Laman

clock

Selasa, 21 Desember 2021

WASIAT UMI

dear anakku, 
alfatih El adzra Bin Ozi Agustra
Umi harap umi bisa menemanimu dalam keadaan sehat walafiat mendampingimu hingga engkau menemukan pasangan hidup dan melanjutkan keturunan Abimu. 
Selalu itu yang umi panjatkan dalam doa. Berharap engkau tumbuh sehat bahagia dunia akhiratmu. Kamu, salah satu alasan untuk umi tetap kuat dan tersenyum menjalani hari. Bukan kamu yang butuh Umi, tapi Umi yang butuh kamu nak. 
lagi, umi berkaca, usia manusia tak ada yang tahu. 
lagi, umi merasa takut jika harus meninggalkanmu. 
umi berharap Allah memanggil Umi, ketika kamu sudah memiliki keluarga kecil yang sempurna. Umi selalu mendoakan itu. 
tapi jika Allah berkehendak lain nak. 
Maafkan Umi. 
Umi menyayangimu sepenuh hati. 
ketika umi tak ada lagi di dunia ini, dan kamu masih membutuhkan sosok wali, sosok keluarga. 

pertama. tinggallah bersama ayah bundamu nak, abi amamu, atau pakde amamu. 
jangan tinggal bersama kakek nenekmu nak... entah itu Yek-Nyek, ataupun Neknang Nekno, 
jangan nak. 
bukan karena umi tak menghormati kakek nenekmu. bukan nak..
tapi mari kita pikirkan bersama. 
kakek nenekmu sudah tua dan renta, ketika kamu bersama kakek nenekmu, kamu akan merasakan kehilangan lagi berulang nak. mereka akan meninggalkanmu lebih cepat dan membuatmu hilang arah lagi. 
kakek nenekmu, akan memberikanmu kasih sayang sebagai seorang kakek nenek, bukan sebagai orangtua nak. Maka kasih sayang itu tidaklah tepat untuk tumbuh kembangmu. Kamu butuh kasih sayang orangtua yang mengajarimu secara tegas nak. bukan figur kakek dan nenek. 
dua hal ini sangatlah cukup bagi umi untuk menjadi alasan kenapa kamu tidak bisa tinggal bersama kakek nenekmu nak. 

kedua. jangan tinggal bersama acu dea ataupun icik wel mu nak.
bukan karena mereka tak mampu menjagamu, tapi umi sebagai seorang psikolog paham dengan kepribadian acu dan icikmu nak.. acumu mungkin mampu menjagamu, tapi tidak untuk mendewasakanmu nak. sama halnya dengan icikmu, yang masih perlu banyak belajar tentang kedewasaan, tentang tatakrama, tentang hidup di dunia sosial. bersama mereka, tidak akan menumbuhkan kedewasaanmu nak.. 
Umi dan Abi sepakat tentang itu nak. maka jangan tinggal, jangan hidup bersama mereka. biarkan mereka menyayangimu tapi tidak untuk serumah denganmu nak. 

ketiga. Pergunakan Rumah, Tabungan pegadaian, Cincin dan kalung Umi ketika kamu dewasa nak... pakai Laptop Umi sebaik mungkin dan ketika kamu rindu. Ada banyak hardisk, cari dan temukan ada banyak file cerita umi dan abi disana. Banyak video Bukti cinta dan kasih sayangnya Abi kepadamu. Ambil sisi Baik Abi dan Umi nak... dan tolong hapuskan sisi buruk Abi dan Umi. ketika kamu melihat banyak kenangan yang belum selayaknya kamu lihat. tolong dihapus nak. sampai saat ini umi belum menghapus foto dan video yang tidak semua orang pantas melihatnya. Ada banyak foto dan video yang memperlihatkan kemesraan umi dan abi dalam baju pendek, ataupun baju tidur, ataupun ketika umi dan Abi foto Babybump bersama kamu saat itu. Belum umi hapus,  karena sampai saat ini umi masih sering melihat kemesraan Abi dan Umi. ketika Umi tiada lagi, tolong dihapus nak, dan jangan biarkan oranglain melihatnya. 

