Laman

clock

Selasa, 26 Agustus 2014

TERIMAKASIH NYEK---- IN MEMORIES

BELINYU- 19 AGUSTUS 2014-



Hari ini tepat 25 hari kepergianMu nyek...
Dan sampai hari ini..
Ingin rasanya aku berada disampingmu..
Selama ini..
Sampai usiaku menginjak 20...
Mungkin kurang dari seperempat hidupku untuk mengenalmu..
Bahkan...
Mungkin hanya 1 minggu, atau 1 bulan  selama usiaku, aku bersamamu..
Tak lebih tak kurang..
Ada jurang waktu yang memisahkan..
Aku hanya mengenalmu dari sosok ayahku..
Seorang pria hebat yang kau lahirkan untuk menjadi ayahku..
Ayahku tak banyak bercerita tentangmu, nyek..
Ayahku adalah orang yang bahkan saat hari kepergianmu..
Hanya bisa terdiam..

Tepat di hari itu..
Disaat tuhan menginginkanmu kembali..
Hanya melalui telepon seluler, ayahku mengikhlaskan kepergianmu..
Ayah tak banyak berkata..
Hanya airmatanya yang mampu berbicara..
Ayah hanya diam..
Wajahnya bahkan tak terlihat meratap..
Dalam diamnya ayah, perasaannya berkecamuk..
Ayahku hanya bisa mengelus pegangan kursi...
Dan entah apa yang ada di benak ayah..
Ayah memberikan ikan makan dengan airmata tertahan di pelupuk matanya,,
Ayah berjalan tak tau arah
Mencoba menenangkan 1000 perasaan di hatinya..

Mereka bilang...
Tepat pada saat jenazah akan disholatkan...
Ayah datang..
Ayah lah yang mengadzankan..
Ayah lah yang mengimami..
Ayahlah yang turun mengantarMu ke peristirahatan terakhir..
Mereka bilang..
Ayahku terdiam..
Tapi aku tau...
Dalam diamnya ayah..
Ayah memutar kaset kenangan tentangmu...
Tentang ibu yang hebat yang telah membesarkannya..
Memutar video masa kecil bersamamu..
Aku tau..
Dalam diamnya ayah..
Ayah menyesali waktunya..
Waktu yang mungkin sangat sedikit tersisakan untukMU...
Dalam diamnya
Mungkin  ayah meratapi akhir ini..
Akhir yang bahkan tak sempat untuk mencium keningMu nyek,
Bersimpuh dikakiMu,
Tak sempat memelukmu untuk terakhir kalinya....
Dalam diamnya ayah menyesali itu

Bagiku..
Ayah tak ubahnya sesosok anak 3 tahun..
Yang terdiam menerawang
Menahan tangis terseguk atas kepergian ibuNya...
Sosok anak kecil yang merindukan ibunya..
Rindu akan senyum ibunya..
Terasa akan pelukan hangat ibunya
Terngiang akan nasehat ibunya..
Aku tau...
Ayah ingin sekali kembali memutar waktu..
Menukar kesalahan menempuh waktu..
Bersujud bersimpuh dikakimu..

Yang tersisa...
Hanya ketegaran
Mendoakanmu dalam sela tangis rindunya..
Betapa hebat pria yang telah engkau besarkan itu Nyek,
Dalam kacaunya hati,
Dalam rindunya Beliau
Dalam tangisnya,
Beliau masih menjadi panutan..

Aku memang tak mengenalmu Nyek,
Tapi aku tau semuanya dari sifat ayahku..
 Budi yang luhur terturun dariMu....
Nyek, aku kehilangan kesempatan...
Untuk Mengucapkan kata yang tak pernah sempat terucap dari bibirku..
Ingin sekali ku ucapkan..
Terimakasih yang mendalam dari dasar lubuk hatiku...
Terimakasih.. terimakasih...
terimakasih telah melahirkan sosok ayah yang hebat bagiku nyek...
dari rahimmu, sosok ayah yang hebat engkau lahirkan untukku...
dari tanganmu, engkau besarkan sosok ayah yang sangat hebat untukku..
terimakasih telah melahirkan super ayah untukku..

TERIMAKASIH NYEK...