bi. ..
Umi rindu.
Semua kenangan terpatri dengan indah dan mengalunkan banyak nada rindu.
Tentang Abi, tentang Umi, tentang Masa yang kita lewati. Buah cinta kita tumbuh sehat dan sempurna. Alhamdulillah. Tatapan matanya, senyumnya, gerakan lucu yang dibuat buah hati kita, sama persis seperti kelakuan kita berdua yang konyol. Umi harap Abi bisa melihat, Umi harap Abi bisa mendengar, Umi harap Abi bisa merasakan hal yang Umi lewati saat ini. Umi berharap melihat Abi tertawa bermain bersama buah hati Abi. Umi terkadang membayangkan Abi disisi Adek. Menyakitkan ketika bayangan itu terkadang datang tanpa bisa umi elakkan, tapi Umi berusaha menerima bayangan itu. semenyakitkan itu.
Umi saat ini bekerja dirumah. Membuka biro konsultasi seperti yang pernah kita ucapkan. Tidak mudah untuk melaluinya, apalagi tanpa dukungan sosok seperti Abi. Sakit rasanya ketika orang-orang melihat dan memandang bahwa Umi adalah Janda kaya. Buah hati kita adalah anak yatim yang kaya. Padahal semua ini dari bantuan banyak pihak. Bukan Umi tak bersyukur. Bukan Umi tak berterimakasih atas ucapan mereka. Hanya saja terkadang mereka menunjukkan rasa iri atas rumah, atas gelar, atas pekerjaan, atas banyaknya mainan buah hati kita, atas kehidupan ini. Padahal untuk menjalani ini semua, Umi banyak menghabiskan malam dengan tangisan rindu dan kesepian. Banyak airmata dan lelah dibalik ini semua. Anak yatim yang memiliki semua mainan. Kata mereka. padahal mainan yang dimiliki buah hati kita adalah pemberian dari orang-orang yang sayang terhadap buah hati kita.
jika boleh, biarlah mereka tak perlu memberikan apapun untuk buah hati kita. Bahkan yang tidak pernah memberikan, juga bukan masalah. Sehingga mereka juga tidak perlu untuk berkomentar atau merasa iri dengan kehidupan Umi dan buah hati kita.
jika boleh berkata... jika kamu masih ada bi, mainan yang dimiliki oleh buah hati kita saat ini tentunya belum seberapa.
jika boleh berkata.... jika kamu masih ada, buah hati kita tak memerlukan mainan ini semua.
jika boleh berkata.... kemewahan dan harta ini tak sebanding dengan kerinduan kami terhadapmu bi.
tapi...
Allah maha baik.
Allah cukupkan rezeki kami dari banyak orang.
Allah limpahkan rezeki kami melalui banyak cara.
agar Anak Yatim tidak sepenuhnya merasa kehilangan.
agar Janda ini mampu tersenyum dan lebih tenang.
Umi tahu, semua akan kembali kepada Allah. Umi tahu, tak sepantasnya umi berharap abi kembali.
Hanya saja, umi tak mampu menahan gejolak rindu ini.
menahan dingin yang hampir membekukan perasaan ini.
Umi rindu, rindu sosok Abi yang mampu menghangatkan semua rasa ini.