hanya insan biasa istri dari Ozi Agustra Ummi dari Alfatih El Adzra hanya ingin berbagi rasa, untuk lebih kuat di dunia ini.... menemani adzra hingga masanya nanti diary manusia kosong berjejak
Selasa, 21 Desember 2021
WASIAT UMI
Berat
Kamis, 25 November 2021
Terburai
hai bi...
sudah berapa lama umi tak lagi mengisi diary.
bukan satu dua halm tapi ada banyak hal yang harus umi pendam.
semua terlewati begitu saja beberapa bulan ini.
tapi melewati setiap harinya, butuh perjuangan yang sangat besar.
hingga saat ini rasanya, berada dititik terendah. Perasaan ini akhirnya mengingatkan umi, betapa kesepiannya umi tanpa abi. Betapa kosongnya umi tanpa abi. kehadiranmu menenangkan bi, dan semenjak kepergian abi, mau tidak mau umi harus mencari jalan untuk menenangkan perasaan umi. Bahkan tanpa melakukan apapun, umi merasa lelah. Menjadi suatu pertanda, umi membutuhkan 'istirahat' dari semua pikiran, perasaan, dan keinginan. umi butuh pertolongan untuk melepaskan 'beban' ini. am not okey today bi.
hal yang paling melelahkan adalah berada dalam keluarga inti. ntah itu keluarga abi ataupun umi. ketidakberhargaan, ketidakberdayaan, ketidakmampuan, rasanya semua yang dilakukan adalah salah. nasihat, gerakan, perilaku, semua terasa salah. Bahkan rasanya sudah enggan untuk bercerita, agar semua tak salah kaprah. Cukup untuk sekedar say hello, atau bercerita tentang bisnis, harapan dan cita-cita. hanya sekedar itu.
selalu ada penolakan yang umi rasakan saat ini dari orang-orang terdekat, dan itu membuat umi semakin down. semua yang terjadi, semakin membuat umi merindukan pelukanmu.
saat ini, umi tak mampu untuk menguraikan banyak hal yang terjadi.
tapi, terimakasih sudah menjadi orang yang paling mencintai dan mengerti umi.
Rabu, 27 Oktober 2021
sesak
malam ini rasanya begitu sempit
setiap celah terasa menyesakkan
lelah sedari pagihari menahan bulir airmata
ingin mengeluh
berkata
aku lelah
aku capek
aku penat
tapi tak ada manusia yg bisa menjadi curahan
lelah
dengan tuntutan lingkungan yang tiada mengerti
lelah
butuh waktu untuk bermanja
tapi tak seorangpun mengizinkan
seolah aku harus bekerja dan terlihat sibuk setiap jam
ketika kalimat 'aku lelah, aku sakit'
di balas dengan 'harus kuar'
aku semakin terjatuh dan ingin pergi
ingin menangis
butuh pelukan
butuh ketenangan
butuh pengertian
tolong
dengarkan dan hargai aku.
Selasa, 31 Agustus 2021
Down
Bi.
Lelah
Dan aku jadi seperti ini tanpamu.
Semua terasa menyakitkan dan menyesakkan.
Hingga untuk menghirup nafas saja menjadi beban..
Minggu, 29 Agustus 2021
Selasa, 10 Agustus 2021
Perih
Aku terluka..
Aku tersakiti..
Dari harapan yang pernah diberi.
Dari kata mereka yang sungguh menggores luka tak terperih.
Aku.
Si manusia tak tahu diri.
Hanya memberatkan tak pernah henti.
Aku.
Yang katanya terlalu tinggi
Yang harusnya berpikir sendiri.
Aku sungguh luka disini
Aku tak pernah meminta seperti ini
Aku tak ingin mengiba untuk semua ini.
Tapi kenapa seperti aku yang tak bersyukur atas semua ini.
Pikiranku tak pernah seperti itu.
Tapi mereka mengubah pikiran mereka seakan pikiranku seperti itu.
Bahkan langkah dan janji yang kutekadkan dalam hati. Sekarang bagiku bukan lagi harapan, tapi seperti sebuah hutang yg bahkan harus kubawa sampai mati.
Selasa, 27 Juli 2021
Rinduku menyesakkanku
Umi rindu bi...
Rindu abi, rindu cinta dan pelukan yang selalu ada dan menenangkan...
Sekianlama, curahan hati ini terpendam tanpa sempat umi untaikan, semakin menyesakkan di setiap detik.
