Laman

clock

Selasa, 21 Desember 2021

WASIAT UMI

dear anakku, 
alfatih El adzra Bin Ozi Agustra
Umi harap umi bisa menemanimu dalam keadaan sehat walafiat mendampingimu hingga engkau menemukan pasangan hidup dan melanjutkan keturunan Abimu. 
Selalu itu yang umi panjatkan dalam doa. Berharap engkau tumbuh sehat bahagia dunia akhiratmu. Kamu, salah satu alasan untuk umi tetap kuat dan tersenyum menjalani hari. Bukan kamu yang butuh Umi, tapi Umi yang butuh kamu nak. 
lagi, umi berkaca, usia manusia tak ada yang tahu. 
lagi, umi merasa takut jika harus meninggalkanmu. 
umi berharap Allah memanggil Umi, ketika kamu sudah memiliki keluarga kecil yang sempurna. Umi selalu mendoakan itu. 
tapi jika Allah berkehendak lain nak. 
Maafkan Umi. 
Umi menyayangimu sepenuh hati. 
ketika umi tak ada lagi di dunia ini, dan kamu masih membutuhkan sosok wali, sosok keluarga. 

pertama. tinggallah bersama ayah bundamu nak, abi amamu, atau pakde amamu. 
jangan tinggal bersama kakek nenekmu nak... entah itu Yek-Nyek, ataupun Neknang Nekno, 
jangan nak. 
bukan karena umi tak menghormati kakek nenekmu. bukan nak..
tapi mari kita pikirkan bersama. 
kakek nenekmu sudah tua dan renta, ketika kamu bersama kakek nenekmu, kamu akan merasakan kehilangan lagi berulang nak. mereka akan meninggalkanmu lebih cepat dan membuatmu hilang arah lagi. 
kakek nenekmu, akan memberikanmu kasih sayang sebagai seorang kakek nenek, bukan sebagai orangtua nak. Maka kasih sayang itu tidaklah tepat untuk tumbuh kembangmu. Kamu butuh kasih sayang orangtua yang mengajarimu secara tegas nak. bukan figur kakek dan nenek. 
dua hal ini sangatlah cukup bagi umi untuk menjadi alasan kenapa kamu tidak bisa tinggal bersama kakek nenekmu nak. 

kedua. jangan tinggal bersama acu dea ataupun icik wel mu nak.
bukan karena mereka tak mampu menjagamu, tapi umi sebagai seorang psikolog paham dengan kepribadian acu dan icikmu nak.. acumu mungkin mampu menjagamu, tapi tidak untuk mendewasakanmu nak. sama halnya dengan icikmu, yang masih perlu banyak belajar tentang kedewasaan, tentang tatakrama, tentang hidup di dunia sosial. bersama mereka, tidak akan menumbuhkan kedewasaanmu nak.. 
Umi dan Abi sepakat tentang itu nak. maka jangan tinggal, jangan hidup bersama mereka. biarkan mereka menyayangimu tapi tidak untuk serumah denganmu nak. 

ketiga. Pergunakan Rumah, Tabungan pegadaian, Cincin dan kalung Umi ketika kamu dewasa nak... pakai Laptop Umi sebaik mungkin dan ketika kamu rindu. Ada banyak hardisk, cari dan temukan ada banyak file cerita umi dan abi disana. Banyak video Bukti cinta dan kasih sayangnya Abi kepadamu. Ambil sisi Baik Abi dan Umi nak... dan tolong hapuskan sisi buruk Abi dan Umi. ketika kamu melihat banyak kenangan yang belum selayaknya kamu lihat. tolong dihapus nak. sampai saat ini umi belum menghapus foto dan video yang tidak semua orang pantas melihatnya. Ada banyak foto dan video yang memperlihatkan kemesraan umi dan abi dalam baju pendek, ataupun baju tidur, ataupun ketika umi dan Abi foto Babybump bersama kamu saat itu. Belum umi hapus,  karena sampai saat ini umi masih sering melihat kemesraan Abi dan Umi. ketika Umi tiada lagi, tolong dihapus nak, dan jangan biarkan oranglain melihatnya. 