keempat. kamu punya dana peninggalan dari Abimu nak,. ketika umi tiada lagi, dan kamu masih belum dewasa, tolong selalu urus dana peninggalan Abimu. lapor dan ikuti administrasinya. Jumlahnya memang tidak seberapa, tapi itu bukti kasih Abimu. pergunakanlah untuk keperluanmu, atau jika perlu sedekahkanlah uangnya atas nama Abi Umimu. 

kelima. tolong kirimkan selalu doa untuk Abi Umi mu nak. ceritakan kepada istri dan anakmu tentang kami. berikan nama kami kepada anak istrimu agar mereka hafal nama kami dan senantiasa mengirimkan doa untuk kami. Tidak harus engkau mengadakan tahlilan untuk kami nak, tapi setidaknya di setiap doa, setiap sujudmu, sujud istri dan anakmu, engkau kirimkan doa untuk kami berdua. 

keenam. hiduplah bahagia dan sehat nak. banyak orang yang mencintaimu. Umi Abi selalu sangat mencintai dan menyayangimu. Tumbuhlah dengan menyayangi dirimu. Mengasihi dirimu. berikan yang terbaik untukmu, untuk anak istrimu. Allah itu Maha Adil, Maha penyayang nak. apapun yang terjadi pada kita. yakini itu yang terbaik. Ambil Hikmah dari setiap keadaan. Hasbunallah wanimal wakil, wanimal maula wanikman nasir. Yakini itu nak.  

ketujuh. masuklah pesantren nak. cari ilmu disana, saring dan ambil yang baik-baik dan mengharmoniskan kehidupanmu. jangan terlalu berlebihan dalam segala hal. 

sekian surat dari umi mu
Umi mencintaimu selalu, Alfatih El Adzra
umi harap, kita berdua sehat dan panjang umur, sehingga surat wasiat ini tidak diperlukan hingga akhir masa umi nanti. 

Berat

Umi rindu
hingga sepanjang hari ini umi memilih mendengarkan suara dan video Abi. 
Umi akhirnya lulus dan benar-benar sah menjadi psikolog bi. 
tanpa perayaan. tanpa resepsi. semuanya terasa biasa saja tanpa abi. 
dunia seakan menuntut umi untuk melanjutkan hidup dengan penuh keberhasilan. 
tapi ternyata, umi belum cukup kuat untuk berdiri tegak menghadapi semuanya. 
perlahan umi keluar dari zona nyaman dan mencoba untuk berdiri sendiri menghidupi diri dan buah hati kita. perlahan tapi menyakiti. 
umi merasakan tekanan yang luar biasa dari pekerjaan, merasa kurang mampu, merasa tak berharga, merasa rendah, merasa tak berdaya dan tak mampu memberikan yang terbaik. Umi lelah mencari jawaban, lelah memberikan yang terbaik, lelah mencapai hasil. Umi butuh pelukan abi, butuh kenyamanan, umi rindu belaian abi ketika umi di titik jenuh. Umi butuh tertawa bersama abi, berbagi keluh kesah tentang sulitnya pekerjaan kali ini. Umi rindu Abi yang kemudian mijitin umi, mengajak umi berdansa, mengajak umi makan dan tertawa. Umi Rindu. 
Umi Rindu tidur bersama dan kemudian menghadapi hari dengan senyuman nyata. 
Umi Bingung untuk apa umi bangun dari tidur. 
Umi lelah dan ingin menghindar dari kewajiban kerja karna merasa umi tak profesional.
Umi aneh ya bi,
segala kepercayaan diri umi lenyap. 
padahal abi bilang umi adalah orang yang paling percaya diri dengan kemampuan umi. 
saat abi tak ada,
umi merasa hilang arah.
Umi butuh pelukan Abi
Umi rindu
hingga umi hanya bisa menikmati rasa rindu ini
berharap Abi berjalan tenang disana
Umi harap, umi bisa lebih kuat dan bahagia menjalani hari-hari.