Merindukan betapa kokohnya pelukanmu.. merindukan sejuknya tawamu... merindukan tembang kebahagiaan bersamamu bi.
Lelah tanpa hadirmu.
Lelah tanpa pelukanmu.
Umi sakit, dan semakin sakit tanpa hadirmu bi.
Mengingat sosokmu yang selalu siap siaga di saat jiwa raga ini lemah dan lemas.
Mengingatmu yang penuh kasih dan sabar menemani dikala semua terasa hambar.
Umi rindu bi.
Dada ini sesak dan semakin terasa menyesakkan.
Ingin bertemu.
Ingin menangis di pelukanmu.
Ingin bercerita betapa banyaknya, betapa sempitnya hati ini.
Sungguh. Terlalu rindu bi.
Selasa, 20 April 2021
Katanya aku tak begitu kehilangan
Hari ini...
Akhirnya aku bisa menulis lagi.
Semalam... kulihat status adikmu bi. Dia bilang merindukanmu karena semenjak kepergianmu dia banyak menanggung beban sendirian🥺. Aku turut berduka untuk itu.
Apakah kamu tau pandangan
orang-orang terhadapku bi? Mereka pikir, mereka bilang, aku tidak kehilanganmu. Tidak seperti kedua orangtua dan adikmu yg kehilanganmu.. 😭.. senyum bi. Cuma itu yg bisa aku, sebagai istrimu lakukan.
Ntah dimana akal sehat mereka yang mengatakan itu semua. Hanya karena aku tersenyum depan mereka. Hanya karena aku jarang menulis status sedih merindukanmu, menceritakan bebanku di media sosial, dengan mudahnya mereka menyimpulkan, mereka bilang aku tak merindukanmu, tak menanggung beban sebanyak keluargamu. Perih.
Ketika mereka bilang, suami bisa di cari lagi. Anak tak dapat diganti. Ingin ku teriakkan kepada mereka bi. Kalau suami dapat di cari, maka anak dapat dibuat lagi.
Hanya kamu yg tau, bagaimana aku merindukanmu dan menangisi hidup ini. Aku tak bisa untuk membiarkan oranglain melihatku terpuruk. Melihatku menangis tersedu. Aku tak ingin menangis seperti itu. Mereka takkan bisa berbuat apapun untuk airmata ini bi. Aku lebih memilih mengeluarkan airmata dipelukanmu. Seperti sebelumnya. Hingga saat ini, aku hanya bisa menangis dalam kegelapan malam.
Aku tak tau beban seperti apa yang keluargamu tanggung. Aku juga tau mereka sakit karena kehilanganmu. Bukan salah mereka jika mereka dan orang2 disekitar bilang sedih karena merindukanmu, atau beban mereka bertambah sejak kehilanganmu.
Hanya saja. Kupikir tak seharusnya mereka bilang beban mereka bertambah semenjak kehilanganmu. Kupikir yang mereka rasakan hanya 50% dari kehilanganmu.
Hampir 7 tahun bersamamu. Aku mengerti bagaimana engkau menghabiskan waktumu untuk keluargamu. Kapan mereka menelpon, kapan mereka sms, kapan mereka datang. Aku mengerti. Bahkan ada banyak cerita yang kamu tak tahu dan aku lebih tahu. Kita bahkan mengerti, masalah keluarga, masalah lingkungan, adikmu punya pacar, punya teman yang dulu selalu menjadi tempat berbagi. Kedua orangtuamu bercerita banyak melalui telepon. Kamu hanya tersenyum dan mendengarkan, tanpa melakukan apapun.
Sementara engkau pergi. Apa yang membuat perbedaan besar dalam masalah keluarga bi? . Apa yang membuat mereka menangis penuh melebihi aku bi. Satu tahun sekali engkau pulang. Seminggu sekali orangtuamu menelpon. Sebulan sekali adikmu datang. Hanya 35% yang mereka bagikan dan ceritakan padamu tentang hidup.
Sementara engkau pergi. Aku yang 1x24 jam bersamamu. Setiap menit ditolongmu. Setiap jam selalu belasan chatmu. Setiap sore menunggumu pulang, setiap malam tidur di pelukanmu. Kamu ada di stiap hidupku setiap waktu. Tak ada celah. 100% kamu yang ada. 100% pula aku ada untukmu. Kita saling berbagi semuanya.