keempat. kamu punya dana peninggalan dari Abimu nak,. ketika umi tiada lagi, dan kamu masih belum dewasa, tolong selalu urus dana peninggalan Abimu. lapor dan ikuti administrasinya. Jumlahnya memang tidak seberapa, tapi itu bukti kasih Abimu. pergunakanlah untuk keperluanmu, atau jika perlu sedekahkanlah uangnya atas nama Abi Umimu. 

kelima. tolong kirimkan selalu doa untuk Abi Umi mu nak. ceritakan kepada istri dan anakmu tentang kami. berikan nama kami kepada anak istrimu agar mereka hafal nama kami dan senantiasa mengirimkan doa untuk kami. Tidak harus engkau mengadakan tahlilan untuk kami nak, tapi setidaknya di setiap doa, setiap sujudmu, sujud istri dan anakmu, engkau kirimkan doa untuk kami berdua. 

keenam. hiduplah bahagia dan sehat nak. banyak orang yang mencintaimu. Umi Abi selalu sangat mencintai dan menyayangimu. Tumbuhlah dengan menyayangi dirimu. Mengasihi dirimu. berikan yang terbaik untukmu, untuk anak istrimu. Allah itu Maha Adil, Maha penyayang nak. apapun yang terjadi pada kita. yakini itu yang terbaik. Ambil Hikmah dari setiap keadaan. Hasbunallah wanimal wakil, wanimal maula wanikman nasir. Yakini itu nak.  

ketujuh. masuklah pesantren nak. cari ilmu disana, saring dan ambil yang baik-baik dan mengharmoniskan kehidupanmu. jangan terlalu berlebihan dalam segala hal. 

sekian surat dari umi mu
Umi mencintaimu selalu, Alfatih El Adzra
umi harap, kita berdua sehat dan panjang umur, sehingga surat wasiat ini tidak diperlukan hingga akhir masa umi nanti. 

Berat

Umi rindu
hingga sepanjang hari ini umi memilih mendengarkan suara dan video Abi. 
Umi akhirnya lulus dan benar-benar sah menjadi psikolog bi. 
tanpa perayaan. tanpa resepsi. semuanya terasa biasa saja tanpa abi. 
dunia seakan menuntut umi untuk melanjutkan hidup dengan penuh keberhasilan. 
tapi ternyata, umi belum cukup kuat untuk berdiri tegak menghadapi semuanya. 
perlahan umi keluar dari zona nyaman dan mencoba untuk berdiri sendiri menghidupi diri dan buah hati kita. perlahan tapi menyakiti. 
umi merasakan tekanan yang luar biasa dari pekerjaan, merasa kurang mampu, merasa tak berharga, merasa rendah, merasa tak berdaya dan tak mampu memberikan yang terbaik. Umi lelah mencari jawaban, lelah memberikan yang terbaik, lelah mencapai hasil. Umi butuh pelukan abi, butuh kenyamanan, umi rindu belaian abi ketika umi di titik jenuh. Umi butuh tertawa bersama abi, berbagi keluh kesah tentang sulitnya pekerjaan kali ini. Umi rindu Abi yang kemudian mijitin umi, mengajak umi berdansa, mengajak umi makan dan tertawa. Umi Rindu. 
Umi Rindu tidur bersama dan kemudian menghadapi hari dengan senyuman nyata. 
Umi Bingung untuk apa umi bangun dari tidur. 
Umi lelah dan ingin menghindar dari kewajiban kerja karna merasa umi tak profesional.
Umi aneh ya bi,
segala kepercayaan diri umi lenyap. 
padahal abi bilang umi adalah orang yang paling percaya diri dengan kemampuan umi. 
saat abi tak ada,
umi merasa hilang arah.
Umi butuh pelukan Abi
Umi rindu
hingga umi hanya bisa menikmati rasa rindu ini
berharap Abi berjalan tenang disana
Umi harap, umi bisa lebih kuat dan bahagia menjalani hari-hari. 

