam waktu

dari rasa lelahnya mencari nafkah

kirimkanlah seorang malaikat pelindung

yang mampu berdiri didepan menjadi imam untukku dan anakku 

yang mampu memeluk kami dikala gundah datang tak menentu

yang mampu menghapus airmata rindu dengan penuh kesabaran

yang mampu menyayangiku dan menjadikanku ratu


jika memang akan kau kirimkan kembali,

ku harap dia yang menemaniku dan membantuku dengan penuh kesabaran

izinkan kami sekeluarga sehat jiwa raga dan memiliki umur yang lebih panjang. 


tuhanku, 

Allahku, 

aku masih percaya, apapun yang KAU ambil, akan digantikan dengan yang lebih baik. 

maka aku meminta, kirimkanlah yang menurutMu lebih baik untukku dan anakku  Ya Allah. 


aku tak sempurna, aku penuh dosa, aku penuh kekurangan. 

tapi aku takkan malu untuk meminta yang terbaik ya Allah. 

hatiku warna biru

 aku rindu perasaan dicintai

aku rindu perasaan dirindukan

aku rindu tenangnya sebuah tepukan

aku rindu nyamannya sebuah pelukan

aku rindu teduhhnya sebuah bahu untuk sandaran

aku rindu menangis keras dan ditenangkan

aku rindu diperhatikan

aku rindu ucapan cinta dan sayang

aku rindu kata yang membuatku tersenyum berjam-jam

bahkan aku tak bisa mengontrol rindu ini. 

i miss u

i love u

sudah makan?

sedang apa?

bagaimana hari ini?

apa yang akan kamu lakukan esok?

capek ya?

sudah baikan?

sayang aku gak?

aku sayang kamu

maaf ya,

adzra sehat?

adzra hari ini ngapain ?

adzra sudah bisa apa?

besok kita jalan ya, 

iya besok kita makan itu ya,



aku ingin mendengar dan melakukan semua itu. 

tapi tak mudah

ku sedih

sangat sedih

hatiku warna biru

Jumat, 14 Oktober 2022

single parents

 Takdir membawaku menjadi seorang pejuang sendirian. 

Tidak mudah. malah terasa amat sangat berat. 

Bukan karena kehadiran ananda, tapi aku yang bermasalah. 

Emosiku seringkali tak stabil. yah, memang aku jarang dan mengerem diriku untuk tak melampiaskannya ke buah hati, Meskipun begitu, aku tetap menghakimi diriku dan merasa lelah. 

sesedikit-dikitnya pekerjaanku dan sebagaimanapun aku mengatur waktu, sebagaimanapun aku berbagi dengan bibi keluargaku, aku tetap merasa tak ada tempat untukku berbagi pekerjaan dan hati. 

yah, aku butuh sandaran. 

atau emosiku yang mengharapkan sosok pelindung untuk bermain bersama anakku. 

tak mudah untukku mengelola emosiku.

mengabaikan empatiku ketika harus menitipkan buah hatiku seharian dihari tertentu.

menutup telinga dari cemoohan orang yang menyalahkanku karena menitipkan buah hatiku. 

aku harus bekerja untuk mencukupi kebutuhan dan keinginanku. 

inginku?

aku ingin tak lagi bergantung pada keluargaku, secara ekonomi. 

aku ingin berdiri mandiri.

tapi, setelah menjadi seorang ibu, stamina badanku menurun drastis

emosiku seringkali tak terkendali

pikiranku berat dan sakit tak menentu. 

jangan tanyakan kakiku, 

ntah karena aku yang terlalu rajin dan baik hati

atau aku terlalu memikirkan cuan yang kudapat

hingga aku harus menderita penyakit kaki. 

tidak parah memang. 

tapi cukup untuk membuatku kesulitan berjalan setiap harinya. 


tak mudah untuk menjadi single parents dan merencanakan agenda tumbang dengan seabrek kegiatan untuk cuan. 


pada akhirnya, aku harus tetap berjuang. karena adanya dia.. membuatku lebih semangat untuk menjalani hidup. 

dan..

= terimakasih untuk diriku, tetap semangat mengelola emosi ya diriku=