Kenapa otak mereka masih tak bisa merasakan siapa yang paling kehilangan. Setiap orang ada proporsinya untuk kehilangan. Siapa yang paling kehilangan, kenapa seolah menjadi perlombaan. Tak perlu kuceritakan bagaimana hidupku dan hidupmu. Tak ingin kuceritakan, tak akan bi. Walau sejujurnya periiih hati ini setiap itu terjadi.
Mereka bilang suami bisa dicari baru. Kita lihat bi, adikmu ketika menikah dan memiliki anak, apakah masih susah hidup untuk merindukanmu? Apakah hatinya berat menjalani kehidupan?
Orangtuamu. Aku mengerti anak adalah harapan bi. Tapi, masih ada adikmu. Masih ada anakmu, anak adikmu. Masih memiliki cinta satu sama lain, masih hidup bersama di dalam satu atap. Masih bisa saling bercinta, saling memeluk, saling berpetualang bersama. Takkan ada yang menjadi penggantimu diantara mereka, sehingga takkan ada perasaan bersalah membandingkan antar manusia. Antar anak. Mereka masih bisa saling menyemangati tanpa harus mencari pengganti. Mereka bisa hidup mandiri berdua tanpa kekurangan jiwa dan raga.
Aku bi. Aku istrimu. Tak ada lagi yang memelukku bi, tak ada teman yang bercinta denganku, tempat menumpahkan resah yang paling dalam. Tak ada yang membantuku disaat waktu. Tak ada yg memperhatikanku. Jiwa ragaku kekurangan bi. Hilang setengahnya. Anakmu takkan bisa menjadi penggantimu bi. Anakmu takkan bisa selalu menemaniku. Dia akan pergi nanti, ntah menuntut ilmu ataupun menikah. Mencari penggantimu? Aku akan menemukan tempat untuk bercinta, melengkapi jiwa dan ragaku. Iya. Kalaupun itu terjadi, tetap saja ada jiwa yang kosong untukmu. Merindukanmu, bahkan mungkin akan ada banyak batinku secara tak sengaja membandingkanmu dengan suami baruku. Akan ada luka padanya, dan pasti terluka dengan perasaanku yang tak lagi utuh. Bayangmu akan mengikutiku meskipun aku berusaha untuk menjalani hidup bersama yang baru. Akan ada siksaan dihatiku ketika mengingatmu. Siksaan ketika melihat orangtuamu, merasa bersalah, merasa tak nyaman, merasa bingung. Bagaimana harus bersikap pada orangtuamu, pada orang baru, semuanya ini akan mengikuti hingga akhir hayatku. Perasaanmu padaku akan selalu menjadi yang teristimewa di hatiku.
Sulit bagiku untuk benar-benar mengingatmu sebagai kenangan terindah. Kamu adalah kerinduan yang tak akan pernah habis bi. Sekalipun terganti, kamu takkan pernah tergantikan.
Masihkah mereka bilang bebanku lebih ringan bi? Ini semua yang dirasakan para janda bi. Sekalipun mereka menikah. Suami terdahulu mereka selalu menjadi yang teristimewa, selalu menjadi harapan mereka di keterpurukan. Selalu dibayangi.
Masihkah mereka bilang janda lebih mudah dibandingkan keluarga suami?
Mereka sungguh tak punya otak dan hati.
Kamis, 15 April 2021
Pagi
Sepagi ini...
Aku merindumu lagi.
Mengenang saat pertama kita kepagaralam untuk unduh mantu. Hari pertama aku menginjakkan kaki dirumahmu bi. Ritual adat pernikahan hingga ke jalanjalan pertama kita berdua mengelilingi kota kelahiranmu.
Saat kamu tersenyum sambil mengatakan 'umi istriku, cantik nian cak ini' terus terbayang dan menggema pagi ini. Saat kamu posesif dan ingin selalu memelukku, terasa baru kemarin terjadi. Hingga semua kenangan indah itu membuatku menghela nafas. Kenapa tuhan ambil secepat ini?
Aku masih belum puas untuk menghabiskan waktu bersamamu. Masih banyak jalan dan cerita yang ingin kulalui sambil menggandeng tanganmu. Sekarang aku sendiri menyusuri jalan, menggendong buah hati tanpamu menggandengku.
Bi. Aku rindu.
Ada banyak cerita yg menyesakkan pagi ini tentang rindu. Tapi semuanya bahkan tak bisa kurangkai dalam satu cerita. Tak perlu ku ceritakan semua, kamu tau kan perasaanku? Aku ingin menangis dipelukanmu.