Kamis, 25 November 2021

Terburai

 hai bi...

sudah berapa lama umi tak lagi mengisi diary.

bukan satu dua halm tapi ada banyak hal yang harus umi pendam. 

semua terlewati begitu saja beberapa bulan ini. 

tapi melewati setiap harinya, butuh perjuangan yang sangat besar. 

hingga saat ini rasanya, berada dititik terendah. Perasaan ini akhirnya mengingatkan umi, betapa kesepiannya umi tanpa abi. Betapa kosongnya umi tanpa abi. kehadiranmu menenangkan bi, dan semenjak kepergian abi, mau tidak mau umi harus mencari jalan untuk menenangkan perasaan umi. Bahkan tanpa melakukan apapun, umi merasa lelah. Menjadi suatu pertanda, umi membutuhkan 'istirahat' dari semua pikiran, perasaan, dan keinginan. umi butuh pertolongan untuk melepaskan 'beban' ini. am not okey today bi. 

hal yang paling melelahkan adalah berada dalam keluarga inti. ntah itu keluarga abi ataupun umi. ketidakberhargaan, ketidakberdayaan, ketidakmampuan, rasanya semua yang dilakukan adalah salah. nasihat, gerakan, perilaku, semua terasa salah. Bahkan rasanya sudah enggan untuk bercerita, agar semua tak salah kaprah. Cukup untuk sekedar say hello, atau bercerita tentang bisnis, harapan dan cita-cita. hanya sekedar itu. 

selalu ada penolakan yang umi rasakan saat ini dari orang-orang terdekat, dan itu membuat umi semakin down. semua yang terjadi, semakin membuat umi merindukan pelukanmu. 

saat ini, umi tak mampu untuk menguraikan banyak hal yang terjadi. 

tapi, terimakasih sudah menjadi orang yang paling mencintai dan mengerti umi. 

Rabu, 27 Oktober 2021

sesak

 malam ini rasanya begitu sempit

setiap celah terasa menyesakkan

lelah sedari pagihari menahan bulir airmata

ingin mengeluh

berkata

aku lelah

aku capek

aku penat

tapi tak ada manusia yg bisa menjadi curahan

lelah

dengan tuntutan lingkungan yang tiada mengerti

lelah 

butuh waktu untuk bermanja

tapi tak seorangpun mengizinkan

seolah aku harus bekerja dan terlihat sibuk setiap jam

ketika kalimat 'aku lelah, aku sakit'

di balas dengan 'harus kuar'

aku semakin terjatuh dan ingin pergi

ingin menangis

butuh pelukan

butuh ketenangan

butuh pengertian

tolong

dengarkan dan hargai aku. 

Selasa, 31 Agustus 2021

Down

Bi. 

Lelah

Dan aku jadi seperti ini tanpamu. 

Semua terasa menyakitkan dan menyesakkan. 

Hingga untuk menghirup nafas saja menjadi beban..

Minggu, 29 Agustus 2021

Selasa, 10 Agustus 2021

Perih

 Aku terluka.. 

Aku tersakiti.. 

Dari harapan yang pernah diberi. 

Dari kata mereka yang sungguh menggores luka tak terperih. 

Aku. 

Si manusia tak tahu diri. 

Hanya memberatkan tak pernah henti. 

Aku. 

Yang katanya terlalu tinggi

Yang harusnya berpikir sendiri.


Aku sungguh luka disini

Aku tak pernah meminta seperti ini

Aku tak ingin mengiba untuk semua ini. 

Tapi kenapa seperti aku yang tak bersyukur atas semua ini. 

Pikiranku  tak pernah seperti itu. 

Tapi mereka mengubah pikiran mereka seakan pikiranku seperti itu. 

Bahkan langkah dan janji yang kutekadkan dalam hati. Sekarang bagiku bukan lagi harapan, tapi seperti sebuah hutang yg bahkan harus kubawa sampai mati. 

Selasa, 27 Juli 2021

Rinduku menyesakkanku

Umi rindu bi... 

Rindu abi, rindu cinta dan pelukan yang selalu ada dan menenangkan... 

Sekianlama, curahan hati ini terpendam tanpa sempat umi untaikan, semakin menyesakkan di setiap detik. 

Merindukan betapa kokohnya pelukanmu.. merindukan sejuknya tawamu... merindukan tembang kebahagiaan bersamamu bi. 

Lelah tanpa hadirmu. 

Lelah tanpa pelukanmu. 

Umi sakit, dan semakin sakit tanpa hadirmu bi. 

Mengingat sosokmu yang selalu siap siaga di saat jiwa raga ini lemah dan lemas. 

Mengingatmu yang penuh kasih dan sabar menemani dikala semua terasa hambar. 

Umi rindu bi. 

Dada ini sesak dan semakin terasa menyesakkan. 

Ingin bertemu. 

Ingin menangis di pelukanmu. 

