9 November 2022
tiga kali sudah aku melewati hari kelahiran tanpa kamu bi.
dua tahun pertama kulalui dengan luka yang teramat parah. Tahun ini, aku lebih dapat membalut luka. Tak sepenuhnya pulih terobati, tapi setidaknya luka itu tak lagi menganga dan berdarah.
satu tahun terakhir benar-benar membuatku mampu berdiri.
aku tak sendiri lagi satu tahun terakhir.
biro yang mulai membuatku sibuk
orang-orang himpunan yang mengajakku untuk turun lapangan, perlahan menumbuhkan kepercayaan diriku. Mengasah dan mempoles kemampuanku. Aku kembali yakin dan menemukan semangat bahwa aku masih bisa diandalkan. Aku masih bisa berdiri dan menyampaikan. Aku masih diharapkan dan bantuanku sangat berarti.
para pasien dan klien yang mulai berdatangan dan meminta bantuan, membuatku yakin aku bisa membantu meskipun sedikit dan sekedar edukasi.
keluarga yang tak lagi membantuku secara materi dan bahkan mulai menganggapku mandiri, membuatku yakin aku bisa hidup seperti terdahulu lagi. aku mandiri dan cukup percaya diri.
guru-guru les yang hadir setiap hari selayaknya keluarga bagiku sekarang bi. Mempersiapkan kegiatan mereka, memberikan arahan agar sesuai visi misi, menjaga kekompakan mereka, membimbing dan menyesuaikan diri dengan mereka, sungguh tidak mudah bi. Tapi mereka membuat hidupku berwarna. hadirnya mereka membuatku pusing kepala, tertawa, sedih, tertekan, bahagia. semuanya menyatu. Belajar dari mereka bagaimana memahami dan memimpin untuk waktu yang lama. berterimakasih untuk mereka karena mau menerima pimpinan sepertiku. aku berharap bisa memberikan keadilan dan rezeki mereka sesuai dengan kemampuan mereka tanpa aku dipenuhi emosi negatif.
dan ya,
aku yang kemarin-kemarin menangis karena merasa sendiri,
sangat berterimakasih dengan mereka yang mau merayakan hari lahirku bersama bi.
tertawa dan saling berkisah.
sungguh mengobati luka hari ulangtahun tanpamu.
meskipun pada malam harinya,
aku mengulang-ngulang ucapan ulangtahun darimu
meskipun aku menangis tersedu-sedu karena ketidakhadiranmu
tapi tahun ini jauh lebih baik.
dan malam hari tanggal 8, aku bermimpi
ingin mendatangi kamu, mengatakan kepadamu untuk jangan lagi menghilang dan menggantungkan hubungan kita.
aku bermimpi ingin mengatakan kepadamu, aku merasa dipermainkan olehmu. aku ingin kamu untuk menyudahi saja hubungan kita, karena kamu yang menggantungkan dan tak berani menemuiku.
tapi di mimpi itu, aku tak bisa mengatakan itu secara langsung kepadamu,
karena kamu tak pernah mau menemuiku.
kamu menghindariku.
sementara aku mencarimu kemana-kemana.
yah, aku agak terobsese denganmu bi.
kuharap, aku bisa menemukan orang yang jauh lebih baik darimu di dunia ini.
tidak untuk menggantikanmu,
tapi untuk bersamaku mengobati lukaku.
meskipun saat ini aku selalu bersikeras kamu jodohku, dan hanya kamu.
tapi aku berharap aku sadar diri dan perlahan melepaskan
kuharap, kamu dan aku bisa saling memahami usia jodoh kita yang memang telah berakhir.
dan yah,
doaku tahun ini
semoga allah berikan usia yang panjang, kesehatan lahir dan batin untukku dan adzra.
agar aku bisa menyaksikan dengan mata dan kepalaku sendiri... membimbing Adzra tumbuh, berkembang dan berproses hingga ia memiliki keluarganya sendiri.
semoga allah berikan usia yang barakah dan kemampuan untukku dan adzra menghadapi masalah.
Aaamiin.