Apakah ini berarti aku tak ikhlas bi? 🥲
Selasa, 13 April 2021
Merindu
Aku merindukanmu lagi dengan sesak hari ini bi.
Banyak hal sepele, tapi begitu menyesakkan saat umi merindu abi. Harus terima, tapi rasanya tidak adil. Ingin mengakui tidak adil, tapi ini takdir. Tak bisa diganti, tak bisa berubah, tak bisa dipungkiri.
Ingin memaki tuhan, tapi tak berani. Seringkali meminta tuhan memberikan kesempatan lagi, meminta hal yang mustahil🥲. Hanya bisa merindu bi. Dalam diam, dalam senyap, hati ini berharap kamu ada disisi.
Memori tentangmu seakan diulas dengan tarikan nafasku. Tak kuminta, tak kupaksa, tapi berpadu sendirinya. Menyesakkan. Tapi tak bisa kubuang.
Aku sendiri bahkan sulit mendeskripsikan rinduku ini bi. Terlalu menyesakkan dan berat. Sepanjang hari bayangmu disini. Cinta. Aku cinta kamu bi. Aku lemah tanpamu. Lelah. Rindu bi. Sayang, aku sungguh rindu kamu.
Minggu, 11 April 2021
MORE
Ada jutaan pilu dan cerita yang terendam di dalam hati ini bi. Hingga rasanya menyesakkan hingga ketulang.
Umi pikir, umi akan terbiasa dengan sesaknya gumpalan rindu ini. Terbiasa dengan sakitnya telinga dan lelahnya mata. Terbiasa dengan jam yang terus berputar. Tapi nyatanya tidak.
Sehari, ada 20 jam yang umi habiskan untuk merindu dan mengenangmu. Bercerita denganmu melalui hati ini, tanpa sempat menuangkannya dalam goresan.
Pilu.
Bersemayam kuat.
Umi pikir umi bisa mencari sosok yang mau berbagi, tapi semakin umi melangkah untuk mencari sosok itu, umi semakin terperosok dalam bayangmu. Mencari sosok pengganti yang wajahnya mirip denganmu. Menginginkan pengganti yg sifatnya sama sepertimu. Berharap pengganti itu memiliki rasa cinta dan syang yg bahkan lebih besar darimu. Dan pada akhirnya, umi tak bisa melepaskan dirimu bi. Melepaskan cintamu yang telah mengakar di relung hidup ini.
Umi rindu Abi.
Jumat, 01 Januari 2021
akhir dan awal
hai bi.
begitu banyak kisah yang terlewatkan dan tak bisa umi ceritakan untukmu bi.
begitu banyak kesibukan dan lelah hati yang membuat umi bahkan tak mampu untuk membuka dan mengetik si putih. hingga hari ini, umi mencuri waktu untuk menceritakan sepenggal cerita berapa waktu terakhir ini bi.
Sekarang, hari ini awal 2021 bi. Jumat, hari pertama yang mengawali tahun ini dan umi harap mampu menjadi awal yang baik untuk umi membuka lembaran baru. kebahagiaan yang umi, abi, dan yang kita harapkan di 2020, kandas bi. menyisakan puing-puing luka yang akan selalu berbekas hingga akhir hayat.
2020 menjadi saksi begitu banyak perjalanan umi dan abi dimulai. untuk pertamakalinya setelah hidup di dunia ini selama 25 tahun, umi merasakan rawat inap di rumah sakit.
pertamakalinya merasakan di infus, memakai selang oksigen, cek alergi, hal yang terasa menakutkan dan umi bisa melewatinya demi buah hati kita bi. pertamakalinya kita tidur berdua di ranjang rumah sakit ya bi. pertamakali pula umi merasakan ketakutan yang mendalam saat akan operasi Sc. hehee, bayangkan bi, untuk umi yang suntik aja takut tiba-tiba harus operasi. Kesan ruangan itu masih nyata menakutkan bi. dingin yang menusuk ke tubuh, telanjang dan berasa ditelanjangi bak tak ada arti di hadapan para tenaga kesehatan bi. perasaan sadar yang samar-samar seperti kematian bi. suara tak jelas, orang yang lalu lalang, umi pikir perjalanan umi di dunia berakhir saat itu.
ada banyak kisah yang umi ingin ceritakan tentang perjalanan umi di ruang operasi kemarin, tapi umi pikir akan umi ceritakan di rumah, saat kita sedang mengasuh anak dengan tawa. takdir allah. di perjalanan pulang ke rumah abi sakit.