Ingin bercerita betapa banyaknya, betapa sempitnya hati ini. 

Sungguh. Terlalu rindu bi. 

Selasa, 20 April 2021

Katanya aku tak begitu kehilangan



🥺
 Hari ini... 

Akhirnya aku bisa menulis lagi. 

Semalam... kulihat status adikmu bi. Dia bilang merindukanmu karena semenjak kepergianmu dia banyak menanggung beban sendirian🥺. Aku turut berduka untuk itu. 

Apakah kamu tau pandangan



orang-orang terhadapku bi? Mereka pikir, mereka bilang, aku tidak kehilanganmu. Tidak seperti kedua orangtua dan adikmu yg kehilanganmu.. 😭.. senyum bi. Cuma itu yg bisa aku, sebagai istrimu lakukan. 

Ntah dimana akal sehat mereka yang mengatakan itu semua. Hanya karena aku tersenyum depan mereka. Hanya karena aku jarang menulis status sedih merindukanmu, menceritakan bebanku di media sosial, dengan mudahnya mereka menyimpulkan, mereka bilang aku tak merindukanmu, tak menanggung beban sebanyak keluargamu. Perih. 

Ketika mereka bilang, suami bisa di cari lagi. Anak tak dapat diganti. Ingin ku teriakkan kepada mereka bi. Kalau suami dapat di cari, maka anak dapat dibuat lagi. 

Hanya kamu yg tau, bagaimana aku merindukanmu dan menangisi hidup ini. Aku tak bisa untuk membiarkan oranglain melihatku terpuruk. Melihatku menangis tersedu. Aku tak ingin menangis seperti itu. Mereka takkan bisa berbuat apapun untuk airmata ini bi. Aku lebih memilih mengeluarkan airmata dipelukanmu. Seperti sebelumnya. Hingga saat ini, aku hanya bisa menangis dalam kegelapan malam. 

Aku tak tau beban seperti apa yang keluargamu tanggung. Aku juga tau mereka sakit karena kehilanganmu. Bukan salah mereka jika mereka dan orang2 disekitar bilang sedih karena merindukanmu, atau beban mereka bertambah sejak kehilanganmu. 

Hanya saja. Kupikir tak seharusnya mereka bilang beban mereka bertambah semenjak kehilanganmu. Kupikir yang mereka rasakan hanya 50% dari kehilanganmu. 

Hampir 7 tahun bersamamu. Aku mengerti bagaimana engkau menghabiskan waktumu untuk keluargamu. Kapan mereka menelpon, kapan mereka sms, kapan mereka datang. Aku mengerti. Bahkan ada banyak cerita yang kamu tak tahu dan aku lebih tahu.  Kita bahkan mengerti, masalah keluarga, masalah lingkungan, adikmu punya pacar, punya teman yang dulu selalu menjadi tempat berbagi. Kedua orangtuamu bercerita banyak melalui telepon. Kamu hanya tersenyum dan mendengarkan, tanpa melakukan apapun. 

Sementara engkau pergi. Apa yang membuat perbedaan besar dalam masalah keluarga bi? . Apa yang membuat mereka menangis penuh melebihi aku bi. Satu tahun sekali engkau pulang. Seminggu sekali orangtuamu menelpon. Sebulan sekali adikmu datang. Hanya 35% yang mereka bagikan dan ceritakan padamu tentang hidup. 

Sementara engkau pergi. Aku yang 1x24 jam bersamamu. Setiap menit ditolongmu. Setiap jam selalu belasan chatmu. Setiap sore menunggumu pulang, setiap malam tidur di pelukanmu. Kamu ada di stiap hidupku setiap waktu. Tak ada celah. 100% kamu yang ada. 100% pula aku ada untukmu. Kita saling berbagi semuanya. 

Kenapa otak mereka masih tak bisa merasakan siapa yang paling kehilangan. Setiap orang ada proporsinya untuk kehilangan. Siapa yang paling kehilangan, kenapa seolah menjadi perlombaan. Tak perlu kuceritakan bagaimana hidupku dan hidupmu. Tak ingin kuceritakan, tak akan bi. Walau sejujurnya periiih hati ini setiap itu terjadi. 

Mereka bilang suami bisa dicari baru. Kita lihat bi, adikmu ketika menikah dan memiliki anak, apakah masih susah hidup untuk merindukanmu? Apakah hatinya berat menjalani kehidupan? 