untuk pertamakalinya, umi melihat abi masuk rumah sakit. pertamakalinya abi pergi ke rumah sakit tanpa bisa umi dampingi. pertamakalinya umi berjumpa dengan abi di rumah sakit dan dengan keadaan yang amat sangat tidak menyenangkan. pertamakalinya melihat, menemani abi dalam keadaan abi koma di ruang icu. allah tak pernah memberikan ujian seperti ini untuk umi. ketika Allah beri, laksana seluruh dunia yang runtuh bi.
hingga saat ini, kali pertama umi merasa sangat kecewa kepada umak bapak dan adek, kepada keluarga umi. pertamakalinya bi, dalam hidup umi harus merelakan kepergian seseorang ke alam kematian, dan tak pernah terbayangkan sosok itu harus abi. Tak pernah umi bayangkan, harus abi. pertamakalinya dalam hidup umi menyaksikan abi terbaring tak berdaya, menyaksikan abi sakaratul maut, menyaksikan ego keluarga abi, menemani abi di ambulans dalam keadaan tak bernyawa, menyaksikan abi di mandikan untuk terakhirkali. Abi tau, itu pertamakalinya umi takut dengan ambulans. Umi takut ambulans datang untuk membawa abi pergi, padahal umi belum puas memandangi wajah terakhir abi. umi serasa gila ketika mendengar ada suara mobil memasuki rumah. Padahal itu suara mobil mengantarkan kursi untuk pelayat bi. bisa abi bayangkan, histerisnya umi kala itu.
pertamakali pula, umi menyaksikan bagaimana prosesi pemasangan kain kafan. pertamakalinya, umi ikut ke mesjid untuk sholat jenazah. pertamakalinya, umi melepas abi pergi dari gerbang depan rumah, dan tak bisa umi sambut lagi. uuh, hancur hati umi bahkan saat menulis ini bi. hancur sehancur-hancurnya.
pertamakalinya, umi hidup hanya dengan bayangan abi. rasanya dunia runtuh, terasa sepi, terasa mati. segala sesuatu seperti akar yang menjerat. pertamakalinya umi menyadari, semua perkataan abi benar tentang hubungan kekeluargaan. pertamakalinya umi merasa bahagia sempat menjadi ratu abi di dunia ini. umi merasa bahagia sempat merasakan kenikmatan cinta itu, merasakan menjadi orang yang sangat istimewa. umi ragu, apakah masih ada sosok yang dapat menjadikan umi ratu.
pertamakalinya, dunia ini terasa hambar bi. pertamakalinya umi melakukan semua hal seorang diri dalam sepi, dalam gelap, dalam tangis. tak ada yang mau menenangkan umi sepertimu bi. perasaan kecewa, perasaan sedih, perasaan bahagia, semua menjadi satu dan menumpuk.
pertamakalinya umi merasa gila dan hilang arah. merasa semua beban dunia di pundak umi. Liza Nopriza telah mati bi. umi yang dulu begitu percaya diri dengan semua yang umi miliki, umi yang merasa mampu melewati berbagai rintangan hidup, umi yang yakin dengan kemampuan yang umi miliki, sekarang mati tak terarah bi. umi merasa terpuruk begitu dalam. pertamakalinya umi merasakan ketidakberdayaan tak berujung ini. meragukan semua prestasi, kemampuan yang pernah umi miliki. melihat betapa tidak berharganya diri ini tanpa umi.
benarlah bi, seorang wanita itu akan kuat dan bersinar karena ada cinta dari pria dibelakangnya. Sosok pria itu hilang bi. hilang. membuat cahaya umi pudar, bahkan padam. tak ada lagi pesona dalam diri umi. tak ada lagi kepercayaan diri, dan kebanggan itu. hanya ada senyum bi. hanya tersisa senyuman, untuk memastikan bahwa umi masih mencoba untuk baik-baik saja.
segala sesuatu yang terjadi, umi harap akan ada keajaiban untuk abi kembali ke sisi umi. suatu kegilaan yang melewati batas kan bi. 2021, umi harap umi dapat menemukan kebahagiaan yang mampu membuat umi percaya diri bi. mampu membuat umi yakin, bahwa umi berharga.
2021, umi harap semua kedukaan ini hilang bi. umi harap duka ini digantikan allah dengan sukacita yang berlipat ganda.
semoga ya bi.