Orangtuamu. Aku mengerti anak adalah harapan bi. Tapi, masih ada adikmu. Masih ada anakmu, anak adikmu. Masih memiliki cinta satu sama lain, masih hidup bersama di dalam satu atap. Masih bisa saling bercinta, saling memeluk, saling berpetualang bersama. Takkan ada yang menjadi penggantimu diantara mereka, sehingga takkan ada perasaan bersalah membandingkan antar manusia. Antar anak. Mereka masih bisa saling menyemangati tanpa harus mencari pengganti. Mereka bisa hidup mandiri berdua tanpa kekurangan jiwa dan raga. 

Aku bi. Aku istrimu. Tak ada lagi yang memelukku bi, tak ada teman yang bercinta denganku, tempat menumpahkan resah yang paling dalam. Tak ada yang membantuku disaat waktu. Tak ada yg memperhatikanku. Jiwa ragaku kekurangan bi. Hilang setengahnya. Anakmu takkan bisa menjadi penggantimu bi. Anakmu takkan bisa selalu menemaniku. Dia akan pergi nanti, ntah menuntut ilmu ataupun menikah. Mencari penggantimu? Aku akan menemukan tempat untuk bercinta, melengkapi jiwa dan ragaku. Iya. Kalaupun itu terjadi, tetap saja ada jiwa yang kosong untukmu. Merindukanmu, bahkan mungkin akan ada banyak batinku secara tak sengaja membandingkanmu dengan suami baruku. Akan ada luka padanya, dan pasti terluka dengan perasaanku yang tak lagi utuh. Bayangmu akan mengikutiku meskipun aku berusaha untuk menjalani hidup bersama yang baru. Akan ada siksaan dihatiku ketika mengingatmu. Siksaan ketika melihat orangtuamu, merasa bersalah, merasa tak nyaman, merasa bingung. Bagaimana harus bersikap pada orangtuamu, pada orang baru, semuanya ini akan mengikuti hingga akhir hayatku. Perasaanmu padaku akan selalu menjadi yang teristimewa di hatiku. 

Sulit bagiku untuk benar-benar mengingatmu sebagai kenangan terindah. Kamu adalah kerinduan yang tak akan pernah habis bi. Sekalipun terganti, kamu takkan pernah tergantikan. 

Masihkah mereka bilang bebanku lebih ringan bi? Ini semua yang dirasakan para janda bi. Sekalipun mereka menikah. Suami terdahulu mereka selalu menjadi yang teristimewa, selalu menjadi harapan mereka di keterpurukan. Selalu dibayangi. 

Masihkah mereka bilang janda lebih mudah dibandingkan keluarga suami? 

Mereka sungguh tak punya otak dan hati. 

Kamis, 15 April 2021

Pagi

 Sepagi ini...

Aku merindumu lagi. 

Mengenang saat pertama kita kepagaralam untuk unduh mantu. Hari pertama aku menginjakkan kaki dirumahmu bi. Ritual adat pernikahan hingga ke jalanjalan pertama kita berdua mengelilingi kota kelahiranmu. 

Saat kamu tersenyum sambil mengatakan 'umi istriku, cantik nian cak ini' terus terbayang dan menggema pagi ini. Saat kamu posesif dan ingin selalu memelukku, terasa baru kemarin terjadi. Hingga semua kenangan indah itu membuatku menghela nafas. Kenapa tuhan ambil secepat ini? 

Aku masih belum puas untuk menghabiskan waktu bersamamu. Masih banyak jalan dan cerita yang ingin kulalui sambil menggandeng tanganmu.  Sekarang aku sendiri menyusuri jalan, menggendong buah hati tanpamu menggandengku. 

Bi. Aku rindu. 

Ada banyak cerita yg menyesakkan pagi ini tentang rindu. Tapi semuanya bahkan tak bisa kurangkai dalam satu cerita. Tak perlu ku ceritakan semua, kamu tau kan perasaanku? Aku ingin menangis dipelukanmu. 

Apakah ini berarti aku tak ikhlas bi? 🥲

Selasa, 13 April 2021

Merindu

 Aku merindukanmu lagi dengan sesak hari ini bi. 

Banyak hal sepele, tapi begitu menyesakkan saat umi merindu abi. Harus terima, tapi rasanya tidak adil. Ingin mengakui tidak adil, tapi ini takdir. Tak bisa diganti, tak bisa berubah, tak bisa dipungkiri. 

Ingin memaki tuhan, tapi tak berani. Seringkali meminta tuhan memberikan kesempatan lagi, meminta hal yang mustahil🥲. Hanya bisa merindu bi. Dalam diam, dalam senyap, hati ini berharap kamu ada disisi. 

Memori tentangmu seakan diulas dengan tarikan nafasku. Tak kuminta, tak kupaksa, tapi berpadu sendirinya. Menyesakkan. Tapi tak bisa kubuang. 

Aku sendiri bahkan sulit mendeskripsikan rinduku ini bi. Terlalu menyesakkan dan berat. Sepanjang hari bayangmu disini. Cinta. Aku cinta kamu bi. Aku lemah tanpamu. Lelah. Rindu bi. Sayang, aku sungguh rindu kamu. 

Minggu, 11 April 2021

MORE

 Ada jutaan pilu dan cerita yang terendam di dalam hati ini bi. Hingga rasanya menyesakkan hingga ketulang. 

Umi pikir, umi akan terbiasa dengan sesaknya gumpalan rindu ini. Terbiasa dengan sakitnya telinga dan lelahnya mata. Terbiasa dengan jam yang terus berputar. Tapi nyatanya tidak. 

Sehari, ada 20 jam yang umi habiskan untuk merindu dan mengenangmu. Bercerita denganmu melalui hati ini, tanpa sempat menuangkannya dalam goresan. 

Pilu. 

Bersemayam kuat. 

Umi pikir umi bisa mencari sosok yang mau berbagi, tapi semakin umi melangkah untuk mencari sosok itu, umi semakin terperosok dalam bayangmu. Mencari sosok pengganti yang wajahnya mirip denganmu. Menginginkan pengganti yg sifatnya sama sepertimu. Berharap pengganti itu memiliki rasa cinta dan syang yg bahkan lebih besar darimu. Dan pada akhirnya, umi tak bisa melepaskan dirimu bi. Melepaskan cintamu yang telah mengakar di relung hidup ini. 

Umi rindu Abi. 


Jumat, 01 Januari 2021

akhir dan awal

hai bi. 

begitu banyak kisah yang terlewatkan dan tak bisa umi ceritakan untukmu bi. 

begitu banyak kesibukan dan lelah hati yang membuat umi bahkan tak mampu untuk membuka dan mengetik si putih. hingga hari ini, umi mencuri waktu untuk menceritakan sepenggal cerita berapa waktu terakhir ini bi. 

Sekarang, hari ini awal 2021 bi. Jumat, hari pertama yang mengawali tahun ini dan umi harap mampu menjadi awal yang baik untuk umi membuka lembaran baru. kebahagiaan yang umi, abi, dan yang kita harapkan di 2020, kandas bi. menyisakan puing-puing luka yang akan selalu berbekas hingga akhir hayat. 

2020 menjadi saksi begitu banyak perjalanan umi dan abi dimulai. untuk pertamakalinya setelah hidup di dunia ini selama 25 tahun, umi merasakan rawat inap di rumah sakit. 

pertamakalinya merasakan di infus, memakai selang oksigen, cek alergi, hal yang terasa menakutkan dan umi bisa melewatinya demi buah hati kita bi. pertamakalinya kita tidur berdua di ranjang rumah sakit ya bi. pertamakali pula umi merasakan ketakutan yang mendalam saat akan operasi Sc. hehee, bayangkan bi, untuk umi yang suntik aja takut tiba-tiba harus operasi. Kesan ruangan itu masih nyata menakutkan bi. dingin yang menusuk ke tubuh, telanjang dan berasa ditelanjangi bak tak ada arti di hadapan para tenaga kesehatan bi. perasaan sadar yang samar-samar seperti kematian bi. suara tak jelas, orang yang lalu lalang, umi pikir perjalanan umi di dunia berakhir saat itu. 

ada banyak kisah yang umi ingin ceritakan tentang perjalanan umi di ruang operasi kemarin, tapi umi pikir akan umi ceritakan di rumah, saat kita sedang mengasuh anak dengan tawa. takdir allah. di perjalanan pulang ke rumah abi sakit. 

untuk pertamakalinya, umi melihat abi masuk rumah sakit. pertamakalinya abi pergi ke rumah sakit tanpa bisa umi dampingi. pertamakalinya umi berjumpa dengan abi di rumah sakit dan dengan keadaan yang amat sangat tidak menyenangkan. pertamakalinya melihat, menemani abi dalam keadaan abi koma di ruang icu.  allah tak pernah memberikan ujian seperti ini untuk umi. ketika Allah beri, laksana seluruh dunia yang runtuh bi. 

hingga saat ini, kali pertama umi merasa sangat kecewa kepada umak bapak dan adek, kepada keluarga umi. pertamakalinya bi, dalam hidup umi harus merelakan kepergian seseorang ke alam kematian, dan tak pernah terbayangkan sosok itu harus abi. Tak pernah umi bayangkan, harus abi. pertamakalinya dalam hidup umi menyaksikan abi terbaring tak berdaya, menyaksikan abi sakaratul maut, menyaksikan ego keluarga abi, menemani abi di ambulans dalam keadaan tak bernyawa, menyaksikan abi di mandikan untuk terakhirkali. Abi tau, itu pertamakalinya umi takut dengan ambulans. Umi takut ambulans datang untuk membawa abi pergi, padahal umi belum puas memandangi wajah terakhir abi. umi serasa gila ketika mendengar ada suara mobil memasuki rumah. Padahal itu suara mobil mengantarkan kursi untuk pelayat bi. bisa abi bayangkan, histerisnya umi kala itu. 

pertamakali pula, umi menyaksikan bagaimana prosesi pemasangan kain kafan. pertamakalinya, umi ikut ke mesjid untuk sholat jenazah. pertamakalinya, umi melepas abi pergi dari gerbang depan rumah, dan tak bisa umi sambut lagi. uuh, hancur hati umi bahkan saat menulis ini bi. hancur sehancur-hancurnya. 

pertamakalinya, umi hidup hanya dengan bayangan abi. rasanya dunia runtuh, terasa sepi, terasa mati. segala sesuatu seperti akar yang menjerat. pertamakalinya umi menyadari, semua perkataan abi benar tentang hubungan kekeluargaan. pertamakalinya umi merasa bahagia sempat menjadi ratu abi di dunia ini. umi merasa bahagia sempat merasakan kenikmatan cinta itu, merasakan menjadi orang yang sangat istimewa. umi ragu, apakah masih ada sosok yang dapat menjadikan umi ratu. 

pertamakalinya, dunia ini terasa hambar bi. pertamakalinya umi melakukan semua hal seorang diri dalam sepi, dalam gelap, dalam tangis. tak ada yang mau menenangkan umi sepertimu bi. perasaan kecewa, perasaan sedih, perasaan bahagia, semua menjadi satu dan menumpuk. 

pertamakalinya umi merasa gila dan hilang arah. merasa semua beban dunia di pundak umi. Liza Nopriza telah mati bi. umi yang dulu begitu percaya diri dengan semua yang umi miliki, umi yang merasa mampu melewati berbagai rintangan hidup, umi yang yakin dengan kemampuan yang umi miliki, sekarang mati tak terarah bi. umi merasa terpuruk begitu dalam. pertamakalinya umi merasakan ketidakberdayaan tak berujung ini. meragukan semua prestasi, kemampuan yang pernah umi miliki. melihat betapa tidak berharganya diri ini tanpa umi. 

benarlah bi, seorang wanita itu akan kuat dan bersinar karena ada cinta dari pria dibelakangnya. Sosok pria itu hilang bi. hilang. membuat cahaya umi pudar, bahkan padam. tak ada lagi pesona dalam diri umi. tak ada lagi kepercayaan diri, dan kebanggan itu. hanya ada senyum bi. hanya tersisa senyuman, untuk memastikan bahwa umi masih mencoba untuk baik-baik saja. 

segala sesuatu yang terjadi, umi harap akan ada keajaiban untuk abi kembali ke sisi umi. suatu kegilaan yang melewati batas kan bi. 2021, umi harap umi dapat menemukan kebahagiaan yang mampu membuat umi percaya diri bi. mampu membuat umi yakin, bahwa umi berharga. 

2021, umi harap semua kedukaan ini hilang bi. umi harap duka ini digantikan allah dengan sukacita yang berlipat ganda. 

semoga ya bi.